Copyright (c) 2006 Manglayang Farm.
Permission is granted to copy, distribute and/or modify this document under the terms of the GNU Free Documentation License, Version 1.2 or any later version published by the Free Software Foundation; with no Invariant Sections, no Front-Cover Texts, and no Back-Cover Texts.

Pedet rawan terkena diare
KCT (Kenal, Cegah dan Tangkal) adalah seri artikel medis untuk ternak. Seri artikel ini dibuat bukan untuk mengajari pembacanya, namun lebih kepada dokumentasi dan exercise dari hasil pengamatan dan eksplorasi literatur yang dilakukan oleh penulis.
Dengan membaca artikel ini, anda setuju bahwa segala resiko yang mungkin terjadi ketika anda memutuskan untuk mengikuti arahan atau petunjuk dalam artikel ini menjadi tanggung jawab anda sendiri.
Saran, kritik dan ide, terbuka untuk dilontarkan.
Apa dan Bagaimana Diare pada Pedet ?
Diare merupakan sebuah kata umum yang digunakan untuk menggambarkan keadaan sapi yang mengalami sakit mencret. Diare pada ternak khususnya sapi bukan merupakan sebuah penyakit, tapi lebih merupakan tanda atau gejala klinis dari sebuah penyakit yang lebih komplek yang bisa disebabkan oleh berbagai hal.
Diare pada ternak, seperti pada manusia, dapat terjadi ketika pergerakan cairan tubuh dalam sistem pencernaan mengalami gangguan. Biasanya selalu berakibat kehilangan cairan atau dehidrasi. Cairan tubuh yang keluar ini juga membawa serta garam garam mineral atau elektrolit. Sayangnya, kehilangan ini akan merubah keseimbangan kimiawi tubuh yang pada akhirnya akan menimbulkan stress dan depresi, yang dapat berujung pada kematian. Rehidrasi, sebuah terapi pada ternak dengan memberikan air dan suplemen elektrolit dapat membantu meredakan efek diare dan memulihkan keseimbangan tersebut.
Secara umum, diare dibagi dua kategori, diare yang dibebabkan oleh ketidakseimbangan nutrisi (non-infeksius) dan diare yang disebabkan oleh infeksi mikroorganisme.
baca seluruh artikel >>>