Teknologi Kompos oleh Dardjat Kardin
Pengantar dari Manglayang Farm Online
Seri artikel Teknologi Kompos yang cukup komprehensif ini dibuat oleh Kang Dardjat Kardin pada tahun 2005 dan merupakan seri dokumen Pelatihan Pertanian Berkelanjutan yang mengungkap teknologi dan cara pembuatan kompos dengan skala farm/kebun yang mengarah pada unit produksi kompos sebagai bisnis.
Meskipun demikian pada dasarnya prinsip-prinsip komposting adalah sama, sehingga prinsip dan teknologi yang dituliskan disini dapat juga diaplikasikan pada pembuatan kompos skala rumah tangga maupun skala yang lebih besar/pabrikan. Perbedaan signifikan hanya pada unsur kerumitan proses dan kuantitas serta ketersediaan bahan baku. Selamat membaca dan membuat kompos
Disclaimer
Editing, penyesuaian dokumen untuk format online, publikasi, gambar dan foto oleh Manglayang Farm Online. Naskah dipublikasikan atas seijin pemilik tulisan. Reduplikasi, redistribusi dan republikasi diperbolehkan selama mencantumkan pemilik artikel dan sumbernya.
Teknologi Kompos oleh Dardjat Kardinupdate terakhir: 23 Oktober 2007 11:04 WIB
- Humus Sebagai Teladan Sumber Bahan Organik
- Teknologi Kompos
- Metoda Pembuatan Kompos
- Kunci Proses Pembuatan Kompos
- Standarisasi Pembuatan Kompos
- Ciri-Ciri Kompos Jadi
- Penyimpanan Kompos
- Keunggulan dan Kekurangan Kompos
- Pembuatan Kompos Yang Sederhana dan Praktis
Penyiapan Bahan
Penyiapan Alat
Penyusunan Bahan Baku
Mencampur Kompos
Mengukur Temperatur
Membalik Kompos
Penyaringan - Aktivator Kompos
- Contoh Jadwal Kegiatan Proses Pembuatan Kompos
- Cara Pemakaian dan Menghitung Kebutuhan Kompos
Dardjat Kardin adalah praktisi pertanian berkelanjutan. Tinggal di Bandung.



Terimakasih atas postingannya. Bagus..
Comment by Diah K — November 5, 2007 @ 10:41 am
hi…
saya mau tanya,cara sederhana untuk meghancurkan sampah non organik tetapi tidak membahayakan lingkngan.
trims
Comment by br.hadian — November 16, 2007 @ 2:33 pm
assalamualaikum
saya mo nanya apakah ada pembuatan kompos dari bahn organik yang di campur dng kotoran sapi ato ternak lain?
Comment by dini — November 21, 2007 @ 9:32 pm
kang, apa bisa tanaman hanya di beri kompos aja tanpa pupuk lain misalnya NPK ?
kang apa kompos itu sama dengan bokasih?
Comment by dini — November 21, 2007 @ 9:39 pm
#2 wah, kami juga lagi mencari-cari tuh metodanya hehe.. rasanya kalau menghancurkan sih belum ada yang sederhana ya, dan pasti ada dampak pada lingkungan.. paling yang terpikir untuk non-organik konsepnya reduce-reuse-recycle..
#3 tentu saja.. kompos yang baik menurut saya yang kandungannya beragam..
#4 bisa.. apalagi kalau tidak berorientasi ke produksi semata
. Bokashi adalah metoda pengkomposan intensif (bhs jepang) dengan penambahan inokulasi kultur stater.. dalam artikel “Teknologi Kompos” ini, hasil komposnya juga bisa disebut bokashi.. pendeknya: Bokashi adalah kompos, tapi Kompos belum tentu Bokashi.. mudah-mudahan ndak bingung hehe.
Comment by mang Layang — November 27, 2007 @ 10:18 pm
Kang, pupuk lagi mahal nih. Di riau hutan di babat jadi kebun sawit & pertanian. walhasil tanahnya rusak, jenis PMK. Bisa tidak hanya pake kompos & pupuk organik tanpa pupuk kimia untuk mengubah tanah PMK jadi subur & produksi pertanian meningkat
Comment by heru — December 2, 2007 @ 9:20 pm
Kahatur Kang Manglayang
Sinareng Hormat,
Materi na sae pisan hatur nuhun
Mung naha di literature Indonesia aya data empiris nilai C/N ratio feedstocks (bahan bahan compost?)
Baktosna
Riksanagara
Patani di Ciater
Comment by riksanagara — December 6, 2007 @ 7:09 am
#6 Kang Heru, waduh saya bukan ahli tanah nih, tapi rasanya kalo hanya dengan kompos/organik saja jangankan tanah yang marjinal, tanah yang baik juga belum tentu mudah ya.. mungkin harus dibarengi juga dengan pemilihan jenis tanaman, metoda tanam, peningkatan variasi flora fauna renik, tanaman penutup tanah, mengurangi pest/herbisida, mix culture, rotasi dsb dst..
#7 Kang Riksanagara, kebetulan memang pada artikel ini tidak ada C/N rasio bahan kompos yang ada di Indonesia, tapi sebagai panduan pembuatan kompos bisa saja menggunakan C/N rasio yang dirilis oleh peneliti2 luar, bisa mencari di google kebetulan saya tidak pegang linknya.
Comment by mang Layang — December 11, 2007 @ 10:39 pm
salam kang!! Bahan pengawet kopmpos biologi atau kimia ada tidak ya, klu ada gimana caranya. trimakasih.
Comment by polman Sialagan — January 28, 2008 @ 2:19 pm
Pak, Bagaimana cara proses pembuatan pupuk npk?
Comment by Taufiq — November 11, 2008 @ 9:01 am