Artikel, Potret, KoleksiNovember 26, 2009 6:04 pm

Belum lama ini kami ‘bermain’ ke kebun di pakidulan, selain mencoba tanam beberapa jenis pohon kayu, disana kami menanam beberapa jenis rumput unggulan untuk pakan ternak.

Ternyata dibandingkan dengan penanaman di sekitar Bandung, wuih jauh sekali perbedaan tumbuhnya. 

Rumput dan tanaman-tanaman yang kami tanam di sana memiliki performa yang lebih baik dibandingkan di dataran tinggi di sekitar Bandung dan Cicalengka. Anakan rumput lebih banyak, daun lebih sehat dan segar. Perkiraan kami ini karena pemanasan dan nutrisi di tanah yang lebih baik, padahal kami tidak melakukan pemupukan intensif, pupuk sama saja dengan penanaman kami sebelumnya yaitu pupuk kandang kotoran sapi.

Rumput unggulan yang kami tanam diantaranya adalah:

Pennisetum purpureum cv. Mott

From Rumput dan Forage
baca seluruh artikel >>>

Artikel, ScrapbookSeptember 24, 2009 6:59 pm

DIY: High Tensile Smooth Wire Fence

Beberapa waktu yang lalu kami berkesempatan bergiat di wilayah Kawasan Konservasi Taman Buru Masigit Kareumbi (TBMK). Kegiatan kami disana untuk membantu pengelola kawasan dalam pembangunan pagar untuk penangkaran rusa.

Alkisah, pengelola kawasan TBMK merencanakan untuk memperluas area penangkaran rusa yang sebelumnya sudah ada disana. Dan menawarkan kepada kami untuk membantu melakukan perancangan sistem dan model kandang. Dengan senang hati (dan agak terburu-buru) tawaran ini serta merta kami iyakan dengan satu syarat. Bukan apa-apa, kebetulan kami sedang mencoba membuat sistem kandang untuk percobaan penggembalaan pada ayam dan tentu urat eksperimen kami cukup tertantang untuk mencoba pada skala yang lebih serius :) .

Syaratnya adalah pagar untuk penangkaran rusa itu dibuat dengan sistem yang dikenal dengan nama High Tensile Smooth Wire (HTSW).
Tulisan kali ini mungkin bertele-tele, tapi kami ingin sedikit bercerita mengenai proses yang kami lalui dalam rangka membuat pagar model HTSW.

baca seluruh artikel >>>

ScrapbookJuly 12, 2009 9:00 pm
Pemagaran padang gembala secara tradisional dengan bambu, from forage

Pada peternakan dengan model semi intensif, penggembalaan atau ranching, pagar atau pemagaran merupakan sebuah titik yang penting. Selain membatasi ternak dengan dunia luar, pagar juga dapat digunakan untuk melindungi sumber daya penting di dalam maupun di luar kawasan ternak seperti kebun rumput, kebun sayuran, sumber air, kawasan gudang dan kawasan-kawasan lain yang diharapkan tidak dijamah oleh ternak. Sekaligus pagar juga dibuat untuk melindungi ternak terhadap gangguan dari luar, seperti pencurian ternak ataupun serangan predator. Dengan pemagaran, seorang peternak dapat membuat sistem gang untuk memudahkan manajemen ternak.

Begitu banyak dan penting manfaat dari pagar, namun seringkali masalah ini tidak dilihat secara serius. Padahal investasi pagar ini boleh jadi merupakan investasi termahal setelah biaya pembelian ternak itu sendiri. Pada peternakan skala kecil, peternak memang jarang membutuhkan pagar karena ternak dipelihara secara intensif di dalam kandang. Namun berdasarkan kondisi di lapangan yang dirasakan oleh kami, pembangunan padang rumput dan penerapan metoda penggembalaan dirasakan sangat efisien dalam hal biaya pakan terutama untuk ternak yang sedang menunggu masa produksi seperti pedet remaja. Dengan manajemen padang penggembalaan (grazing area) yang baik, biaya pakan lebih dapat ditekan apabila dibandingkan dengan penanaman rumput pakan ternak secara monokultur dan pemeliharaan di dalam kandang (cut and carry system) seperti banyak diterapkan peternak skala rakyat di Jawa Barat.
baca seluruh artikel >>>

ProdukJune 13, 2009 11:33 am

Bekerja sama dengan penangkar benih di beberapa kawasan, kami menyediakan berbagai macam bibit dan benih pohon dan tanaman kehutanan. Benih yang tersedia baik biji maupun seedling di dalam polybag dapat berdasarkan pesanan dan ketersediaan sesuai musim.
Benih ini ditujukan kepada para kolektor tanaman kayu, peneliti, pemilik kebun yang ingin menghijaukan lahannya maupun program penanaman dan penghijauan di berbagai daerah.

Tidak semua tanamanyang daftarnya dapat dilihat pada tulisan di bawah ini tersedia stoknya. Untuk konfirmasi dan pemesanan silahkan menghubungi kami terlebih dahulu.

baca seluruh artikel >>>

Artikel, ScrapbookApril 17, 2009 12:54 pm
Kotak Inkubator
From Alat Pengeram Telur Sederhana

 

Artikel kali ini menceritakan tentang percobaan pembuatan alat pengeram telur sangat sederhana. Kami memerlukan alat ini untuk mencoba menetaskan telur burung Merak hijau (Pavo muticus).

Alat pengeram/ penetas telur atau egg incubator bertenaga listrik ini cukup sederhana dan mudah dibuat. Namun kami juga belum tahu apakah inkubator ini sukses menetaskan telur atau tidak karena penetasan telur itu ternyata memiliki beberapa faktor yang menentukan. Namun setidaknya prinsip-prinsip dasar penetasan telur coba kami terapkan pada alat sederhana ini dengan harapan kami bisa mulai belajar mengenai soal penetasan telur.

Artikel ini sekadar sebagai dokumentasi kegiatan yang telah dilakukan. Ada beberapa kekurangan dalam disain yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian yang sedang mencari informasi pembuatan pengeram. Hati-hati bila anda ingin membuatnya karena perangkat ini terhubung langsung dengan jala-jala listrik rumah yang bila tersetrum tentu rasanya tidak menyenangkan:)

Selamat membaca.

baca seluruh artikel >>>

BeritaDecember 16, 2008 7:36 pm

Apakah Masigit Kareumbi?

Masigit - Kareumbi adalah nama wilayah yang meliputi beberapa gunung disebelah utara Cicalengka, Jawa Barat yang termasuk ke dalam wilayah administrasi tiga kabupaten yaitu kabupaten Bandung, kabupaten Garut dan kabupaten Sumedang. Melalui surat keputsan  Menteri Pertanian, No 297/Kpts/Um/5/1976 tanggal 15 Mei 1976 kawasan seluas 12.420,70 Ha ini telah ditunjuk sebagai Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBMK).
Sejak akhir 2008, berdasarkan surat keputusan bersama antara Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam, BKSDA Jabar dan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, Wanadri, TBMK dikelola secara kemitraan. Untuk keperluan pengaturan dan administrasi, maka dibentuklah tim yang disebut tim Manajemen Pengelola Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi.

Kenapa Masigit Kareumbi?

Kawasan Masigit Kareumbi merupakan hulu dan mata air dari beberapa anak sungai yang bermuara ke sungai Citarum. Sungai Citarum sendiri adalah sungai besar yang berhulu di gunung Wayang, kabupaten Bandung. Aliran Citarum membelah kota Bandung dan bermuara di Muaragembong, Bekasi. Sungai dengan panjang 269 km ini menjadi sungai yang sangat penting, tidak saja bagi Jawa Barat namun juga nasional. Citarum memiliki peran yang kritis. Tiga PLTA besar, Jatiluhur, Cirata dan Saguling mengandalkan sungai ini untuk kelangsungan pembangkit listriknya. Demikian juga sekira 11 juta jiwa yang berdiam di sepanjang DAS Citarum.
Tidak berlebihan kiranya bila dikatakan bahwa terdegradasinya kawasan Masigit Kareumbi memiliki peran terhadap terjadinya berbagai bencana di kawasan ini sekitar sungai Citarum.

Apa itu Wali Pohon?

Kegiatan Wali Pohon Masigit Kareumbi membuka ruang kepada publik dan khalayak umum untuk dapat berperan aktif dalam kegiatan konservasi lingkungan di wilayah ini sebagai orang tua asuh dari pohon yang ditanam. Selayaknya orang tua asuh maka berkewajiban untuk membiayai setiap pohon yang menjadi anaknya, sampai pohon dapat hidup mandiri.

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan unduh beberapa dokumen Wali Pohon Masigit - Kareumbi.

 

ScrapbookNovember 20, 2008 1:25 pm


Poster Standar Pemberian Pakan Sapi Perah 

 Poster Standar Pemberian Pakan Sapi Perah (1024x654 pixels)

 

Pakan menurut kami menempati urutan tertinggi dalam prioritas kehidupan ternak. Makanan sehat maka badan kuat (dan produksi pun diharapkan tinggi). Sehingga biaya pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam perawatan ternak. Pengalaman kami komposisi biaya pakan dari seluruh biaya pemeliharaan seringkali bisa lebih dari 70%.

Poster ini, sama dengan poster sebelumnya, Poster Manajemen Pembesaran Sapi Perah Muda, juga bersumber dari publikasi hasil kerjasama Dinas Peternakan Jawa Barat dan JICA. 

ProdukOctober 15, 2008 1:03 pm

Bekerja sama dengan Kelompok Petani Pembibit di sekitar Gunung Kareumbi-Masigit saat ini kami tengah melakukan pembibitan beberapa jenis tanaman / pohon kayu.
Selain untuk kebutuhan penghijauan dan penanaman hutan rakyat di sekitar lokasi, bibit pohon ini juga dapat dibeli oleh masyarakat umum yang membutuhkan.

Untuk tahun ini baru sekitar 20 jenis pohon yang mulai kami bibitkan dan mudah-mudahan pada musim hujan yang sedang kita jelang ini, semua tanaman sudah siap tanam.

Mohon diperhatikan bahwa semua bibit yang disediakan ini berasal dari pembibitan masyarakat dan TIDAK DISERTIFIKASI. Berikut daftar tanaman yang ada di kebun pembibitan Kareumbi.

1.  Manglid (Manglietia glauca)
2.  Surian (Toona sureni)       
3.  Pinus (Pine merkusii)
4.  Puspa  (Scima wallichii)
5.  Kopi Kate / Kartika (Coffee arabica var. Kartika)
6.  Kopi Robusta (Cofee robusta)
7.  Alpukat (Persea americana)
8.  Kawung / aren / enau (Arenga pinnata)
9.  Salam (Eugenia polyantha)
10. Rasamala (Altingia excelsa)
11. Mahoni (Swietenia macrophylla)
12. Jati Putih (Gmelina arborea)
13. Afrika / Misobsis (Maesopsis eminii)
14. Tisuk (Hibiscus macrophyllus)
15. Pohon Kayu Rimba campuran

Daftar pohon beserta update gambar dan keterangan lain bisa dilihat di:
http://manglayang.blogsome.com/bibit-pohon-kareumbi-2008/

Bagi rekan-rekan yang akan melakukan penanaman pohon / penghijauan dan sekiranya membutuhkan bibit-bibit tanaman diatas dapat menghubungi kami.

 

ArtikelApril 15, 2008 1:04 am

Pengantar dari pengasuh Manglayang Farm Online

Tulisan ini dikirimkan melalui email ke alamat pengasuh, dan pesan beliau mohon namanya disamarkan saja apabila tulisan ini akan dimuat di blog atau milis. Tulisan ini sudah mengalami penyuntingan beberapa tanda baca dan kesalahan ketik (walaupun tidak menghilangkan semua kesalahan ketik).

Selamat membaca dan silahkan tuliskan komentar anda untuk opini ini.
 

SURAT PEMBACA: Konsep Pertanian Organik vs. Pabrikasi Pupuk Organik
oleh anonymous

Ketika membaca artikel kompos di blog Manglayang, saya teringat diskusi ngalor ngidul beberapa waktu lalu bersama seseorang yang merupakan teman sekaligus guru. Tidak terasa jari-jari menari diatas kibord komputer usang, menuliskan apa yang ada di kepala.

Tulisan ini sama sekali bukan bermaksud melakukan black campaign pada penjual atau pengusaha pupuk organik tapi hanya sekedar melontarkan opini dan pendapat pribadi.

Mari kita mulai saja.
baca seluruh artikel >>>

ArtikelOctober 21, 2007 9:06 pm

Pengantar dari Manglayang Farm Online

Seri artikel Teknologi Kompos yang cukup komprehensif ini dibuat oleh Kang Dardjat Kardin pada tahun 2005 dan merupakan seri dokumen Pelatihan Pertanian Berkelanjutan yang mengungkap teknologi dan cara pembuatan kompos dengan skala farm/kebun yang mengarah pada unit produksi kompos sebagai bisnis.

Meskipun demikian pada dasarnya prinsip-prinsip komposting adalah sama, sehingga prinsip dan teknologi yang dituliskan disini dapat juga diaplikasikan pada pembuatan kompos skala rumah tangga maupun skala yang lebih besar/pabrikan. Perbedaan signifikan hanya pada unsur kerumitan proses dan kuantitas serta ketersediaan bahan baku. Selamat membaca dan membuat kompos :)

Disclaimer

Editing, penyesuaian dokumen untuk format online, publikasi, gambar dan foto oleh Manglayang Farm Online. Naskah dipublikasikan atas seijin pemilik tulisan. Reduplikasi, redistribusi dan republikasi diperbolehkan selama mencantumkan pemilik artikel dan sumbernya.

Teknologi Kompos oleh Dardjat Kardin

update terakhir: 23 Oktober 2007 11:04 WIB

  1. Humus Sebagai Teladan Sumber Bahan Organik
  2. Teknologi Kompos
  3. Metoda Pembuatan Kompos
  4. Kunci Proses Pembuatan Kompos
  5. Standarisasi Pembuatan Kompos
  6. Ciri-Ciri Kompos Jadi
  7. Penyimpanan Kompos
  8. Keunggulan dan Kekurangan Kompos
  9. Pembuatan Kompos Yang Sederhana dan Praktis
    Penyiapan Bahan
    Penyiapan Alat
    Penyusunan Bahan Baku
    Mencampur Kompos
    Mengukur Temperatur
    Membalik Kompos
    Penyaringan
  10. Aktivator Kompos
  11. Contoh Jadwal Kegiatan Proses Pembuatan Kompos
  12. Cara Pemakaian dan Menghitung Kebutuhan Kompos

 Dardjat Kardin adalah praktisi pertanian berkelanjutan. Tinggal di Bandung.

Unique visitor stumbled upon this site since 27 Dec 2005: people(s)