ArtikelMay 2, 2007 10:28 pm

Seri ketiga artikel tentang yogurt ini merupakan lanjutan dari seri sebelumnya. Bila belum membacanya silahkan tengok dahulu dokumen tersebut agar kita mengerti apa dan bagaimana si susu fermentasi ini. Bagian 1 tentang sejarah yogurt dan Bagian 2 tentang mikrobiologi pada susu.

Kali ini Mamang mencoba menuliskan pengalaman membuat yogurt. Langkah-langkah yang dilakukan disini hanya merupakan panduan umum saja, kita dapat (dan seharusnya) melakukan improvisasi sendiri tergantung selera. Percobaan pembuatan yogurt ini dilakukan sekitar akhir tahun 2005 dan baru sekarang sempat di dokumentasikan dalam artikel, jadi mohon maaf bila ada tulisan yang kurang akurat dan foto-foto juga tidak lengkap menggambarkan setiap langkah.

Kritik/tanggapan silahkan dilayangkan.

Yogurt Bagian 3: Yuk bikin Yogurt!

Copyright (c) 2007 Manglayang Farm.
Permission is granted to copy, distribute and/or modify this document under the terms of the GNU Free Documentation License, Version 1.2 or any later version published by the Free Software Foundation; with no Invariant Sections, no Front-Cover Texts, and no Back-Cover Texts.

Author: Mang Layang

Pendahuluan

Membuat yogurt bukanlah pengetahuan yang rumit dan sulit, tidak seperti bikin roket atau pesawat terbang J. Yang kita butuhkan hanya sedikit kesabaran dan kemauan untuk terus mencoba. Biar gak terlalu panjang, yuk kita ikutin ceritanya.

Alat dan Bahan

Apa saja sih yang dibutuhkan untuk membuat Yogurt ?. Alat-alatnya sama sekali ngga rumit dan sebagian besar bisa kita pinjam dari dapur di rumah kita. Tapi jangan lupa setelahnya dibersihkan ya, bisa diamuk sama Ibu kalo engga.

baca seluruh artikel >>>

ArtikelApril 2, 2007 10:21 pm

Daun Kudzu

Daun Ranum Kudzu

Tidak terasa sudah 3 bulan lebih kami tidak menulis lagi di blog Manglayang ini. Maaf bukan melupakan para pembaca setia Manglayang Farm Online, namun karena terbatasnya waktu dan kesempatan untuk menulis, selain juga bingung memilih bahan-bahan tulisan yang demikian banyak :) . Baiklah, tulisan kali ini akan bercerita sedikit mengenai kunjungan kami ke satu daerah di kaki Gunung Parang, Plered Kabupaten Purwakarta untuk melihat percobaan  pengembangan tanaman Kudzu (Pueraria montana var. lobata) .

SEJARAH KUDZU

Nama Kudzu ini mungkin agak asing terdengar di telinga kita, ya Kudzu merupakan tanaman merambat tahunan yang berasal dari daerah selatan Jepang dan China. Masuk pertama kali ke Amerika Serikat dari Jepang pada tahun 1876 karena dibawa oleh pemerintah Jepang yang sedang membuat taman di Philladelphia, Pennysylvania sebagai penghargaan untuk ulang tahun Amerika yang ke-100 tahun (The Amazing Story of Kudzu).
baca seluruh artikel >>>

ArtikelDecember 4, 2006 3:35 am

Copyright (c) 2006 Manglayang Farm.
Permission is granted to copy, distribute and/or modify this document under the terms of the GNU Free Documentation License, Version 1.2 or any later version published by the Free Software Foundation; with no Invariant Sections, no Front-Cover Texts, and no Back-Cover Texts.

Pengantar
KCT (Kenal, Cegah dan Tangkal) adalah seri artikel kesehatan ternak. Seri artikel ini dibuat bukan untuk mengajari pembacanya, namun lebih kepada dokumentasi dan exercise dari hasil pengamatan dan eksplorasi literatur yang dilakukan oleh penulis.
Dengan membaca artikel ini, anda setuju bahwa segala resiko yang mungkin terjadi ketika anda memutuskan untuk mengikuti arahan atau petunjuk dalam artikel ini menjadi tanggung jawab anda sendiri.
Saran, kritik dan ide, terbuka untuk dilontarkan.

Rumen Sapi

Apakah Kembung/Timpani/Bloat ?
Selain diare, penyakit kembung merupakan salah satu penyakit yang sering menyerang ternak ruminansia terutama sapi dan domba. Meskipun terlihat sepele, sebaiknya kita selalu waspada, karena pada kasus yang berat dapat berakibat fatal dan kematian pada ternak. Ada beberapa jenis kembung, namun yang akan lebih banyak diungkap disini adalah kembung pada perut rumen (rumen bloat). Jenis lainnya adalah abomasum bloat yang seringkali lebih fatal namun jarang terjadi pada sapi dewasa.
baca seluruh artikel >>>

ScrapbookOctober 17, 2006 8:57 pm

Silase Sorghum
Silase Sorghum (Sorghum bicolor, L. moench)

Ada pembaca yang bertanya mengenai cara menentukan kandungan bahan kering (dry matter ; DM) dari suatu bahan (lihat link ini). Kami mencoba menguraikannya disini.

Cara yang disampaikan dibawah ini merupakan cara-cara yang sederhana dan dapat digunakan langsung di lapangan. Biasanya digunakan untuk menentukan secara cepat kualitas dari produk silase. Teknik yang digunakan adalah teknik peras (squeeze).

Ambil bahan yang akan diestimasi dengan menggunakan kedua tangan, gumpalkan dengan lembut dan peras/tekan. Bila anda mendapatkan:

  • Air mengucur keluar hanya dengan perasan yang lembut. Bahan kering < 20%.
  • Air mengucur keluar dengan perasan yang cukup keras. Bahan kering sekitar 25%.
  • Air mengalir keluar dari sela-sela jari tangan, tangan anda menjadi basah. Bahan kering sekitar 30%.
  • Tidak ada air yang keluar, tapi tangan anda menjadi basah. Bahan kering sekitar 35%.
  • Tangan anda berembun. Bahan kering sekitar 40%.
  • Tangan anda hanya terasa sedikit lembab. Bahan kering sekitar 45%.
  • Tangan anda benar-benar kering. Bahan kering diatas 45%.

Untuk sekedar mengestimasi, tentu dengan memperbanyak latihan, panduan diatas dapat menjadi acuan. Selamat mencoba.

BeritaJune 6, 2006 1:30 pm

Sawah Menghijau Menghadapi Musim Panen di daerah Jetis Kab. Bantul.
Sawah Menghijau Menghadapi Musim Panen di daerah Jetis Kab. Bantul.
Latar Belakang: Rumah Yang Roboh Dihantam Gempa 5.9 SR

Mohon maaf bagi para pengunjung dan rekan rekan yang sharing di kolom komentar Manglayang Farm Online bila pertanyaan atau komentarnya belum di respon. Dalam beberapa hari kemarin kami masih berada di Yogyakarta untuk melakukan sedikit kegiatan yang berkaitan dengan bencana gempa yang melanda daerah tersebut.

Sekedar sharing, kami sempat mengobrol dengan beberapa orang peternak lokal di daerah Kabupaten Bantul yang menceritakan kisah kisah mengenai kondisi hewan ternak mereka paska bencana. Ternyata selain korban manusia, korban ternak pun cukup banyak. Ada peternak yang dengan mata berkaca kaca bercerita bahwa dia baru saja menguburkan satu ekor sapi (yang berharga 5 juta-an) yang terkena jatuhan puing kandang, dan satu ekor lagi di potong paksa setelah kakinya patah. Untungnya, sapi tersebut masih dapat berguna bagi manusia karena dagingnya bisa dibagikan dan dimakan oleh orang orang sekampung.

Mengingat sebagian besar warga Kabupaten Bantul adalah petani dan peternak, perlu kiranya dilakukan dorongan agar saudara saudara kita tidak terus terlena dengan kondisi bencana dan arus bantuan yang mengalir. Ternak tetap harus makan, sawah tetap harus disiangi, roda kehidupan harus kembali berputar. Mari kita bangun kembali Yogyakarta.

Manglayang Farm Online turut belasungkawa terhadap semua korban dan kehilangan harta benda akibat bencana gempa tersebut. Mudah mudahan kita semua bisa mengambil hikmah dari peristiwa ini. Amin.

ArtikelMay 25, 2006 2:39 am

Lanjutan dari bagian pertama
dari seri artikel Serba Serbi Pengolahan Susu: Mengenal Yogurt ini adalah mengenai mikrobiologi pada susu dan sedikit ulasan mengenai kultur starter yogurt serta probiotik.
Artikel ini dibuat dan dipublikasi oleh Manglayang Farm Online.
Mohon maaf bila ada kesalahan. Koreksi dan kritik silahkan dilayangkan pada kami.

Silahkan ambil minuman dan penganan anda, dan selamat membaca.

Home Made Yogurt
Yogurt, dipasteurisasi dan difermentasi didalam toples gelas.

Bagian 2
Mikrobiologi Susu dan Yogurt Starter
oleh: Manglayang Farm

Copyright (c) 2006 Manglayang Farm.
Permission is granted to copy, distribute and/or modify this document under the terms of the GNU Free Documentation License, Version 1.2 or any later version published by the Free Software Foundation; with no Invariant Sections, no Front-Cover Texts, and no Back-Cover Texts.

Pengantar

Mikroorganisme adalah sebuah organisme kehidupan yang terlalu kecil untuk dilihat dengan mata telanjang. Ukuran yang digunakan untuk mikroorganisme adalah mikrometer (µ m); 1 µ m = 0.001 milimeter; 1 nanometer (nm) = 0.001 µ m.
Mikroorganisme dapat ditemukan dimana mana dan sangat berperan dalam semua kehidupan di muka bumi. Kaitannya dengan makanan, mereka dapat menyebabkan atau mencegah pembusukan, atau bahkan menyebabkan kita sakit.
Mikroorganisme dapat dibagi menjadi beberapa kelas, diantaranya adalah bakteri, fungi dan virus.
Susu, ketika di sekresi di dalam ambing ternak berada dalam keadaan yang steril. Namun ketika dalam perjalanan dari ambing menuju puting, bahkan sebelum susu keluar dari puting, susu sudah terkontaminasi oleh sedikit bakteri yang tinggal di dalam puting (apalagi jika puting tersebut kurang diperhatikan kebersihannya).
Walaupun demikian kontaminasi pada tahap ini boleh dibilang sangat sedikit dan masih terbilang aman, terkecuali apabila sapi menderita penyakit yang disebabkan oleh mikroorganisme seperti Mastitis.
Oleh sebab itu, mikroorganisme dan kontaminasinya memiliki peran yang sangat penting dalam proses pembuatan dan pengolahan susu.
baca seluruh artikel >>>

ScrapbookApril 21, 2006 11:36 pm

Dokumentasi mengenai istilah bahan pakan ternak yang didapat dari hasil ikutan pengolahan dan industri pangan (industrial by-product) dari bahan nabati. Catatan ini mengulas dedak padi, dedak jagung, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, dan onggok (ampas ketela pohon).

Dokumentasi ini telah disadur, ditambahkan tanpa mengubah maksud dan disesuaikan untuk tampilan digital tanpa izin oleh Manglayang Farm Online dari publikasi berjudul “Bahan Makanan Penguat (KONSENTRAT)” terbitan Departemen Pertanian cq. Balai Informasi Pertanian Ungaran 1984 - 1985.

DEDAK PADI

Dedak padi (hu’ut dalam bahasa sunda) merupakan hasil sisa dari penumbukan atau penggilingan gabah padi. Dedak tersusun dari tiga bagian yang masing masing berbeda kandungan zatnya.
Ketiga bagian tersebut adalah:
baca seluruh artikel >>>

ArtikelApril 6, 2006 12:24 am

Copyright (c) 2006 Manglayang Farm.
Permission is granted to copy, distribute and/or modify this document under the terms of the GNU Free Documentation License, Version 1.2 or any later version published by the Free Software Foundation; with no Invariant Sections, no Front-Cover Texts, and no Back-Cover Texts.

Pedet rawan terkena diare
Pedet rawan terkena diare

KCT (Kenal, Cegah dan Tangkal) adalah seri artikel medis untuk ternak. Seri artikel ini dibuat bukan untuk mengajari pembacanya, namun lebih kepada dokumentasi dan exercise dari hasil pengamatan dan eksplorasi literatur yang dilakukan oleh penulis.
Dengan membaca artikel ini, anda setuju bahwa segala resiko yang mungkin terjadi ketika anda memutuskan untuk mengikuti arahan atau petunjuk dalam artikel ini menjadi tanggung jawab anda sendiri.
Saran, kritik dan ide, terbuka untuk dilontarkan.

Apa dan Bagaimana Diare pada Pedet ?

Diare merupakan sebuah kata umum yang digunakan untuk menggambarkan keadaan sapi yang mengalami sakit mencret. Diare pada ternak khususnya sapi bukan merupakan sebuah penyakit, tapi lebih merupakan tanda atau gejala klinis dari sebuah penyakit yang lebih komplek yang bisa disebabkan oleh berbagai hal.

Diare pada ternak, seperti pada manusia, dapat terjadi ketika pergerakan cairan tubuh dalam sistem pencernaan mengalami gangguan. Biasanya selalu berakibat kehilangan cairan atau dehidrasi. Cairan tubuh yang keluar ini juga membawa serta garam garam mineral atau elektrolit. Sayangnya, kehilangan ini akan merubah keseimbangan kimiawi tubuh yang pada akhirnya akan menimbulkan stress dan depresi, yang dapat berujung pada kematian. Rehidrasi, sebuah terapi pada ternak dengan memberikan air dan suplemen elektrolit dapat membantu meredakan efek diare dan memulihkan keseimbangan tersebut.

Secara umum, diare dibagi dua kategori, diare yang dibebabkan oleh ketidakseimbangan nutrisi (non-infeksius) dan diare yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme.
baca seluruh artikel >>>

ScrapbookMarch 14, 2006 11:48 am

Wallpaper Manajemen Pembesaran Sapi Perah Muda
Poster Manajemen Pembesaran Sapi Perah Muda. (1024x768).

Poster ini merupakan salinan dari publikasi Dirjen Peternakan cq. Dinas Peternakan Propinsi DT. I Jawa Barat bekerja sama dengan Japan International Cooperation Agency (JICA).
Kami menggambar ulang dokumen ini untuk dokumentasi internal. Tapi karena ada permintaan dari pembaca Manglayang Farm Online, kami mempublikasikan dokumen ini untuk umum (yang kami yakin, bahwa dokumen ini memang konsumsi umum, terutama masyarakat peternak sapi perah).

Semoga bermanfaat.

ArtikelMarch 6, 2006 1:06 am

Copyright (c) 2006 Manglayang Farm.
Permission is granted to copy, distribute and/or modify this document under the terms of the GNU Free Documentation License, Version 1.2 or any later version published by the Free Software Foundation; with no Invariant Sections, no Front-Cover Texts, and no Back-Cover Texts.

G. sepium sedang berbunga
Gamal (Gliricidia sepium) sedang berbunga.

Taksonomi
Famili: Fabaceae (Papilionoideae)
Sinonim: Gliricidia lambii Fernald, G. maculata var. multijuga Micheli, Lonchocarpus roseus (Miller) DC., L. sepium (Jacq.) DC., Millettia luzonensis A. Gray, Robinia rosea Miller, R. sepium Jacq., R. variegata Schltdl.

Nama lokal
Gamal (Indonesia), Liriksida, liriksidia, Wit Sepiung (Jateng), Johar Gembiro Loka (DIY). Jawa Timur: Kelorwono, Joharlimo, Johar Bogor. Sunda: Cebreng, Cepbyer (Jabar), Kalikiria (Ciamis), Angrum (Garut).

Nama Lain
Mother of cocoa, Quick stick (Inggris), Filipina: Balok-balok (Tagalog), Apatot (Bikol), Kukuwatit (Pangasinan). Laos: Kh’è:nooyz, khê falangx. Thailand: Khae-farang. Vietnam: Anh dào gi’a, sát thu, hông mai. Nicaraguan cocoa shade, cacahuananche, madre de cacao (Guatemala), madriado (Honduras), madricacao, mata ratÓn, mataratÓn, madera negro.

Kerabat
Dua jenis lain dari genus ini adalah G.brennigii dan G. maculata. Hanya G. sepium yang tumbuh di luar sebaran alaminya di Amerika tropika. G. sepium dibedakan dengan dua jenis lainnya dari susunan bunga yang tegak, bunga merah muda, dan ujung helai daun meruncing. Sedangkan G. maculata bunganya berwarna putih dengan polong dan biji yang sedikit lebih kecil dari G. sepium.
Hibrid buatan G. maculata dan G. sepium telah dilakukan, tetapi belum dipastikan hibridisasi terjadi secara alam. Hibridanya tidak potensial untuk penanaman. (Jurnal Informasi Singkat Benih, Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan, Desember 2002).

Distribusi
Gamal adalah pribumi di kawasan Pantai Pasifik Amerika Tengah yang bermusim kering. Ditemukan mulai dari permukaan laut hingga ketinggian 1200 meter. Akan tetapi, tumbuhan ini telah lama dibudidayakan dan bernaturalisasi di wilayah tropika Meksiko, Amerika Tengah, dan bagian utara Amerika Selatan, sampai pada ketinggian 1.500 m. Jenis ini juga telah diangkut ke wilayah Karibia dan kemudian ke Afrika Barat. Ia di introduksikan ke Filipina oleh orang Spanyol pada awal tahun 1600-an, dan ke Sri Lanka dalam abad ke-18l dari sana tumbuhan ini mencapai negara Asia lain, termasuk Indonesia (kira-kira tahun 1900), Malaysia, Thailand dan India.
Gamal diperkirakan masuk ke Indonesia untuk digunakan sebagai tanaman pelindung pada areal perkebunan di daerah Medan (Harian Umum Suara Karya, 19 Mei 1992).

baca seluruh artikel >>>

Unique visitor stumbled upon this site since 27 Dec 2005: people(s)