ArtikelMarch 6, 2006 1:06 am

Copyright (c) 2006 Manglayang Farm.
Permission is granted to copy, distribute and/or modify this document under the terms of the GNU Free Documentation License, Version 1.2 or any later version published by the Free Software Foundation; with no Invariant Sections, no Front-Cover Texts, and no Back-Cover Texts.

G. sepium sedang berbunga
Gamal (Gliricidia sepium) sedang berbunga.

Taksonomi
Famili: Fabaceae (Papilionoideae)
Sinonim: Gliricidia lambii Fernald, G. maculata var. multijuga Micheli, Lonchocarpus roseus (Miller) DC., L. sepium (Jacq.) DC., Millettia luzonensis A. Gray, Robinia rosea Miller, R. sepium Jacq., R. variegata Schltdl.

Nama lokal
Gamal (Indonesia), Liriksida, liriksidia, Wit Sepiung (Jateng), Johar Gembiro Loka (DIY). Jawa Timur: Kelorwono, Joharlimo, Johar Bogor. Sunda: Cebreng, Cepbyer (Jabar), Kalikiria (Ciamis), Angrum (Garut).

Nama Lain
Mother of cocoa, Quick stick (Inggris), Filipina: Balok-balok (Tagalog), Apatot (Bikol), Kukuwatit (Pangasinan). Laos: Kh’è:nooyz, khê falangx. Thailand: Khae-farang. Vietnam: Anh dào gi’a, sát thu, hông mai. Nicaraguan cocoa shade, cacahuananche, madre de cacao (Guatemala), madriado (Honduras), madricacao, mata ratÓn, mataratÓn, madera negro.

Kerabat
Dua jenis lain dari genus ini adalah G.brennigii dan G. maculata. Hanya G. sepium yang tumbuh di luar sebaran alaminya di Amerika tropika. G. sepium dibedakan dengan dua jenis lainnya dari susunan bunga yang tegak, bunga merah muda, dan ujung helai daun meruncing. Sedangkan G. maculata bunganya berwarna putih dengan polong dan biji yang sedikit lebih kecil dari G. sepium.
Hibrid buatan G. maculata dan G. sepium telah dilakukan, tetapi belum dipastikan hibridisasi terjadi secara alam. Hibridanya tidak potensial untuk penanaman. (Jurnal Informasi Singkat Benih, Direktorat Perbenihan Tanaman Hutan, Desember 2002).

Distribusi
Gamal adalah pribumi di kawasan Pantai Pasifik Amerika Tengah yang bermusim kering. Ditemukan mulai dari permukaan laut hingga ketinggian 1200 meter. Akan tetapi, tumbuhan ini telah lama dibudidayakan dan bernaturalisasi di wilayah tropika Meksiko, Amerika Tengah, dan bagian utara Amerika Selatan, sampai pada ketinggian 1.500 m. Jenis ini juga telah diangkut ke wilayah Karibia dan kemudian ke Afrika Barat. Ia di introduksikan ke Filipina oleh orang Spanyol pada awal tahun 1600-an, dan ke Sri Lanka dalam abad ke-18l dari sana tumbuhan ini mencapai negara Asia lain, termasuk Indonesia (kira-kira tahun 1900), Malaysia, Thailand dan India.
Gamal diperkirakan masuk ke Indonesia untuk digunakan sebagai tanaman pelindung pada areal perkebunan di daerah Medan (Harian Umum Suara Karya, 19 Mei 1992).

baca seluruh artikel >>>

ArtikelDecember 31, 2005 2:20 am

Kombinasi Rumput Gajah King Grass (Pennisetum purpureum cv. King Grass) dan Areuy bulu (Pueraria phaseoloides) di desa Cimahi, kec. Caringin, kab. Garut.
Kombinasi Rumput Gajah King Grass dan
Areuy bulu (Pueraria phaseoloides) di desa Cimahi, kec. Caringin, kab. Garut.

Tulisan ini diadaptasi dan di sesuaikan untuk konsumsi publik dari publikasi internal “Manglayang Agribusiness Cooperative, ANALISA PENANAMAN RUMPUT GAJAH DI CIJAYANA, Juni 2005 “.

UPDATE: 5/1/2006
Tambahan beberapa gambar kultivar Taiwan dan King Grass. Ralat photo caption, gambar rumput Taiwan tertukar dengan rumput Africa.

Pengantar

Pennisetum purpureum Schumach.
Nama daerah: Elephant grass, napier grass (Inggris), Herbe d’éléphant, fausse canne à sucre (Prancis), Rumput Gajah (Indonesia, Malaysia), Buntot-pusa (Tagalog, Filipina), Handalawi (Bokil), Lagoli (Bagobo), Ya-nepia (Thailand), Co’ duôi voi (Vietnam), pasto elefante (Spanyol)

Asal-usul dan persebaran geografi: Berasal dari Afrika tropika, kemudian menyebar dan diperkenalkan ke daerah daerah tropika di dunia, dan tumbuh alami di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1.000 mm dan tidak ada musim panas yang panjang. Dikembangkan terus menerus dengan berbagai silangan sehingga menghasilkan banyak kultivar, terutama di Amerika, Philippine dan India.

Rumput gajah merupakan keluarga rumput rumputan (graminae ) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia) yang alamiah di Asia Tenggara. Rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (cut and carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan sapi, atau dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara silase dan hay. Selain itu rumput gajah juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanah yang baik.
Di Indonesia sendiri, rumput gajah merupakan tanaman hijauan utama pakan ternak. Penanaman dan introduksi nya dianjurkan oleh banyak pihak.

Deskripsi dan Sifat Rumput Gajah

Nilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan, semakin tua CP semakin menurun)
Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN) diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras) kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air.

Rumput ini secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter), dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, ujungnya runcing.

baca seluruh artikel >>>

ArtikelDecember 30, 2005 2:46 pm

Rest for a while, broken front axle shaft
Odong odong sedang beristirahat, rusak as roda depan
(Rest for a while, broken front axle shaft)

Bagi masyarakat pesisir Jawa Barat selatan, terutama di sepanjang pantai Ranca Buaya sampai Cidaun, nama Odong odong memang terkenal. Tua muda besar kecil pasti pernah melihat bahkan merasakan nikmatnya menumpang odong odong. Ya, Toyota Land Cruiser tipe FJ40 lansiran tahun 60 sampai 70-an ini memang merupakan salah satu alat transportasi utama di sana selain ojeg motor dan rakit getek :) .
Kondisi jalan yang seluruhnya adalah pantai berpasir, melintasi muara sungai, naik turun gunung membuat transportasi barang dan orang dalam jumlah banyak hanya dapat dilakukan oleh kendaraan four-wheel-drive.
Peran odong odong dalam kehidupan agrikultur dan perdagangan di kalangan masyarakat pesisir Garut memang tidak bisa di remehkan.

Percaya atau tidak, kendaraan ini terkadang dimuati sampai 2 ton. Mulai kayu gelondonongan, hasil bumi sampai orang dan hewan ternak. Karena kondisi alam yang ganas dan pemakaian yang demikian berat, usia kendaraan kendaraan tersebut paling hanya 1 sampai 2 tahun. Setelah 2 tahun pemakaian, hanya ada 2 alternatif bagi para pejuang tersebut, jadi besi tua atau perbaikan besar besaran.

Dengan kondisi jauh dari kota dan toko spare part, para pemilik odong odong harus ekstra kreatif dalam mengakali kendaraan kesayangan mereka agar selalu siap sedia setiap hari bekerja. Apa saja kreatifitas mereka tersebut ? Mari kita lihat lebih dekat.

baca seluruh artikel >>>

Artikel 1:41 am

Seperti kata pepatah, “tak kenal maka tak sayang”, kami mencoba memberikan alternatif literatur berbahasa Indonesia bagi para pembaca sekalian yang ingin lebih mengenal dan menyayangi yogurt (atau yoghurt), sebuah produk olahan dari susu yang sudah terkenal di manca negara, karena lezat dan menyehatkan.

Tulisan yang merupakan bagian pertama ini adalah mengenai sejarah dan perkembangan yogurt.

Semoga berguna.

Artikel, ScrapbookDecember 17, 2005 12:19 am

Livestock Feed Proximate Analysis Lookup Table adalah sebuah tabel analisis kandungan nutrisi beberapa bahan pakan ternak yang kami kompilasi dan berasal dari berbagai sumber, ada yang bersumber dari buku/literatur dalam negri, ada juga yang hasil analisis orang bule. Tabel ini kami buat dengan maksud untuk memudahkan kami sendiri dalam melakukan pencarian data kandungan nutrisi (terutama protein kasar) dari beberapa jenis pakan ternak yang populer dan sering digunakan di Indonesia. Ohya, tabel ini dibuat lebih mengacu pada bahan bahan pakan ternak sapi.

Pun demikian, mohon jangan mengandalkan data data yang ada di tabel ini untuk kegiatan yang serius. Silahkan cross-check dulu dengan data sumber lainnya, dan apabila anda menemukan kesalahan pada tabel kompilasi ini, kalau tidak keberatan, beritahu kami agar dapat di revisi :)

Ada dua kategori yang kami kompilasi, yang pertama adalah hijauan pakan ternak dan yang kedua adalah limbah pertanian dan bahan mineral. Kami juga sertakan estimasi harga dari masing masing bahan per awal tahun 2005.

Tabel kompilasi ini masih jauh dari lengkap (jadi, ehm, tolong bantu lengkapi). Bila ada yang memerlukan versi spreadsheet (Ms. Excel), dapat menghubungi kami.

Download tabel kompilasi analisis proksimat pakan ternak.

baca seluruh artikel >>>

ArtikelDecember 1, 2005 1:00 pm

Kompor alkohol generik
Kompor alkohol generik.

Jangan dikira bahwa kami ingin menyaingi program pemerintah Jawa Barat yang ingin menggalakkan penggunaan batu bara seperti dicanangkan kemarin ini oleh bapak Gubernur :)
Walaupun dalam hati kecil, kami sebenarnya kurang tertarik dengan rencana pemerintah menggunakan batu bara sebagai pengganti bahan bakar minyak di rumah tangga karena berbagai alasan, baik teknis maupun kesehatan.

Cerita bermula pada saat melakukan pencarian desain burner untuk biogas, kami cukup surprise karena ternyata inisiatif pembuatan dan desain kompor atau tungku dengan bahan bakar alternatif sudah banyak sekali dilakukan baik oleh para hobiis maupun LSM di luar negeri.

Salah satu yang menarik perhatian adalah desain kompor berbahan bakar alkohol yang dibuat dari kaleng bekas minuman ringan (soft drink). Di sekitar kita banyak sekali limbah bekas kaleng minuman ringan ini , yang sebetulnya masih bisa kita manfaatkan untuk sesuatu yang cukup berguna (well, saingan dengan para pemulung, menurut informasi harga kaleng bekas ini di tingkat pemulung ternyata sekitar Rp. 10.000,- / kilogram!)

Kami melihat bahwa desain kompor alkohol ini (jenisnya disebut Top Burner Alcohol Stove) sama dengan yang digunakan kompor yang sering dipakai oleh para pencinta alam dan pendaki gunung, Trangia. Keduanya mengambil prinsip dasar yang sama, hanya bedanya Trangia menggunakan bantuan semacam sumbu yang kemungkinan terbuat dari asbestos.

Membuatnya sama sekali tidak sulit, hanya dibutuhkan sedikit kesabaran dan bahan serta alat yang tersedia di sekitar kita. Dan soal fungsional, dari percobaan kami dapat mendidihkan (98C) 0.5 liter air dalam waktu 18 menit dan hanya menghabiskan sekitar 20ml spirtus bakar. Kurang lebih sama bahkan cenderung lebih irit dalam bahan bakar daripada Trangia.
Selain itu, kompor alkohol ini juga simple dan ringkas, dapat dikantongi bila anda sedang melakukan perjalanan alam bebas, alkohol nya selain berfungsi sebagai bahan bakar, dapat juga digunakan untuk antiseptic dan pencuci luka apabila mengalami kecelakaan ringan dalam perjalanan. Keunggulan lain, bahan bakar alkohol ini bersih, tidak mengeluarkan bau dan polusi serta termasuk bahan bakar yang renewable (terbarui). Kekurangannya ? tentu saja ada :) , storage dan handling dari bahan bakar cair yang kadang kadang ribet dan harga alkohol yang masih mahal (sekitar Rp. 6000 - 7000 / liter).

Mengacuhkan hal tersebut, mengapa kita tidak mulai saja mencoba membuat kompor alkohol generik ini ? Gampang kok!.

Catatan:
Kami juga sedang iseng membuat varian lain, yaitu side burner pressurized alcohol stove, yang dari sisi desain juga menarik dan teoritis akan lebih irit lagi bahan bakarnya dan beberapa modifikasi lain.

Artikel, PROJECTNovember 2, 2005 8:51 am

Ketika seseorang berbicara mengenai biogas, biasanya yang dimaksud adalah gas yang dihasilkan oleh proses biologis yang anaerob (tanpa bersentuhan dengan oksigen bebas) yang terdiri dari kombinasi methane (CH4), karbon dioksida (CO2), Air dalam bentuk uap (H20), dan beberapa gas lain seperti hidrogen sulfida (H2S), gas nitrogen (N2), gas hidrogen (H2) dan jenis gas lainnya dalam jumlah kecil.
Secara lebih singkat, biogas dapat diartikan sebagai “gas yang diproduksi oleh makhluk hidup”.

Publikasi kali ini adalah mengenai persiapan instalasi dan pemasangan infrastruktur pembangkit biogas, yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan baku proses.

Artikel terbagi menjadi empat bagian.
PART 1 - Pendahuluan
PART 2 - Pembangkit Biogas
PART 3 - Menggelembungkan Pembangkit
PART 4 - Pembuatan Alat Penunjang Pembangkit Biogas

Selamat membaca.

ArtikelSeptember 6, 2005 8:30 am

Artikel ini membahas mengenai pemanfaatan nutrisi di hewan ruminansia sapi khususnya membahas mengenai protein lepas (bypass-protein).

Artikel 6:51 am

Publikasi ini mencoba membahas hal hal teknis seputar dunia peternakan khususnya sapi dan pertanian. Harapan kami publikasi ini dapat berguna bagi kita semua.

Publikasi No.1 adalah mengenai pengenalan salah satu metoda manajemen penggembalaan ternak (Grazing Management) yang disebut Voisin Rotational Grazing.

Unique visitor stumbled upon this site since 27 Dec 2005: people(s)