KoleksiNovember 14, 2005 1:29 pm

Arachis pintoi dan rumput Lampung (Setaria spp.)
Arachis pintoi dan rumput Lampung (Setaria spp.)

Tanaman kacang kacangan (Leguminosae) merambat berbunga kuning yang merupakan saudara dari tanaman kacang tanah (Arachis hypogaea) ini memang sedang trend sebagai tanaman penutup tanah (cover crop) terutama digunakan dalam penataan taman dan landscaping.

Namun, sebetulnya tanaman ini memiliki potensi lain, yaitu sebagai hijauan pakan ternak (forage legume) dan pendukung kesuburan tanah melalui fiksasi nitrogen (N2).

Kami sedang mencoba kombinasi beberapa jenis rumput seperti BD (Brachiaria decumbens), African Star Grass (Cynodon nlemfluensis), berbagai kultivar rumput Gajah (Pennisetum purpureum), dan Rumput Lampung (Setaria spp.) dengan tanaman Arachis pintoi ini. Penanaman dilakukan di beberapa areal, baik areal penanaman rumput petik (crop), maupun di padang penggembalaan sapi (grazing area).

Sejauh ini fakta lapangan nampaknya menunjukkan Arachis pintoi lebih menyukai tempat yang teduh, ditandai dengan kesuburan dan ukuran daun yang lebih besar daripada penanaman yang dilakukan di tempat terbuka.

Sehingga apabila kacang Pintoi ini digunakan sebagai tanaman penutup pada lahan penanaman rumput petik jenis Gajah (P. purpureum), selain dapat mengurangi gulma yang tumbuh disekitar rumput petik, juga dapat meningkatkan kesuburan tanah melalui penangkapan nitrogen dari udara oleh bakteri pemfiksasi nitrogen yang bersimbiosis dengan tanaman Leguminosae seperti Rhizobium.

Salah satu kekurangan dari kacang Pintoi ini adalah tingkat pertumbuhannya di lahan marjinal yang kurang pesat bila dibandingkan gulma dan rumput liar. Sehingga pada beberapa plot penanaman, kacang Pintoi kalah berkompetisi dengan rumput alam dan rumput gajahan (Scherachne punctata ?). Hal ini ditandai dengan ukuran daun yang semakin kecil dan stolon yang pendek.

UPDATED 25/11/2005: Rumput gajahan yang dimaksud adalah Carpet grass (Axonopus compressus). Banyak ditanam sebagai rumput penutup taman, namun kurang disukai ternak ruminansia besar, kecuali kambing/domba, dan menjadi rumput penganggu di (gulma) padang penggembalaan Manglayang Farm.

KoleksiNovember 10, 2005 12:00 pm


Bunga Canola 

Canola adalah tanaman sub-tropis yang merupakan keturunan dan merupakan variasi genetik dari tanaman Rapeseed. Jenis tanaman ini ditanam untuk diambil bijinya sebagai bahan minyak sayur (vegetable oil), bahan baku pakan ternak, maupun biodiesel.

Canola di budidayakan pertama kali di Canada (itulah asal nama Canola, Canadian Oil) oleh Keith Downey dan Baldur Stefansson di tahun 1970.

Minyak Rapeseed mulai diproduksi pada abad ke sembilan belas sebagai sumber bahan baku pelumas mesin uap. Sayangnya karena kandungan glucosinolate yang tinggi, rasanya tidak enak. Minyak rapeseed ini ditenggarai juga sebagai penyebab masalah jantung dikarenakan kandungan asam erusik (erucic acid) yang tinggi, bagaimanapun, di kemudian hari para peneliti menemukan bahwa gejala yang sama juga ditunjukkan oleh tikus tikus percobaan di laboratorium ketika diberikan minyak lain dalam jumlah yang sama.
Canola di kembangkan untuk mengurangi tingkat glucosinolate dan asam erusik sehingga didapatkan minyak yang dapat dimakan.
Saat ini minyak canola sudah banyak terdapat di supermarket supermarket di kota besar.

Tanaman canola yang ada di gambar diatas tersebut penulis coba tanam dari biji yang didapat secara kebetulan di sebuah toko pakan hewan (Poultry Shop). Penanaman dilakukan di daerah Bandung pada ketinggian sekitar 710m dpl. Usia ketika mulai berbunga adalah sekitar 120 hari.

Nampaknya daun Canola ini sangat disenangi oleh ternak kelinci dan ulat (grapyak?). Terbukti, beberapa koleksi canola penulis hancur lebur di makan ulat dan kelinci :) .
Menurut data NRC, biji canola mengandung 20.5% protein (dry basis) dan bahan kering 89.9%.

Unique visitor stumbled upon this site since 27 Dec 2005: people(s)