Logo KAM PUBLICATION NO.1 – June 2005
PENGENALAN METODA PENGGEMBALAAN: VOISIN ROTATIONAL GRAZING
Diadaptasi dari berbagai sumber.

Terhitung sejak 40 tahun yang lalu, penggunaan metoda penggembalaan dan padang rumput sebagai sumber hijauan untuk ternak cenderung menurun, hal ini disebabkan banyak peternak yang berpindah menggunakan metoda kandang / sistem intensif dan memberikan hijauan pakan yang di panen, baik dengan menggunakan mesin ataupun tenaga manusia. Beberapa tahun belakangan ini, berkaitan dengan tingginya kapital, biaya perawatan mesin, naiknya harga bahan bakar, harga komoditas pertanian yang cenderung turun, naiknya upah kerja, dan terutama adanya introduksi teknologi manajemen padang rumput (pasture) yang baru, banyak peternak yang tertarik untuk kembali menggunakan metoda penggembalaan dalam penyediaan hijauan pakan ternak.

Dari sudut pandang ekonomis dewasa ini, produksi ternak membutuhkan manajemen yang hati hati serta utilisasi penuh dari sebuah padang rumput. Peternak sebaiknya memperlakukan padang rumput mereka dengan baik sebagaimana petani memperlakukan tanaman hijauan pakan ternak lain seperti jagung atau rumput gajah. Manajemen padang rumput yang baik dapat meningkatkan produktivitas ternak ditinjau dari sisi pertambahan berat badan (liveweight gains) atau produksi susu sejalan dengan penurunan biaya dalam penyediaan energi dan protein bagi ternak.
Andre Voisin, seorang fisolog tanaman yang bertani di Normandy, Prancis menyadari bahwa kebutuhan dan perlakuan pada ternak maupun pada tanaman sama pentingnya. Beliau kemudian membuat sebuah metoda manajemen pasture secara intensif yang dikenal dengan nama Manajemen penggembalaan ala Voisin (Voisin Rotational Grazing). Metoda ini sangat memperhatikan kesempatan yang diberikan pada tanaman untuk ber-fotosintesis dan kembali melengkapi persediaan makanan akan tetapi tanpa mengurangi kebutuhan nutrisi dari ternak yang digembala.Manajemen penggembalaan ini sudah digunakan secara luas di Selandia Baru dan Eropa yang mana memperlihatkan hasil dalam peningkatan produktivitas dan keuntungan.

Di beberapa bagian daerah subtropis, seperti di Northeast, rumput biasanya mulai tumbuh di bulan April dimana suhu tanah dan panjang hari bertambah menyebabkan pertumbuhan rumput pun meningkat dan mencapai puncaknya pada akhir Mei atau awal Juni. Dari sana, pertumbuhan rumput mulai melambat sampai pada akhir Agustus atau awal September dimana hujan mulai turun dan suhu yang relatif lebih dingin kembali memacu pertumbuhan. Namun keadaan ini di ikuti kembali oleh penurunan pertumbuhan secara gradual sampai tanaman menjadi dormant (tidur panjang) di musim salju. Seperti juga rumput, keluarga legume (clover, alfalfa) secara umum mengalami terlambat tumbuh, baru pada akhir musim semi jenis legume ini mulai menampakkan tunas dan daun hijaunya, sepanjang musim panas, legume dapat bertahan baru kemudian berhenti tumbuh bahkan mati pada awal musim gugur.

Dr. Ray Brogham dari Grassland Research Division, Selandia Baru menyatakan bahwa peternak padang rumput yang sukses adalah yang mengerti dan memahami kurva pertumbuhan rumput serta berhasil melakukan manajemen terhadap suprplus produksi rumput pada saat pertumbuhan pesat.

Hal ini dapat dilakukan dengan pemilihan waktu yang tepat untuk proses kelahiran dan pertumbuhan pedet sehingga kebutuhan nutrisi dari ternak mencapai puncaknya berbarengan dengan pertumbuhan rumput yang sedang pesat pesatnya. Misalnya dengan mengolah hijauan yang berlebih pada musim hujan sebagai silase atau hay sebagai cadangan pakan di musim paceklik, membeli ternak tambahan untuk menghabiskan persediaan rumput (dan menjual ternak tersebut ketika rumput berkurang), atau dengan memanen padang rumput ketika pertumbuhan mencapai sekitar 15 cm sampai 20 cm dan membiarkannya di padang sebagai tambahan nutrisi bagi tanaman tersebut.

3S Sebagai Kunci Sukses

o Soil Fertility - Kesuburan Tanah
Kebanyakan rumput dan legume tumbuh pada tingkat pH diatas 6.0. Sedangkan tingkat fosfor, potasium, kalsium dan magnesium sebaiknya pada tingkat menengah. Fosfor pada tingkat yang tinggi lebih diinginkan oleh Clover/Legume untuk memacu pertumbuhan. Selain unsur unsur utama diatas, ke 12 unsur mikro lain juga sangat dibutuhkan untuk pertumbuhan pasture dan pemenuhan kebutuhan ternak. Namun secara umum pemenuhan mineral bagi ternak tetap akan lebih praktis apabila mineral diberikan dalam bentuk suplemen ternak, daripada dengan melakukan treatment tidak langsung pada rumput/pasture.
Pemberian urea sebagai pupuk dasar dapat dilakukan pada rasio (+- 40kg / ha) segera setelah anda mendapat akses ke padang rumput, setelah musim salju. 40kg lagi diberikan pada awal agustus untuk memacu dan membantu pertumbuhan yang melambat. Sedangkan waktu terbaik untuk memberikan kapur, fosfor dan potasium adalah sebelum akhir agustus. Selain itu, abu kayu juga merupakan salah satu alternatif yang murah untuk meningkatkan level pH dan potasium dalam tanah.

o Species of plants - Jenis Tumbuhan
Jenis tanaman di padang rumput adalah hal yang dinamis dan selalu berubah ubah. Proporsi dari sebuah padang rumput akan tergantung pada temperatur, kelembaban, kesuburan, hama, mikroorganisme, dan yang paling penting, manajemen cahaya (matahari).
Tanaman membutuhkan cahaya matahari untuk membuat dan menyimpan karbohidrat yang diperlukan oleh proses fotosintesis. Karena cahaya matahari tidak dapat disimpan, tanaman harus berkompetisi dengan tanaman lain untuk bisa mendapatkan cahaya. Hal ini memberikan keuntungan bagi tanaman yang tumbuh lebih tinggi, yang mana daun dan batangnya membuat kanopi untuk menangkap sinar matahari sebelum dapat ditangkap oleh tanaman yang lebih rendah. Pada beberapa lokasi di negara subtropis, spesies tanaman yang rendah (dibandingkan gulma atau tanaman lain) lebih diinginkan sebagai tanaman padang rumput. Hal ini dimaksudkan apabila gulma dan tanaman lain lebih rendah daripada tanaman rumput, mereka tidak akan sempat di makan oleh ternak, sehingga dalam waktu yang tidak terlalu lama, gulma gulma ini akan mendominasi padang rumput dan pada gilirannya dapat mengusir tanaman yang lebih produktif dan lebih diinginkan.
Spesies tanaman yang berbeda memiliki mekanisme penyembuhan / tumbuh kembali yang berbeda, oleh karenanya anda harus mengidentifikasi jenis tanaman yang ada di padang rumput anda sehingga akhirnya dapat menentukan jenis tanaman yang anda inginkan.

o Stock control - Pengendalian Penggembalaan Ternak
Ada dua jenis stock control yang biasa diterapkan, set stocking dan rotational. Set stocking adalah sebuah sistem dimana sejumlah ternak di gembalakan pada sebuah area padang rumput secara terus menerus. Dengan cara ini, produktivitas individu ternak akan tinggi, terutama pada saat dimana pertumbuhan rumput mencapai puncaknya, akan tetapi jumlah produksi per hektar dari rumput tersebut biasanya tergolong rendah. Dengan sistem ini, secara natural, ternak akan memilih pakan hijauan yang menurut dia paling baik.
Kecenderungannya adalah rumput dan hijauan yang disukai ternak lama kelamaan populasinya berkurang karena tidak memiliki kesempatan untuk ber fotosintesa (karena tidak memiliki cukup permukaan daun). Hasilnya nutrisi yang disimpan oleh akar berkurang, tumbuhan mati, dan pada akhirnya menyebabkan padang rumput menjadi ditumbuhi gulma dan tidak produktif.
Alternatif yang lain adalah penggembalaan berotasi (rotational grazing). Namun rotational grazing adalah sebuah terminologi yang terlalu umum. Salah satu teknik rotational grazing yang diakui paling maju, dibuat dan diterapkan oleh Andre Voisin. Dia menyebut ‘Rotational Grazing’ karena pemberian rumput pasture disesuaikan dengan kebutuhan ternak dan sementara itu menjaga juga agar rumput tidak di sampai habis dimakan ternak (over graze). Selanjutnya metoda ini disebut “Voisin Grazing Management

Kunci dari Voisin Grazing Management adalah melakukan kontrol terhadap kapan dan berapa lama ternak dapat merumput di padang rumput tersebut. Hal ini dapat dilakukan dengan membagi keseluruhan area menjadi paddock yang lebih kecil. Teknik ini menjadi lebih praktis dan ekonomis melalui introduksi dan pengembangan teknologi pagar elektris.

Tujuan dari pembuatan paddock adalah: 1. Untuk mendapatkan jumlah paddock yang cukup untuk dapat menumbuhkan kembali tanaman rumput sampai ketinggian sekitar 6 – 8 inch (15 – 20 cm) sebelum ternak dimasukkan.
2. Untuk mendapatkan paddock dengan jumlah hijauan yang cukup untuk memenuhi kebutuhan ternak dari jangka waktu 12 jam sampai tidak lebih dari 7 hari.

Keputusan yang paling penting adalah berapa jumlah paddock yang dibutuhkan. Penentuan keputusan ini berdasarkan pada tiga faktor:
1. Waktu istirahat (rest time) antar siklus grazing
2. Waktu yang dibutuhkan ternak untuk merumput di lahan tersebut (lama gembala), dan
3. Jumlah grup ternak.

Pertama, estimasi jumlah hari yang dibutuhkan untuk tanaman ber-istirahat dan tumbuh di masa pertumbuhan yang paling lambat. Harap diingat, bahwa pada masa pertumbuhan yang paling pesat, hanya dibutuhkan setengah dari jumlah paddock.
Selanjutnya, estimasi periode grazing yang akan diterapkan, dan apakah grup ternak akan terdiri dari hanya satu atau dua grup ternak.
Perlu di ingat juga, makin singkat periode grazing, makin baik untuk pertumbuhan tanaman dan produktivitas ternak. Sebagai contoh, sapi laktasi yang berproduksi tinggi, sebaiknya di rotasi setiap 12 jam untuk performa ternak yang maksimal. Heifer (sapi muda, dara) yang sedang tumbuh sebaiknya di rotasi setiap 3 atau 4 hari. Sapi kering dapat di rotasi sekurangnya satu minggu sekali. Bagaimanapun, jangan menggembalakan ternak lebih lama dari 7 hari untuk menghindari ternak memakan rumput yang sedang dalam masa recovery / pertumbuhan.

Kelompok grazing biasanya terbagi dalam 2 bagian: high performance group, biasanya kelompok laktasi atau ternak yang sedang tumbuh, dan maintenance group, biasanya terdiri dari ternak dewasa tidak laktasi. Kelompok high performance diperbolehkan digembalakan terlebih dahulu untuk kemudian segera di ikuti oleh maintenance group untuk menyelesaikan hijauan yang ada. Jumlah waktu yang dibutuhkan sebaiknya tetap tidak melebihi 7 hari.

Ketika anda telah menentukan ketiga faktor diatas, anda dapat dengan mudah meng estimasi jumlah paddock yang dibutuhkan. Sebagai contoh, mari kita asumsikan anda adalah seorang peternak sapi perah. Kita estimasi waktu istirahat (rest period) yang dibutuhkan adalah 40 hari, lama gembala (length of stay) 1 hari, dan anda memiliki 2 grup ternak. Maka kalkulasinya adalah:

Waktu istirahat, 40 hari, dibagi dengan lama gembala, 1 hari, ditambah jumlah grup ternak, 2 grup, akan menghasilkan 42 paddock ((40 ÷ 1) + 2 = 42). Jumlah ini adalah jumlah maksimum paddock yang dibutuhkan. Jangan takut dulu, 42 paddock kedengarannya seperti jumlah yang sangat banyak, tapi paddock seperti ini dapat kita set up dengan mudah dan murah dengan menggunakan pagar elektrik. Dengan demikian, target anda sebagai peternak sapi perah adalah mempunyai sekurangnya 20 paddock. Jumlah ini dapat dengan mudah kita bagi (dengan metoda temporary electric fencing) menjadi 40 paddock pada penggembalaan di musim kemarau (late summer and fall grazing). Ingat selalu, bahwa memiliki paddock yang banyak lebih baik daripada memiliki sedikit paddock.


( Waktu Istirahat / Lama Gembala ) + Grup Ternak = Jumlah Paddock yang Dibutuhkan

Sebagai contoh lain, mari kita asumsikan bahwa anda adalah peternak ‘part timer’ yang memiliki beberapa ekor sapi pedaging atau mungkin sedikit kuda, sehingga anda hanya menginginkan pemindahan ternak seminggu sekali pada akhir pekan. Kita asumsikan waktu istirahat maksimum tetap sama, 40 hari, lama gembala menjadi 7 hari, dan jumlah grup ternak hanya satu. Maka kalkulasinya sekarang menjadi 40÷7+1=7 paddock. Dalam hal ini anda dapat membuat 4 paddock yang cukup permanen untuk kemudian anda dapat membagi bagi paddock tersebut pada periode dimana pertumbuhan rumput melambat untuk mendapatkan jumlah antara 7 atau 8 paddock.

Ukuran Paddock
Penentuan ukuran dari sebuah paddock tidaklah sekritis penentuan waktu istirahat. Yang lebih penting untuk di ingat mengenai ukuran paddock adalah, masing masing paddock anda sebaiknya memiliki jumlah hijauan yang relatif sama. Hal ini berarti, paddock yang berada di lokasi yang memiliki irigasi yang cukup dan tanah yang subur dapat memproduksi hijauan sampai dua kali lipat dibandingkan paddock yang berbatu atau kurang subur. Sehingga paddock pada kondisi yang baik cukup setengah dari ukuran pada kondisi yang kurang baik.
Anda dapat secara kasar menghitung ukuran paddock dengan menentukan berapa banyak produksi bahan kering (dry matter) hijauan dari padang rumput yang anda miliki. Akan sangat baik untuk melakukan desain paddock diatas kertas terlebih dahulu. Cobalah untuk membuat paddock anda se bujur sangkar mungkin, karena paddock yang bujur sangkar (panjang ke-empat sisinya sama) membutuhkan pagar yang lebih pendek daripada paddock persegi. Juga harap di ingat, produksi bahan kering sangat berkaitan dengan daya dukung (carrying capacity) dari paddock tersebut.


Apabila tidak menyulitkan, tempatkan pintu/lawang di tempat yang lebih rendah, hal ini disebabkan ternak cenderung bergerak secara natural ke arah yang lebih rendah. Buatkan jalur tengah yang menghubungkan antar paddock, sehingga akses ternak ataupun anda sendiri dapat bergerak dengan mudah.
Manakala kolam ataupun sungai tidak tersedia, buatkan jalur untuk memudahkan akses ternak ke sumber air, atau gunakan selang plastik untuk mendistribusikan air ke setiap paddock. Jangan membuat desain paddock berbentuk segi tiga yang menyebar dari titik sumber air. Desain seperti ini membuat nutrisi tanah cenderung berpindah dari bagian luar paddock ke area tengah, selain juga meningkatkan frekuensi injak pada bagian yang sempit yang pada akhirnya semua mengarah pada degradasi lapangan rumput.
Manajemen Grazing ala Voisin adalah metoda penggembalaan yang efektif, namun tingkat kesuksesan metoda ini sangat tergantung pada manajemen yang handal, observasi detail mengenai kondisi padang rumput, pengertian yang solid mengenai prinsip prinsip pertumbuhan tanamanan, apresiasi terhadap interaksi tanah-tumbuhan-ternak serta kemampuan untuk beradaptasi terhadap sistem biologi yang dinamis.
Unique visitor stumbled upon this site since 27 Dec 2005: people(s)