Kudzu: Sosok Gulma Yang Fenomenal
Daun Ranum Kudzu
Tidak terasa sudah 3 bulan lebih kami tidak menulis lagi di blog Manglayang ini. Maaf bukan melupakan para pembaca setia Manglayang Farm Online, namun karena terbatasnya waktu dan kesempatan untuk menulis, selain juga bingung memilih bahan-bahan tulisan yang demikian banyak
. Baiklah, tulisan kali ini akan bercerita sedikit mengenai kunjungan kami ke satu daerah di kaki Gunung Parang, Plered Kabupaten Purwakarta untuk melihat percobaan pengembangan tanaman Kudzu (Pueraria montana var. lobata) .
SEJARAH KUDZU
Nama Kudzu ini mungkin agak asing terdengar di telinga kita, ya Kudzu merupakan tanaman merambat tahunan yang berasal dari daerah selatan Jepang dan China. Masuk pertama kali ke Amerika Serikat dari Jepang pada tahun 1876 karena dibawa oleh pemerintah Jepang yang sedang membuat taman di Philladelphia, Pennysylvania sebagai penghargaan untuk ulang tahun Amerika yang ke-100 tahun (The Amazing Story of Kudzu).
Daun yang besar dan bunga yang wangi telah menarik perhatian warga Amerika saat itu. Dengan cepat Kudzu memincut hati warga Amerika. Pada tahun 1920, Kudzu ditemukan dapat digunakan juga sebagai hijauan pakan ternak sehingga semakin mempercepat penyebarannya. Kemudian di tahun 1930, Kudzu dipromosikan sebagai tumbuhan yang dapat mencegah erosi oleh pemerintah Amerika. Sejak saat itu ribuan orang dikerahkan untuk menanam Kudzu, bahkan pemerintah Amerika memberi insentif pada warga yang menanamnya. Pada sekitar tahun 1950-an pemerintah AS mulai menghentikan propaganda Kudzunya karena dinilai telah berkembang sangat pesat.
Namun tidak terasa Kudzu terus berkembang dan mulai merambat kemana-mana. Tidak saja lahan pertanian, tapi juga rumah, gedung, jalanan, tiang telepon bahkan alat-alat pertanian. Sampai pada tahun 1972, invasi Kudzu yang sangat cepat ini membuat USDA (Departemen Pertanian Amerika Serikat) melarang penanaman Kudzu setelah beberapa tahun sebelumnya di tetapkan sebagai hama dan gulma. Dari sini timbul berbagai penelitian untuk berusaha mengkontrol pertumbuhannya. Pada tahun 2000 sudah sekira 20.000 sampai 30.000 kilometer persegi lahan ditumbuhi Kudzu. Dan Pemerintah AS telah mengeluarkan setidaknya 500 juta dolar Amerika per tahun untuk biaya penelitian dan kerugian karena lahan yang tidak dapat digunakan sebab telah ditumbuhi tanaman tersebut (Wikipedia).
Kudzu Mulai Menaungi Tanaman Lain
KUDZU YANG FENOMENAL
Kecepatan tumbuh dan penyebaran Kudzu disebabkan karena tanaman ini dapat menyebar secara vegetatif dan juga generatif. Sulur-sulur Kudzu dapat tumbuh sepanjang 20 meter per musim, atau rata-rata 30 cm per hari dan dapat mencapai panjang maksimal 30 meter. Akar-akarnya gemuk, berukuran diameter 10-20 cm dan dapat menembus tanah sampai kedalaman 4 meter dengan total berat mencapai 180 kilogram. Sekurangnya 30 sulur dapat tumbuh dari satu mahkota tanaman. Namun ini berdasarkan literatur luar negeri, saat ini kami masih mencoba mengamati pertumbuhannya di beberapa wilayah dataran tinggi maupun rendah dengan berbagai kondisi lahan.
Dari berbagai literatur, diketahui bahwa banyak manfaat Kudzu. Mulai dari pencegah erosi, obat-obatan, penutup tanah, kerajinan, bagian umbi, daun dan bunga yang bisa diolah untuk makanan, sampai kemampuan produksi serat dari sulurnya. Selain tentu sebagai pakan ternak. Kudzu merupakan salah satu dari 50 herba fundamental dalam obat-obatan tradisional China. Pada akar dan bunganya menurut beberapa penelitian mengandung zat daidzin daidzein yang dapat digunakan sebagai treatment terhadap ketergantungan alkohol. Selain itu juga mengandung berbagai zat yang berfungsi sebagai antidote, antiemetic, antipyretic, antispasmodic, mencegah iritasi, diaphoretic, febrifuge, hypoglycaemic dan hypotensive.
Ramuan bunga dan umbinya juga digunakan untuk meredakan demam, diare, disentri, gangguan pencernaan juga migrain dan anginga pectoris (nyeri dada akibat otot jantung kekurangan suplai darah atau oksigen).
KUDZU SEBAGAI SUMBER SERAT
Dari berbagai literatur di internet juga diketahui bahwa pemprosesan sulur Kudzu untuk serat adalah dengan cara sulur yang sudah dibuang daun-daunnya direndam air sampai seratnya bisa dikelupas. Serat tersebut kemudian dimasak selama 2 sampai 4 jam dalam larutan kaustik/lye. Setelahnya diproses menggunakan mesin (ball mill ?) selama 3 jam setelah itu dikeringkan dan diikat.
Contoh Serat Kudzu
Namun pemprosesan yang kami lihat sedikit berbeda dan lebih tradisional meskipun dengan prinsip-prinsip dasar yang sama.
Satu yang jadi pemikiran kami adalah, meskipun kudzu sudah dimanfaatkan seratnya untuk kertas dan tekstil sejak tahun 1665 di luar negeri, namun di Indonesia, penanaman Kudzu dengan tujuan serat saja nampaknya perlu dikaji lebih lanjut. Beberapa hal yang menjadi alasannya adalah:
- Karena penanamannya di gembar-gemborkan sedemikian rupa juga pertumbuhannya yang cepat, Kudzu sudah ditetapkan sebagai gulma di Amerika Serikat. Oleh karena itu pola penanaman dan penyebarannya di Indonesia harus dapat dikendalikan dengan baik.
- Kudzu dapat mencekik dan membunuh tanaman lain dengan cara membelit dan menaunginya sehingga memiliki potensi untuk mengurangi keanekaragaman hayati.
- Pemanfaatan Kudzu baik sebagai pakan ternak, obat maupun serat belum dikenal luas oleh masyarakat, sehingga jangka waktu pengembangan yang dibutuhkan tidak sebentar. Mungkin akan lebih baik bila mengembangkan serat dari bahan lain yang lebih dikenal, seperti kapas, sutra ataupun rami/haramay (Boehmeria nivea).
Namun demikian, tentu saja pengkajian dan penelitiannya sebaiknya terus dilakukan dalam rangka mencari bahan serat alternatif dan mengetahui karakter Kudzu di Indonesia.
Kudzu dalam Polibag
Bagaimanapun Indonesia sangat kaya dengan berbagai macam varietas tanaman, bahkan kita pun memiliki varietas Kudzu lokal yaitu Pueraria javanica atau Pueraria phaseoloides yang walaupun agak berbeda karakternya dengan Kudzu, dan telah ditanam sejak lama di kebun-kebun sebagai cover-crop penutup tanah, fiksasi nitrogen atau pakan ternak namun fungsi lainnya sebagai obat atau serat belum banyak diketahui.
Rasanya disinilah peran lembaga-lembaga penelitian untuk terus melakukan kajian yang bermanfaat bagi masyarakat.
Pueraria javanica di Miramare
Ternak Sapi dan Pueraria
#EOF









Dimanakah saya bisa mendapatkan bibit pohon kudzu dalam jumlah yang banyak? Mohon dijawab ke alamat email saya. Terimakasih atas bantuan Bapak
Comment by Diah K — September 10, 2007 @ 11:53 am
saya mau tanya, dimana saya bisa dapat info tentang tempat penjualan container depo sperma untuk IB, meliputi harga, made in, kapasitas berapa liter, harga tiap2 kapasitas, trus alat-alat Inseminasi Buatan (IB) yang lain seperti GUN IB, makasi ya. mudah2an ada yang mau memberikan infonya
Comment by harry — September 13, 2007 @ 12:04 am
#2 Posisinya dimana pak ? peralatan IB bisa coba menghubungi Koperasi peternakan sapi perah/potong disekitar tempat bapak. Atau coba hub ke:
PT. Paeco Agung
Jl Pasar Minggu Raya 97-A
JAKARTA 021-7975652
Comment by manglayang — September 15, 2007 @ 11:54 am
posisi saya di sumatera utara, saya udah email paeco agung tapi ga di jawab, apa ada informasi lain, saya mau tau harga dulu, kalau cocok baru pesan.terima kasih. untuk manglayang, bisa dibahas cara pembuatan urea mineral block ??terima kasih
Comment by harry — September 16, 2007 @ 2:34 pm
pak saya punya stok pueraria javanika 12 ton gimana nih mendistribusikannya, terima kasih bantuannya
Comment by ferry — December 2, 2007 @ 7:15 pm
#5 Menurut rekan kami yang bergerak di Kudzu, P javanica hasil serat dari batangnya kurang disukai karena kecil, pendek dan cenderung pecah.. sepengetahuan kami P javanica biasanya untuk pakan ternak dan/atau cover crop..
Comment by mang Layang — December 2, 2007 @ 9:22 pm
Saya mau tanya dimana tempat penjualan obat2 tradisional& Tumbuhan obat tradisional (untuk daerah jabotabek
Comment by Yudi Ajie — February 15, 2008 @ 11:09 am
Salam kenal dan sukses selalu, semoga kita dpt menjadi mitra terbaik.
CP: 022-70898504
Comment by Solichin, SE — November 3, 2008 @ 6:14 am
Dimana saya bisa mendapat serat kudzu dan mungkin juga serat rami
Comment by Dina — February 4, 2009 @ 4:48 pm