Terminologi: Bahan Pakan dari Hasil Ikutan Industri Pangan
Dokumentasi mengenai istilah bahan pakan ternak yang didapat dari hasil ikutan pengolahan dan industri pangan (industrial by-product) dari bahan nabati. Catatan ini mengulas dedak padi, dedak jagung, bungkil kelapa, bungkil kacang tanah, dan onggok (ampas ketela pohon).
Dokumentasi ini telah disadur, ditambahkan tanpa mengubah maksud dan disesuaikan untuk tampilan digital tanpa izin oleh Manglayang Farm Online dari publikasi berjudul “Bahan Makanan Penguat (KONSENTRAT)” terbitan Departemen Pertanian cq. Balai Informasi Pertanian Ungaran 1984 - 1985.
DEDAK PADI
Dedak padi (hu’ut dalam bahasa sunda) merupakan hasil sisa dari penumbukan atau penggilingan gabah padi. Dedak tersusun dari tiga bagian yang masing masing berbeda kandungan zatnya.
Ketiga bagian tersebut adalah:
- Kulit gabah yang banyak mengandung serat kasar dan mineral
- Selaput perak yang kaya akan protein dan vitamin B1, juga lemak dan mineral.
- Lembaga beras yang sebagian besar terdiri dari karbohidrat yang mudah dicerna.
Menurut kelas nilainya, dedak dibagi menjadi empat kelas, yaitu:
- Dedak Kasar
Adalah kulit gabah halus yang bercampur dengan sedikit pecahan lembaga beras dan daya cernanya relatif rendah.
Analisa kandungan nutrisi: 10.6% air, 4.1% protein, 32.4% bahan ekstrak tanpa N, 35.3% serat kasar, 1.6% lemak dan 16% abu serta nilai Martabat Pati 19
Sebenarnya dedak kasar ini sudah tidak termasuk sebagai bahan makanan penguat (konsentrat) sebab kandungan serat kasarnya relatif terlalu tinggi (35.3%) - Dedak halus biasa
Merupakan hasil sisa dari penumbukan padi secara tradisional (disebut juga dedak kampung). Dedak halus biasa ini banyak mengandung komponen kulit gabah, juga selaput perak dan pecahan lembaga beras. Kadar serat kasarnya masih cukup tinggi akan tetapi sudah termasuk dalam golongan konsentrat karena kadar serat kasar dibawah 18%. Martabat Pati nya termasuk rendah dan hanya sebagian kecil saja yang dapat dicerna.
Analisa nutrisi: 16.2% air, 9.5% protein, 43.8% bahan ekstrak tanpa N, 16.4% serat kasar, 3.3% lemak dan 10.8% abu serta nilai Martabat Pati (MP) nya 53 - Dedak lunteh
Merupakan hasil ikutan dari pengasahan/pemutihan beras (slep atau polishing beras). Dari semua macam dedak, dedak inilah yang banyak mengandung protein dan vitamin B1 karena sebagian besar terdiri dari selaput perak dan bahan lembaga, dan hanya sedikit mengandung kulit. Di beberapa tempat dedak ini disebut juga dedak murni.
Analisa nutrisi: 15.9% air, 15.3% protein, 42.8% bahan ekstrak tanpa N, 8.1% serat kasar, 8.5% lemak, 9.4% abu serta nilai MP adalah 67. - Bekatul
Merupakan hasil sisa ikutan dari pabrik pengolahan khususnya bagian asah/slep/polish. Lebih sedikit mengandung selaput perak dan kulit serta lebih sedikit mengandung vitamin B1, tetapi banyak bercampur dengan pecahan-pecahan kecil lembaga beras (menir). Oleh sebab itu masih dapat dimanfaatkan sebagai makanan manusia sehingga agak sukar didapat.
Analisa nutrisi: 15% air, 14.5% protein, 48.7% lemak dan 7.0% abu serta nilai MP adalah 70.
Dalam perdagangan harus cukup teliti dan waspada karena dedak sering dipalsukan dengan mencampur kulit gabah (dedak kasar) yang telah digiling halus ke dalam dedak halus, lunteh atau bekatul.
DEDAK JAGUNG
Dedak jagung merupakan hasil sisa ikutan dari penggilingan jagung yang banyak terdapat di daerah-daerah yang makanan pokok dari penduduknya adalah jagung, seperti Madura dan daerah industri dan pertanian Jagung lainnya. Dedak jagung sangat baik diberikan pada ternak hanya cara penyimpanannya yang agak sukar karena bersifat higroskopis sehingga mudah menjadi lembab sehingga cepat rusak.
Analisa nutrisi: 9.9% air, 9.8% protein, 61.8% bahan ekstrak tanpa N, 9.8 serat kasar, 6.4% lemak dan 2.3% abu serta nilai Martabat Pati (MP) adalah 68.
BUNGKIL KELAPA
Karena (setidaknya ketika jurnal ini dibuat) minyak kelapa menduduki tempat pertama dalam memenuhi kebutuhan manusia akan minyak goreng, bungkil kelapa sangat mudah didapatkan. Harganya pun jauh lebih murah bila dibandingkan dengan bungkil kacang tanah. Kadar proteinnya paling rendah diantara bungkil-bungkil yang lain, namun nilai martabat makanannya cukup tinggi karena zat-zat yang dikandung bungkil kelapa mudah dicerna.
Yang disebut bungkil kelapa ini biasanya adalah hasil sisa dari pembuatan dan ekstraksi minyak kelapa yang didapat dari daging kelapa yang telah dikeringkan terlebih dahulu.
Sangat baik diberikan pada sapi perah sebab dapat meningkatkan kadar lemak susu sehingga meningkatkan kualitas susu. Pemberiannya tergantung pada berat badannya yaitu antara 1.5 - 2.5 kg/ekor/hari. Sedangkan untuk babi antara 0.75 - 1.5kg/ekor/hari. Baik pula diberikan pada ayam dengan pemberian sampai +/- 25%.
Untuk kuda juga dapat diberikan hanya dalam jumlah sedikit dan dicampur dengan gabah atau dedak, sebab apabila terlalu banyak dapat menyebabkan diare.
Analisa nutrisi: 11.6% air, 18.7% protein, 45.5% bahan ekstrak tanpa N, 8.8% serat kasar, 9.6% lemak dan 5.8% abu serta nilai Martabat Pati (MP) 81.
BUNGKIL KACANG TANAH
Bungkil ini sekarang mudah didapat karena sudah banyak pabrik-pabrik minyak kacang, baik pabrik modern maupun yang masih sederhana. Kadar proteinnya paling tinggi diantara bungkil bungkil yang lain yang umum digunakan.
Baik untuk digunakan sebagai komposisi dalam ransum konsentrat untuk sapi, babi dan ayam. Hanya perlu dibatasi jumlah pemberiannya karena kadar lemaknya yang cukup tinggi dan harganya relatif mahal.
Analisa nutrisi: 6.6% air, 42.7% protein, 27% bahan ekstrak tanpa N, 8.9% serat kasar, 8.5% lemak dan 6.3% abu serta nilai MP adalah 80.
ONGGOK
Merupakan hasil sisa dalam pembuatan tepung kanji. Dapat diberikan pada ternak sapi dan babi sebagai komposisi ransumnya. Ampas ketela pohon ini berguna sebagai sumber karbohidrat untuk stimulasi dalam pembuatan silase.
Analisa nutrisi: 18.3% air, 0.8% protein, 78% bahan ekstrak tanpa N, 2.2% serat kasar, 0.2% lemak dan 2.5% abu serta nilai MP adalah 76.
DAFTAR ISTILAH LAIN
Angka Manfaat: angka persentasi yang menunjukkan perbandingan antara energi netto dengan energi zat-zat makanan yang dapat dicerna dari bahan makanan yang bersangkutan.
Abu: Zat-zat mineral yang ditentukan dengan membakar makanan (zat organik).
Bahan Ekstrak Tanpa Nitrogen (BETN): Bagian dari bahan makanan yang mengandung karbohidrat, gula dan pati.
Bahan Kering (BK): Berat konstan bahan makakan setelah dihilangkan kandungan airnya dengan pemanasan 105 derajat celcius.
Daya Cerna: Persentase makanan yang dimakan dibanding denagn yang dikeluarkan sebagai faeces/tinja.
Energi Bruto: Semua panas yang bebas pada pembakaran, panas ini dihasilkan dari suatu makanan yang seluruhnya dibakar sehingga menghasilkan zat-zat terakhir seperti CO2, H2O, dan gas lain.
Energi Dapat Dicerna (Digestible Energy): Nilai energi bruto bahan makanan dikurangi zat-zat yang tidak dapat dicerna (energi dalam faeces).
Energi Netto: Energi tersedia dikurang energi thermis.
Energi Thermis: Energi yang dipergunakan untuk pengunyahan dan proses pencernaan.
Imbangan Protein (IP): Imbangan antara protein yang dapat dicerna dengan zat-zat makanan lainnya yang dapat dicerna dalam ransum.
Kalori (cal): Jumlah panas yang diperlukan untuk menaikkan suhu 1 gram/ 1 kg air dari 14.5 derajat celcius menjadi 15.5 derajat celcius.
Makanan Penguat (konsentrat): Bahan makanan yang tinggi kadar zat-zat makanan seperti protein atau karbohidrat dan rendahnya kadar serat kasar (dibawah 18%)
Martabat Pati (MP): Angka yang menunjukkan jumlah pati (dalam satuan kg) yang sama besar dayanya dengan 100kg bahan makanan/ransum dalam membentuk lemak yang sama banyaknya dalam tubuh.
Metabolisme Energi (ME): Nilai energi yang terhimpun pada zat-zat yang dapat dicerna dikurangi nilai energi yang keluar sebagai air kencing (urine) dan gas-gas usus.
Protein: Bagian bahan makanan yang mengandung persenyawaan nitrogen yang disusun oleh asam-asam amino esensial dan non-esensial.
Protein Dapat Dicerna (Pdd): Bagian protein dalam bahan makanan ternak yang dapat dicerna atau diserap dalam tubuh.
Ransum: Campuran dari berbagai macam bahan makanan, sehingga dapat memenuhi kebutuhan hidup ternak baik dalam jumlah maupun kualitasnya.
Serat Kasar: Bagian dari bahan makanan yang sulit dicerna.
Total Digestible Nutrient (TDN): Semua zat makanan (yang terkandung dalam bahan makanan yang dapat dicerna, seperti protein, karbohidrat, serat kasar dan lemak.
Zat Makanan: Zat yang dibutuhkan oleh tubuh untuk kelangsungan hidup tumbuh dan berproduksi, merupakan salah satu dari berbagai hasil akhir pencernaan.
#EOF



saya mau tanya, bagaimana konsentrat sebaiknya di berikan ke sapi. selama ini saya memberikannya dengan campur air. terima kasih
Comment by setyo — April 23, 2006 @ 7:08 pm
Kami juga terkadang memberikan makanan tambahan (pada sapi perah) dengan dicampur air. Ada yang bilang kurang baik, entah karena apa.. mungkin karena dengan penambahan air, si ternak cenderung menyeruput konsentrat dan tidak atau sedikit mengunyah. Dengan mengunyah, akan merangsang produksi saliva/liur, yang kita tau saliva ini dapat membantu menetralkan kondisi rumen yang asam akibat asupan konsentrat..
Kalau di kandang Dinas Peternakan atau BIB Lembang, kami lihat konsentrat diberikan dengan cara ditaburkan langsung diatas hijauan cacah. Kalo ndak salah ini yang disebut TMR (Total Mix Ratio).
Mohon koreksi kalo salah.
Comment by mang Layang — April 24, 2006 @ 12:25 am
menurut sumber ceuk beja mah kang, di ostrali mah justru bungkil kelapana ngahaja gieun, jd bukan sisa pemerasan buat VCO. malah ceunah mah importirna aya di pangandaran. *hoax*
Comment by J — April 26, 2006 @ 4:12 pm
Tiasa janten kang. Da muhun yang umum digunakan mah bungkil kelapa hasil ekstraksi minyak kelapa untuk minyak goreng, bukan VCO. Ampas VCO mah eta sekedar modifikasi dan pemanfaatan limbah aja..
Comment by mang Layang — April 30, 2006 @ 12:12 pm
tolong dibahas tentang pemberian konsentrat penuh pada ternak ruminansia.Sebenernya bisa ato tidak?
Comment by cherie — May 9, 2006 @ 8:51 pm
#5 secara teknis bisa saja ya. Hanya perlu diperhatikan kebutuhan serat dan air minum. Tapi terus terang kami sangat menolak hal ini. Alasannya, ya kami rasa sapi tidak bakalan senang setiap hari dikasih biji bijian, mereka kan bukan burung
.
Saya pernah dengar, di beberapa feed lot hal ini dilakukan pada beberapa hari saat finishing akhir saja, untuk kompensasi penurunan berat badan saat ditimbang di RPH.
Berlawanan dengan yang dilakukan beberapa feed lotter diluar negeri, yang saya baca, untuk finishing mereka malah memberi full hijauan, agar rasa dagingnya lebih tender dan juicy..
Comment by mang Layang — May 24, 2006 @ 7:13 pm
i’ve done some research bout paddy straw, but i got some problems with the arrangement molecules in the paddy straw. Please help me, to show the arrangement…
Comment by siti maisarah razali — May 30, 2006 @ 7:59 pm
saya mau tanya?untuk pemberian pakan konsentrat yang optimal, kan berbanding dengan produksi susu yang dihasilkan (2 : 1). Apakah dengan penambahan pakan konsentrat lebih dari produksi susu akan dapat meningkatkan produksi susu tersebut.. kemudian apakah berpengaruh terhadap kualitas susu yang dihasilkan setelah diberikan pakan konsentrat yang optimal?pengaruhnya berapa persen (%)?terima kasih
Comment by fauzi — July 25, 2006 @ 2:04 pm
saya mau tanya kandungan dari pakan konsentrat untuk sapi perah itu apa saja dan berapa persen kandungan dari konsentrat itu sendiri?!? dan untuk pemberian konsentrat dan ampas tahu berapa persen pengaruh terhadap kualitas susu yang dihasilkan dari sebelum diberikan?!?TERIMAKASIH
Comment by ruby — July 25, 2006 @ 2:29 pm
#8 	: 2:1 itu hanya panduan umum saja, karena sangat tergantung pada kandungan konsentrat tersebut. Produksi susu dari ternak juga tergantung beberapa hal, antara lain kapasitas ambing, usia ternak, usia kehamilan dan sebagainya. Bila kapasitas ambing hanya 20 liter misalnya, rasanya ndak mungkin nge-push ternak sampai keluar 30 liter tanpa efek samping apa apa..
Ada tulisan lain menyangkut konsentrat, mangga dilihat:
http://manglayang.blogsome.com/2005/12/17/proksimat-pakan-ternak-dan-serba-serbi-konsentrat/
Comment by mang Layang — July 25, 2006 @ 11:15 pm
dimana pabrik penjual pakan kuda
dan bagaimana cara merawat kuda pacu
Comment by arief — August 16, 2006 @ 1:09 pm
kemana saya bisa menjual dedak lokal ataupun ekspor?, kami ada disumatera selatan
Comment by harland — September 12, 2006 @ 8:35 pm
apakah domba unggul bisa diternakkan dalam satu area dengan sapi bali.trims
Comment by ewin — January 8, 2007 @ 10:50 pm
#12 Kalau di Jawa Barat saya mungkin bisa bantu, sudah coba hubungi DisNak di tempat anda ?
#13 Kami pernah dengar bahwa domba garut dengan sapi bali tidak compatible
ada semacam penyakit bila keduanya digabungkan. Coba kontak ke Fakultas Peternakan UNPAD Jl. Raya Sumedang KM 21 Jatinangor 45363 Tel.+62 22 7798241 Fax.+62 22 7798212
Comment by manglayang — January 9, 2007 @ 9:28 pm
saya adalah seorang peternak yg memiliki lahan yg cukup luas. saya mau menyakan apakah dalam pembuatan pakan ternak yg menggunakan campuran kulit gabah (dedak kasar) itu aman bagi ternak saya. Trimakasih….
Comment by zulfiqar tamin — February 9, 2007 @ 10:50 am
Aman sih rasanya aman pak, tapi karena kandungan nutrisi dan palatabilitas (kadar kesukaan) nya tidak signifikan, rasanya lebih baik bila gabah tersebut digunakan untuk yang lain.. misalnya bahan bakar, atau media tanam.. sekedar pendapat pak.
Comment by manglayang — February 10, 2007 @ 5:00 pm
saya mau tanya yang dimaksud pollard itu apa sich?yang katanya merupakan bahan makanan sapi perah. minta penjelasan dong tentang pollar itu?………
Comment by valin — March 7, 2007 @ 9:12 pm
#17 Wheat Pollard itu dedak gandum, ya sering dijadikan salah satu komposisi pakan ternak sapi.. sayangnya ini hasil impor..
Comment by manglayang — March 9, 2007 @ 3:29 am
bagai mana komposisi konsentrat yang bagus untuk produksi susu
Comment by candra — June 17, 2007 @ 1:57 pm
apa kandungan gandum, bagaimana dilihat dari segi biokimia
Comment by dayu nur hidayat — September 17, 2007 @ 6:36 pm
1.mohon informasi tentang penyusunan ransum untuk jantan dewasa.
2.Apakah kuda jantan seharusnya dipelihara tidak sendiri (single) atau harus dalam kelompok.
Comment by Petrus Sitepu — November 5, 2007 @ 11:54 pm
Mohon informasi tentang berapa prosen kandungan protein konsentrat pakan babi penggemukan & pembibitan ?
Comment by setiawan moeljoto — December 3, 2007 @ 5:10 pm
mau tanya gimana cara pembuatan wheat pollard
Comment by reza — January 7, 2008 @ 9:24 am
saya mau tanya mengenai pembelian sapi perah di daerah jawa barat dan alamat penjual sapi perah terimakasih
Comment by iqra — January 26, 2008 @ 1:34 pm
Met Malam, saya dari bandung kebetulan lagi membutuhkan dedak murni atau poliser, mo nanya harga skrg brp, dan skrg saya sangat membutuhkan dedak dgn kapasitas byk, klw bisa hubungi saya di no 081322322036 a/n ajat taryana, di tunggu, trim kasih
Comment by Ajat — January 26, 2008 @ 8:59 pm
minta analisa kandungan minyak kelapa yang komplit n kasih tau lebih jauh tentang rumput laut, pachira…plis
Comment by Wawan Hass — February 20, 2008 @ 11:41 am
pak/bu saya tlng diberi infomasi penelitian tentang pollard terutama pada ternak unggas itik yang berhubungan dengan penampilan…….
sebelumnya saya ucapkam terima kasih
Comment by faisal sinamo — February 28, 2008 @ 3:00 pm
saya tertarik dengan proksimat bahan pakan. Bisa minta tabelnya dalam format xls? Pls send via email. Thanks
Ato-Bandung
Comment by ato — March 11, 2008 @ 10:27 am
saya lagi butuh informasi onggok fermentasi buat pakan itik petelur apa bisa?apa ga mandul yang tahu tolong infokan ke mail santo_x@telkom.net bagi yang ngasih thu maksih banget infonya sebelumnya?
Comment by aji — March 24, 2008 @ 9:08 am
tolong beritahu tentang masalah komposisi pakan yang bagus untuk pedet sapi perah?kalau bisa dengan harganya..
Comment by asep — May 28, 2008 @ 6:54 am
tolong dibantu, mengenai standarisasi pembuatan pakan konsentrat untuk sapi perah baik yang sudah produksi maupun belum. selain itu saya membutuhkan table standarisasi nutrisi ransum dalam setiap komposisi bahan. mohon bantuannya untuk dikirimkan ke email saya. atas bantuanya saya ucapkan terimA ksih.
iwan
Comment by iwan — June 7, 2008 @ 10:03 pm
cukup membantu my bussiness, tolong dong kalo ada lampirin kandungan gizi dari kulit kacang, jerami, tongkol jagung yang telah difermentasi dan yang tidak,,maksih bnyak
Comment by yeri anisa — June 26, 2008 @ 1:20 pm
bravoo… kang
nembe an abdi mendakan blog anu seueur ngulas peternakan na. kang tiasa dibhas lebih jauh deui tentang complte feed u domba kang??
Comment by urang cililin — August 4, 2008 @ 11:39 pm
Saya mau tahu hasil percobaan uji coba onggok untuk makanan unggas yang lebih lengkap. Tolong kirim ke yn266b@yahoo.com.sg
Comment by ray — August 30, 2008 @ 10:11 am
kalo ada yang mau mengujikan bahan pakan dapat diuji di Balai Pengujian mutu pakan ternak di bekasi. atau hub andri di 0818 697 081
Comment by andri — September 18, 2008 @ 1:18 pm
Makasih atas infonya tentang bahan baku untuk diproses sebagai makan ternak. Bila berminat saya mempunyai tepung cangkang bekicot sebagai tambahan suplemen pakan. Dijamin murni
Comment by pasi — September 19, 2008 @ 9:23 pm
Thanks 4 ur information..
tapi anda cuma memberikan penjelasannya aja tidak lgsg dibuat tabel kandungan pada masing2 ternak ruminansia n non ruminansia. Khususnya berapa konsentrat protein pada ternak babi grower.?
Tolong anda berikan tabel pakannya juga pada babi grower.. Coz penting banget.!!
Thanks b4…
Comment by karina — October 23, 2008 @ 10:56 am
saya mau nanya bagaimana cara penyusunan ransum untuk kuda pacu..? tolong jawabannya ya aq tunggu
Comment by nohara shinotsuke — January 6, 2009 @ 11:21 pm
saya mau nanya. apakah ada perbedaan kandungan urine sapi potong dengan urine sapi perah? klo ada mohon diinformasikan k e-mail saya. trima kasih..
Comment by Udin — February 3, 2009 @ 9:32 pm
boleh tanya, pakan / pelet utk sapi perah pabriknya dimana yaa … teman saya di malaysia membutuhkannya untuk sekitar 200 sapi. tks
Comment by fajar — February 12, 2009 @ 5:24 pm
saya berjualan onggok,minyak atsiri,minyak kenanga, minyak cengkeh dll. kalo ada komentar hubungi very
Comment by very — March 8, 2009 @ 10:58 pm
tolong jelaskan cara menentukan martabat pati dalam ransum
Comment by hendy — March 14, 2009 @ 11:29 am
saya mau tanya kalo dengan mengguganakan pakan 1.dedak 2.jagung 3.konsentrat itu takaran yang pasnya bagaimana untuk itik petelur? maksudnya berapa kilo, dedak, berapa kg jagung dan berapa kilo konsentrat, misalnya 411 atau berapa yang pas untuk keperluan itik petelur, saya butuh banget ukuran itu makasih… hazz.ersan@yahoo.com
Comment by Ersan — June 14, 2009 @ 6:35 pm
saya yudianto. saya pengen tahu formula ransum pakan babi yang bagus untuk pertumbuhan serta irit biayanya mohon pencerahannya. atas perhatiannya terima kasih banyak
Comment by yudianto — August 7, 2009 @ 5:44 pm
saya punya bubuk ikan kering, saya tawarkan dengan harga Rp. 3.500/ kg nego
Comment by budi — August 12, 2009 @ 11:03 am
pak budi, sy ingin lebih jelas tentang bubuk ikan kering bisa informasikan saya ttg produk tsb. putriga@yahoo.com
Comment by putri — September 3, 2009 @ 2:11 am
di jual tepung cangkang bekicot buat pakan ternak…high protein…ribuan tons tersedia…harga murah hubungi: 081357775888
Comment by robbi — October 28, 2009 @ 4:32 pm