HIJAUAN PAKAN TERNAK: Rumput Gajah

Kombinasi Rumput Gajah King Grass dan
Areuy bulu (Pueraria phaseoloides) di desa Cimahi, kec. Caringin, kab. Garut.
Tulisan ini diadaptasi dan di sesuaikan untuk konsumsi publik dari publikasi internal “Manglayang Agribusiness Cooperative, ANALISA PENANAMAN RUMPUT GAJAH DI CIJAYANA, Juni 2005 “.
UPDATE: 5/1/2006
Tambahan beberapa gambar kultivar Taiwan dan King Grass. Ralat photo caption, gambar rumput Taiwan tertukar dengan rumput Africa.
Pengantar
Pennisetum purpureum Schumach.
Nama daerah: Elephant grass, napier grass (Inggris), Herbe d’éléphant, fausse canne à sucre (Prancis), Rumput Gajah (Indonesia, Malaysia), Buntot-pusa (Tagalog, Filipina), Handalawi (Bokil), Lagoli (Bagobo), Ya-nepia (Thailand), Co’ duôi voi (Vietnam), pasto elefante (Spanyol)
Asal-usul dan persebaran geografi: Berasal dari Afrika tropika, kemudian menyebar dan diperkenalkan ke daerah daerah tropika di dunia, dan tumbuh alami di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1.000 mm dan tidak ada musim panas yang panjang. Dikembangkan terus menerus dengan berbagai silangan sehingga menghasilkan banyak kultivar, terutama di Amerika, Philippine dan India.
Rumput gajah merupakan keluarga rumput rumputan (graminae ) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia) yang alamiah di Asia Tenggara. Rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (cut and carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan sapi, atau dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara silase dan hay. Selain itu rumput gajah juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanah yang baik.
Di Indonesia sendiri, rumput gajah merupakan tanaman hijauan utama pakan ternak. Penanaman dan introduksi nya dianjurkan oleh banyak pihak.
Deskripsi dan Sifat Rumput Gajah
Nilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan, semakin tua CP semakin menurun)
Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN) diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras) kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air.
Rumput ini secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter), dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, ujungnya runcing.

King Grass. Berumur sekitar 2 minggu setelah panen.
Rumput gajah merupakan tumbuhan yang memerlukan hari dengan waktu siang yang pendek, dengan fotoperiode kritis antara 13-12 jam. Namun kelangsungan hidup serbuk sari sangat kurang sehingga menjadi penyebab utama dari penentuan biji yang lazimnya buruk. Disamping itu, kecambahnya lemah dan lambat. Oleh karenanya rumput ini secara umum ditanam dan diperbanyak secara vegetatif. Bila ditanam pada kondisi yang baik, bibit vegetatif tumbuh dengan cepat dan dapat mencapai ketinggian sampai 2-3 meter dalam waktu 2 bulan.
Rumput gajah ditanam pada lingkungan hawa panas yang lembab, tetapi tahan terhadap musim panas yang cukup tinggi dan dapat tumbuh dalam keadaan yang tidak seberapa dingin. Rumput ini juga dapat tumbuh dan beradaptasi pada berbagai macam tanah meskipun hasilnya akan berbeda. Akan tetapi rumput ini tidak tahan hidup di daerah hujan yang terus menerus. Secara alamiah rumput ini dapat dijumpai terutama di sepanjang pinggiran hutan.
Perkembang biakan vegetatif dilakukan baik dengan cara membagi rumpun akar dan bonggol maupun dengan stek batang (minimal 3 ruas, 2 ruas terbenam di tanah). Hal ini dapat dilakukan dengan tangan atau dengan peralatan seperti yang dilakukan pada penanaman tebu. Jarak antar barisan berkisar antara 50 – 200 cm. di daerah yang lebih kering jaraknya lebih lebar. Jarak dalam barisan bervariasi mulai dari 50 – 100 cm. penanaman yang dicampur dengan tanaman lain semisal ubi kayu dan pisang sering dilakukan di kebun rumah.
Untuk mendapatkan hasil dan ketahanan tinggi, rumput ini ditanam dengan pengairan yang teratur dan pemupukan yang cukup. Pemupukan yang banyak diterapkan biasanya bila rumput sering dipotong / dipanen.
Kandungan nutrien setiap ton bahan kering adalah N:10-30 kg; P:2-3 kg; K:30-50 kg; Ca:3-6 kg; Mg dan S:2-3 kg. dengan hasil bahan kering tiap tahun 20-40 ton/Ha, karenanya banyak zat diserap dari tanah. Jika tidak dipupuk hasilnya akan segera menurun drastis dan gulma akan menyerang. Walaupun rumput gajah jarang ditanam dengan polong-polongan (legume), namun tetap dapat dikombinasikan dengan baik.
Penyakit yang biasa menyerang yaitu kutu Helminthosporium sacchari. Tindakan yang paling baik untuk mencegahnya adalah dengan menggunakan kultivar yang tahan penyakit tersebut. Namun demikian secara umum kami tidak menemukan serangan hama pada rumput gajah yang ditanam. Kebanyakan hanya merupakan serangan belalang dan ulat yang masih bisa di tolerir.
Rumput gajah dapat dipanen sepanjang tahun. Biasanya rumput ini diberikan dalam bentuk segar, tetapi dapat juga diawetkan sebagai silase. Hasil bahan kering setiap tahun diharapkan berkisar 2 - 10 ton/hektar untuk tanaman yang tidak dipupuk atau dengan pupuk yang sedikit, tetapi yang menggunakan banyak pupuk N dan P hasilnya berkisar antara 6 - 40 ton/hektar.
Prospek rumput gajah cukup baik bila dilakukan pemupukan yang baik pula. Dengan memanen pada pertumbuhan yang masih muda atau dengan menggunakan kultivar yang baik akan mencapai nilai pakan yang tinggi. Keuntungan dari jenis ini adalah kemampuannya berproduksi, dapat ditanam dalam jumlah besar atau kecil, dan dapat diusahakan secara mekanis atau juga untuk pertanian/peternakan skala kecil.
Hasil Pengamatan
Kami telah mencoba menanam rumput ini di berbagai tempat, baik di daerah pesisir pantai selatan pada ketinggian berkisar 0 - 200 m dpl, maupun di home base Manglayang Farm pada ketinggian 900 - 1100 m dpl. Dengan berbagai kondisi tanah / alam dan perlakuan yang berbeda. Hasil yang didapat pun berbeda beda tentunya
.
Yang menarik, di Indonesia ternyata ada lebih dari 1 jenis rumput gajah, apa saja ?
Jenis Kultivar di Indonesia
Sekurangnya menurut pengetahuan kami berdasarkan obrolan dengan rekan di BIB Lembang, ada empat kultivar yang ada di Indonesia. Rumput gajah semuanya merupakan introduksi dan bukan jenis rumput lokal.
Kultivar rumput gajah tersebut adalah King Grass (P. purpureum cv. King Grass), Taiwan (P. purpureum cv. Taiwan), Hawaii (P. purpureum cv. Hawaii) dan Africa (P. purpureum cv. Africa). Namun karena memang bentuknya yang satu sama lain sangat mirip, agak sulit membedakannya (setidaknya bagi mata awam seperti kami).
Namun demikian ada sedikit panduan yang diberikan oleh rekan di BIB Lembang untuk menentukan berbagai kultivar tersebut.
King: Batang dan daunnya paling raksasa (karena itulah dia disebut King Grass), daunnya berbulu kasar dan akan terasa perih bila memanen rumput ini tanpa menggunakan baju tangan panjang (percayalah, penulis sudah merasakannya). Batangnya keras. Produktivitas tinggi, menurut pengamatan kami dapat mencapai 200 - 250 ton per hektar per tahun. Pada daun muda, pangkal daunnya memiliki bercak bercak berwarna hijau muda.
Pengamatan kami, produksi per rumpun di Cijayana bisa lebih dari 7 kilogram (basah) per panen.

Bercak hijau muda di sekitar pangkal daun King Grass.

Rumput Gajah King Grass di desa Cimahi, kec. Caringin, kab. Garut.
Berumur sekitar 8 bulan sejak hari tanam.
Taiwan: Cukup raksasa, dapat mencapai 4 -5 meter. Kultivar ini yang disenangi dan dianjurkan oleh BIB Lembang untuk ditanam. Batangnya lunak, daun lebar berbulu lembut, tingkat nutrisi cukup baik. Ciri ciri lain adalah pada batang muda pangkal batangnya bawah yang dekat ke tanah berwarna kemerah merahan. Namun beberapa rekan peternak di Lembang kurang menyukai kultivar ini karena lunaknya batang tersebut sehingga cenderung mudah roboh apabila diterpa angin kencang. Produktivitas tinggi, bisa mencapai 300 ton / hektar per tahun dengan kondisi pemupukan dan pemeliharaan optimal. Selain itu, Taiwan (juga King Grass) membutuhkan air yang cukup banyak. Pengamatan kami, produksi per rumpun bisa lebih dari 7 kilogram (basah) per panen.

Batang berwarna kemerah merahan merupakan ciri kultivar Taiwan (Cijayana).

Batang rumput Taiwan yang besar tapi relatif lunak (Cijayana).
Africa: Batang kecil dan keras. Daun kecil. Tumbuh tunas tunas kecil pada ketiak batang. Sehingga apabila terbiasa melihat King Grass atau Taiwan yang sehat, melihat Africa seperti melihat rumput kerdil
. Kultivar ini yang banyak ditanam di Manglayang Farm. Kenapa ? Hipotesa kami adalah kultivar ini yang pertama kali masuk dan dikembangkan di daerah Manglayang. Keunggulan dari Africa adalah kebutuhan airnya yang tidak terlalu banyak. Sehingga pada musim kering pun masih dapat tumbuh dengan cukup baik. Produktivitas tidak terlalu tinggi, menurut pengamatan kami hanya sekitar 1 -2 kilogram / rumpun (basah) per panen (sekitar 100 ton per hektar per tahun)

Rumpun rumput gajah Africa yang sudah tua, perhatikan batangnya yang kecil.

Jumlah rumpun gajah Africa yang banyak.
Hawaii: Nah ini kultivar yang paling sulit membedakannya. Hawaii memiliki batang dan daun yang lunak tapi tidak terlalu besar. Lebih mirip ke Taiwan hanya lebih kecil. Tidak heran, karena kultivar ini merupakan induk dari kultivar Taiwan yang merupakan hibrid King Grass dengan Hawaii.
Sedangkan menurut literatur yang ada di Internet, kultivar yang ada di dunia banyak sekali, namun kultivar kultivar yang disebutkan di atas sulit sekali dicari referensinya, kecuali King Grass dan Taiwan. Disebutkan disana King Grass merupakan hasil silangan antara P. purpureum biasa dengan Pearl Millet (Pennisetum galucum).
Kultivar yang cukup menarik adalah tipe Dwarf (kerdil), yaitu Pennisetum purpureum cv. Mott. Disebutkan bahwa kultivar ini memiliki karakteristik perbandingan rasio daun yang tinggi dibandingkan batang. Berkualitas nutrisi tinggi pada berbagai tingkat usia dibandingkan jenis rumput tropis lainnya. Tahan kekeringan, dan hanya bisa di propagasi melalui metoda vegetatif. Menurut beberapa literatur, jenis ini sudah dibudidayakan di Indonesia, tapi sayangnya penulis belum berhasil menemukan contoh bibit. Ada yang punya ?
Metoda Penanaman
Seperti telah disinggung diatas, penanaman rumput gajah dilakukan dengan metoda perbanyakan vegetatif. Cara yang umum diterapkan adalah dengan stek batang dan memecah anakan. Cara yang pertama memungkinkan perbanyakan dengan lebih cepat, namun agak sedikit lebih lambat pertumbuhannya dibandingan dengan cara anakan atau pols. Cara penanaman yang biasa kami lakukan adalah sebagai berikut:
1. Pengolahan Lahan
Proses penanaman rumput gajah dimulai pada dengan pengolahan lahan yaitu dengan melakukan pembersihan lahan dari tanaman gulma, memisahkan bibit yang masih dapat digunakan untuk kemudian dilakukan pembalikan tanah serta pembuatan ulang dan rekondisi galur tanam.
2. Pupuk Dasar dan Penanaman
Setelah melakukan pengolahan lahan, dilanjutkan dengan pemupukan dasar menggunakan pupuk kandang (manure sapi) sekira 3 ton (± 1 ton/ha) dan dilanjutkan dengan mengguludkan lahan tanam.
Kemudian dilakukan penanaman dengan metoda stek batang. Untuk satu rumpun ditanam minimal 3 batang, yang masing masing batang terdiri sekurangnya dari 3 ruas. Kami mengusahakan 2 ruas terbenam di dalam tanah.

Penanaman rumput gajah di Tegal Tengah, Cijayana (1).

Penanaman rumput gajah di Tegal Tengah, Cijayana (2).
3. Pemupukan Kedua
Pemupukan kedua dilakukan 2 minggu setelah tanam dengan menggunakan pupuk NPK (16:16:16) dengan dosis 60 kg / hektar. Pemupukan kedua ini biasanya dibarengi dengan penyaueran (menimbunkan tanah dan rumput liar untuk meninggikan guludan).
4. Pemupukan Lanjutan
Pemupukan kimia selanjutnya dilakukan pada musim hujan yang akan datang. Untuk selanjutnya diharapkan pemupukan cukup dengan menggunakan pupuk kandang sebanyak 2 kali per tahun, 1 kali pada musim hujan, dan 1 kali pada musim kemarau.
5. Pemeliharaan
Pemeliharaan pada tahun pertama dapat di rinci sebagai kegiatan pemupukan dan penyiangan/pembersihan gulma seperti berikut (pada lahan 3.2 hektar):
Pemupukan
Pupuk Kandang 3 hari x 4 orang x 2 kali per tahun = 24 Hari Orang Kerja (HOK)
Pupuk Kimia 1 hari x 4 orang x 1 kali per tahun = 4 HOK
Penyiangan
3 hari x 4 orang x 2 kali per tahun = 24 HOK
Sehingga total pemeliharaan pada tahun pertama adalah 52 HOK
Sedangkan pada tahun kedua dan selanjutnya karena diharapkan sudah tidak menggunakan pupuk kimia maka yang dibutuhkan hanya 48 H.O
Pola Tanam
Pola tanam menggunakan berbagai metoda. Ada yang menggunakan metoda lorong polikultur (alley cropping) dengan tanaman sela, ada juga yang menggunakan sistem monokultur / tunggal.
Pada pola lorong, rumput gajah ditanam dengan tanaman sela jagung (Zea mays), Sorghum (Sorghum bicolor L. Moench) atau Kacang Tanah (Arachis hypogaea) menggunakan jarak dalam barisan ± 50 cm dan jarak antar barisan ± 250 cm (50 x 250 cm).

Penanaman rumput gajah dengan pola lorong (Alley Cropping)
Diproyeksikan jumlah baris dapat mencapai sekitar 100 baris, dimana setiap baris dapat mencapai rata rata 259 rumpun, sehingga total dalam lahan tersebut mampu menampung rumpun sebanyak 25.900 rumpun.
Namun kenyataan di lapangan setelah dilakukan penghitungan rumpun, efektif tertanam hanya 9.686 rumpun (37%) sehingga rata rata penyebaran rumpun per hektar nya hanya mencapai 2866 rumpun (total 121 baris x ± 80 rumpun) dengan total luasan efektif tertanam rumput gajah hanya 8.100 m2. Kondisi ini disebabkan luasan efektif yang dapat ditanami berkurang selain akibat adanya tanaman sela, juga disebabkan berbagai kondisi lapangan yang kurang menguntungkan dan tidak dapat ditanami, seperti adanya genangan/rawa, tanah berbatu, adanya embung dan bak serta lahan yang sudah ditanami leguminosa jenis Gamal (Gliricidia sepium) dan tanaman lain.
Sedangkan pola tanam yang dianjurkan oleh BIB Lembang dilakukan dengan menggunakan pola monokultur dan lebih rapat. Hal ini tentu berkaitan dengan treatment dan perawatan yang optimal yang perlu diberikan. Jarak tanam dalam barisan berkisar 70-100cm dan jarak antar barisan 70-100cm.

Penanaman rumput gajah dengan pola monokultur di BIB Lembang.
Pemanenan
Pada musim penghujan secara umum rumput gajah sudah dapat dipanen pada usia 40 - 45 hari. Sedangkan pada musim kemarau berkisar 50 - 55 hari. Lebih dari waktu tersebut, kandungan nutrisi semakin turun dan batang semakin keras sehingga bahan yang terbuang (tidak dimakan oleh ternak) semakin banyak.
Sedangkan mengenai panen pertama setelah tanam, menurut pengalaman kami dapat dilakukan setelah rumput berumur minimal 60 hari. Apabila terlalu awal, tunas yang tumbuh kemudian tidak sebaik yang di panen lebih dari usia 2 bulan.

Pemanenan di musim hujan (usia sekitar 40 harian).
Kesimpulan Sementara
Rumput gajah merupakan tanaman yang cukup baik untuk kebutuhan hijauan pakan ternak, baik dilihat dari tingkat pertumbuhan, produktivitas hasil panen maupun nutrisi (terutama kandungan serat) yang terkandung di dalamnya.
Lain daripada itu, selain sebagai hijauan segar, surplus produksi rumput gajah juga dapat digunakan sebagai cadangan pakan dalam bentuk kering (hays) ataupun fermentasi dengan metoda silase setelah terlebih dahulu di cacah.
Satu hal yang perlu diperhatikan adalah nilai investasi dan biaya operasional rumput gajah yang tinggi.
Hal ini disebabkan biaya olah lahan, penanaman, pemupukan, perawatan dan pemanenan rumput gajah yang cukup mahal tanpa dibarengi dengan nilai ekonomis dari rumput gajah.
Seperti diketahui, saat ini rumput gajah belum dianggap sebagai komoditi ekonomi yang biasa di perjual belikan. Terutama pada musim hujan. Pada musim kemarau, di beberapa sentra sapi (terutama sapi perah) rumput ini sudah mulai memiliki nilai ekonomis.
Tapi tetap akan berbeda dengan nilai ekonomis yang bisa diperoleh apabila lahan yang ada ditanami dengan berbagai tanaman produktif baik musiman maupun tanaman keras.
Operasional akan semakin tinggi apabila lahan penanaman rumput terletak jauh dari kandang, sehingga akan menaikkan upah dan ongkos angkut yang harus dibayarkan untuk pemeliharaan dan panen.
Beberapa solusi (yang tidak semuanya dapat secara praktis dilakukan) adalah:
1. Penanaman rumput gajah harus dilakukan di areal yang dekat dan sekitar kandang sehingga dapat dengan mudah terjangkau oleh anak kandang/peternak selain itu juga dapat dengan mudah (dan murah) dilakukan pemupukan (dari pupuk kandang).
2. Meningkatkan produksi protein bagi kebutuhan ternak per luasan areal tanam. Seperti diketahui, nutrisi terutama protein rumput gajah tidak terlalu bagus. Caranya bisa dengan mengkombinasikan rumput gajah dengan tanaman leguminosae semak berprotein tinggi seperti Lamtoro (Leucaena leucocephala), Kaliandra (Calliandra calothrysus) dan Gamal (Gliricidia sepium). Atau dengan legum merambat seperti Kacang Sentro (Centrosema pubescens), KembangTelang (Clitoria ternatea), dan Kacang Ruji (Pueraria phaseoloides). Selain sebagai sumber fiksasi nitrogen dan penyubur tanah, juga sebagai pakan tambahan yang sangat berguna bagi ternak.

Gamal, tanaman kombinasi yang baik.
3. Meningkatkan nilai ekonomi lahan dengan melakukan penanaman rumput gajah dengan metoda lorong pada tanah yang relatif datar dan metoda sengked pada tanah berkontur miring.
Tanaman sela harus yang memiliki nilai ekonomis tinggi, misalnya jenis tanaman semusim seperti Jagung (Zea mays), Kacang Tanah (Arachis hypogaea), Sorghum (Sorghum bicolor, Sorghum vulgare).
Dapat juga digabung dengan tanaman keras seperti Sengon (Albizzia falcata), Suren (Toona sureni) dan sebagainya yang disesuaikan dengan kapasitas dan karakter lahan.
4. Perlulah kiranya di pikirkan lebih lanjut mengenai metoda produksi rumput gajah, baik penanaman, pemeliharaan dan pemanenan yang lebih efisien dan berdaya guna.
5. Kami juga sempat mencoba menggembalakan ternak langsung di kebun rumput gajah, hipotesa awal kami, menggembalakan ternak langsung di lahan rumput gajah dapat mengurangi tenaga pemanenan
.
Hasilnya, kami tetap saja perlu mengeluarkan tenaga ekstra untuk melakukan pengendalian dan pengawasan ternak, untuk menjaga agar rumput gajah tidak over-graze (dimakan secara berlebihan) sehingga menganggu pertumbuhan. Dan terutama, rumput gajah tidak tahan injakan dan kondisi over-grazing
.

Petani Cijayana dan King Grass.
Pustaka
- http://www.hear.org/pier/species/pennisetum_purpureum.htm
- http://www.tropicalforages.info/key/Forages/Media/Html/Pennisetum_purpureum.htm
- http://aquat1.ifas.ufl.edu/penpur.html
- http://www.fao.org/WAICENT/FAOINFO/AGRICULT/AGP/AGPC/doc/Gbase/DATA/Pf000301.htm
- http://www.fao.org/ag/aga/agap/frg/afris/Data/137.HTM
- PROSEA, Sumber Daya Nabati Asia Tenggara buku 4, PT. Balai Pustaka, Prosea Indonesia



hai,
saya awam dengan pertanian, ingin menanyakan, apakah rumput gajah identik dgn kandungan rumput gandum ??? tks
Comment by willy — February 8, 2006 @ 7:17 pm
Halo,
Kandungan apanya ya ?
Kalau batang/daun beda tipis, menurut data NRC, jerami/straw gandum (Triticum spp) kandungan protein kasarnya (CP) 4.8%.
Comment by mang Layang — February 9, 2006 @ 9:57 am
saya sudah cukup mengerti akan rumput gajah, saya hanya ingin tanya di mana saya bisa dapat bibit sapi bakalan jenis simental. atopun brahman.
Comment by sunarto — March 1, 2006 @ 12:23 pm
#3 Kalau untuk bakalan yang murni, saya kurang apal mas, sapi ras yang biasa kami temui merupakan silangan dengan lokal. Simmental silang dengan holstein, sedangkan brahman dengan PO. Coba kontak ke Balitnak (http://balitnak.litbang.deptan.go.id/) atau BPTU yang ada di sekitar lokasi anda. URL nya ada di sidebar website kami. Atau bisa juga ke Dinas Peternakan setempat.
Comment by mang Layang — March 3, 2006 @ 8:41 pm
Saya mau melihat daftar tabel pakan ternak untuk hijauan rumput kolonjono(Brachiaria mutica)
Comment by muhdar — March 3, 2006 @ 9:21 pm
Ingin melihat daftar tabel pakan ternak untuk bahan kering kolonjono, rumput para.
Comment by muhdar — March 3, 2006 @ 9:29 pm
#5,#6 Menurut buku yang saya pegang, konsentrasi N rumput para di daun kisaran 1.6-2.2%, ketercernaan BK 40-65%. Lengkapnya di link berikut: http://www.fao.org/ag/AGA/AGAP/FRG/AFRIS/Data/45.HTM
Comment by mang Layang — March 4, 2006 @ 7:27 am
dimanakah saya bisa mendapat informasi tentang peternakan kambing etawah di indonesia khususnya di jawa tengah-indonesia
dan berapa besaran harga bibit kambing etawah
dimanakah saya bisa mendapatkan buku-buku peternakan?
Comment by aditya pria — April 17, 2006 @ 1:17 pm
saya ingin mengoleksi berbagai jenis rumput genjah sebagai pakan ternak seperti rumput gajah dengan berbagai kultivar misalnya king grass cultivar taiwan. dimana saya bisa mendapatkannya.
dimanakah letak manglayang farm kalo bisa alamatnya yang jelas.
saya tertarik untuk menimba ilmu di manglayang farm
Comment by aditya pria — May 6, 2006 @ 9:02 am
di mana saya bisa mencari data ttg kand gizi rumput gajah Taiwan?????
Comment by mel — May 8, 2006 @ 5:46 pm
websitenya klo bisa. Thx
Comment by mel — May 8, 2006 @ 5:54 pm
#10 & #11
Sebetulnya di artikel ini sudah ada link nya. Hanya sayangnya artikel dalam bahasa brazil, tapi anda bisa terjemahkan dengan bantuan webtools di internet.
Silahkan kunjungi http://www.editora.ufla.br/revista/24_1/art29.htm.
Comment by mang Layang — May 24, 2006 @ 7:52 pm
Apakah saya bisa mendapatkan artikel atau laporan penelitian tentang silase rumput sudan, terima kasih bantuannya
Comment by christna — September 28, 2006 @ 12:10 pm
saya mau tnya tentang kandungan kandungan air dan ph
Comment by andik setyawan — October 4, 2006 @ 10:06 pm
bagaimana pola penanaman yang baik
Comment by irfan — November 6, 2006 @ 1:07 pm
saya pengen tau tentang taksonomi rumput gajah dari kingdoom sampai dengan species
Comment by albert — January 9, 2007 @ 8:56 pm
#16 silahkan ke: http://www.hear.org/species/pennisetum_purpureum/
Comment by manglayang — January 9, 2007 @ 9:54 pm
saya kebingungan mencari tentang rumput raja, ini kan ada rumput gajah, tapi saya pengen juga yang rumput raja. kalo bisa tolong dikirim ke email saya. terima kasih.
Comment by dewi — May 23, 2007 @ 1:56 pm
#18 rumput raja itu nama lain dari rumput gajah king grass (king = raja). Nama latinnya adalah Pennisetum purpuphoides. Jadi sudah dibahas juga di artikel ini. Artikel lain punya Deptan, silahkan lihat disini:
http://bp2tp.litbang.deptan.go.id/file/jambi2.pdf
Comment by manglayang — May 23, 2007 @ 2:25 pm
Salam kenal…
Saya senang membaca web ini, krn dpt menambah ilmu pengetahuan khususnya di bidang ternak.
Saya tertarik dengan artikel tentang rumput gajah. Saya ingin bertanya, dimana saya bisa mendapatkan bibit rumput gajah ? Dan berapa harganya ?
Terima kasih dan semoga sukses selalu.
Comment by bayu — June 29, 2007 @ 8:24 pm
saya mau tanya nama latin rumput taiwan apa?
Comment by dicky herdiansyah — July 4, 2007 @ 4:38 pm
#20 Coba hubungi Dinas Peternakan atau peternakan sapi perah dekat tempat anda. Bila di sekitar Bandung bisa mengunjungi BIB Lembang atau UPPT Cikole. Harga pols/setek sepengetahuan kami di tingkat petani antara Rp. 10 - 20rb per karung untuk pols.
Comment by manglayang — July 4, 2007 @ 7:03 pm
#21 Setahu kami masih varietas, biasanya disebut Pennisetum purpureum var. Taiwan.
Comment by manglayang — July 4, 2007 @ 7:09 pm
halo
saya pingin tanya apa rumput gajah itu sama dengan rumput kolonjono
Comment by niken indar mastri — July 22, 2007 @ 1:20 pm
#24 Informasi yang kami gali simpang siur, ada literatur yang menulis sama ada yang bilang berbeda. Jadi.. silahkan pilih yang mana
Comment by manglayang — August 1, 2007 @ 1:40 pm
thanks banget buat postingannya..niiih
Comment by Deedee — November 4, 2007 @ 12:58 pm
apakah rumput gajah bagus untuk kambing/domba?
terima kasih
Comment by kakangmas — December 28, 2007 @ 3:36 pm
#27 Rumput gajah terlalu kasar dan keras untuk domba, tapi yang usia panen muda bisa saja.
lebih bagus rumput african star grass atau setaria.
Comment by mang Layang — December 28, 2007 @ 4:07 pm
bagus sekali
Comment by ipat — January 30, 2008 @ 10:57 am
saya nak beli benih rumput napier. Boleh ke membantu saya?
Comment by kandingz — February 26, 2008 @ 7:19 pm
Salam Peternak!
Mohon ijin untuk posting artikel rumput gajah pada blog domba garut.Hatur Nuhun.Agus Ramada S.
Comment by Agus Ramada Setiadi — March 13, 2008 @ 10:34 pm
#30 Japri saja pak Kandingz.
#31 Salam Peternak! silahkan kang Agus, semoga bermanfaat.
Comment by manglayang — March 14, 2008 @ 5:53 pm
saya bingung nyari pustaka tentang produksi hijauan (produksi segar, berat kering, dan persentaseberat kering daun terutama), kira2 saya dapat nemuin di situs apa ya???
Comment by taufik kumala ardani — April 7, 2008 @ 11:36 pm
Saya akan mengembangkan rumput raja(king grass) di Aceh Tengah. Saya mohon tolong kirimkan ke email saya tentang semuanya mengenai rumput raja mulai jenis, cara menanam, klasifikasi, dan Daftar Pustaka atau buku-buku yang berisi mengani RUMPUT RAJA (KING GRASS) dan toko yang menjual buku tersebut. Terima kasih
Comment by Haidayati — May 9, 2008 @ 10:46 pm
MAU NANYA NEE OM KALAU BEKAS SAWAT YANG ADA SUMBER MATA AIRNYA BAGUS KAH BUAT NANAM RUMPUT GAJAH ? DAN UNTUK BISNIS BAGUS KAH ? KALAU BELI BIBIT NYA DIMANA
hARIYANTO
pADALARANG
Comment by HARIYANTO — May 12, 2008 @ 9:42 am
di comment #28, bgmna kalo di buat silase untuk domba, bgmna?bisa g?
Comment by taufik — August 15, 2008 @ 12:41 am
bagaimana jika rumput napier, di mana bisa mendapatkannya
Comment by sunarto — October 8, 2008 @ 2:43 pm
rumput napier itu ya sama dengan rumput gajah jugha
Comment by diono — October 17, 2008 @ 3:52 pm
Salam tani,….Tolong pak informasinya mengenai rumput gajah yang cocok di dataran tinggi dengan tanah merah dan dimana saya bisa dapatkan bibit rumput gajah tsb. makasi banyak atas bantuannya informasi. Zulkarnaen Sul-Sel
Comment by Zulkarnain,SKM,M.Kes — October 23, 2008 @ 2:46 pm
Kalo sudah ada info harga dan penjual bibit rumput gajah di tiap-tiap daerah mohon bisa di tampilkan di blog ini. Terimakasih
Comment by dony — October 30, 2008 @ 12:48 pm
Apakah bisa sisa tanaman kedelai (dadok) dibuat silase untuk pakan ternak sapi perah? bagaimana cara membuatnya agar hasil silase ber-protein ckp utk sapi perah?(bahan campuran apa saja yg dicampurkan dlm membuat silase dadok). trim’s ya…tak tunggu jwbnya secepatnya.
Comment by dony — November 6, 2008 @ 12:56 pm
komposisi ransum untk penggemukan sapi yg murah tp dpt meningkatkan adg >1,2 kg apa ada yg punya pengalaman ?tlng dong bagi2 infonya.
Comment by jans — November 20, 2008 @ 1:16 pm
Saya ingin ternak Domba,namun sebelum ternak saya ingin menanam rumput dulu, yang ingin saya tanyakan : 1. Apakah Rumput Gajah (King Grass) bisa/cocok untuk Domba ? 2. Dimana saya bisa beli bibitnya untuk daerah Bogor ? 3. Berapa haraganya per stek ? mohon diinformasikan segera alamat yang lengkap dan contact person.
Salam
Asep Rusman
Comment by Asep Rusman — December 2, 2008 @ 2:36 pm
saya tinggal di Pondok Labu, dimanakah saya bisa membeli bibit rumput gajah (king grass) mohon informasinya. terima kasih
Comment by singgih — December 12, 2008 @ 8:24 pm
semua kok tanya, mbok sekali sekali kasih komen dan penjelasan..gitu ?? ,aneh org indonesia ni..
Comment by joni — January 13, 2009 @ 7:12 pm
betul..nanya mulu neh,komen’nya mana?
Comment by richo — February 12, 2009 @ 8:57 am
Dear Mang Layang,
Saya dengar ada rumput setia dari Thailand bisa produksi 20 Kg/m2/40 hari. Berarti per 100m2 = 2000 kg/panen 40 hari sdh bisa pelihara 7 ekor sapi. Hebat sekali, apa benar? Kalau King grass ini brp hasil per m2 per 40hari? Trims ya Mang. Darlan
Comment by Darlan — February 25, 2009 @ 5:44 pm
SAYA TERTARIK DGN RUMPUT GAJAH TAIWAN DIMANA SAYA BISA MENDAPATKANYA dI JATENG DAN DI JATIM? DAN BIAYANYA BERAPA?TERIMAKASIH
Comment by IRWAN — March 14, 2009 @ 1:21 pm
alhamdulillah, ini memberi banyak tentang penelitian sarjana saya
Comment by cipluk — April 8, 2009 @ 11:14 pm
ini yang saya perlukan untuk tugas tata laksana padang. He…………….
Comment by rahmat hidayah — April 8, 2009 @ 11:15 pm
mohon informasi, dimana saya bisa mendapatkan BIBIT RUMPUT GAJAH di daerah JATIM (Sidoarjo atau MOJOKERTO). Hub. 081553515133 atau 031-70041880
Thank’s.
Comment by ardiansyah harahap — May 13, 2009 @ 8:53 am
saya lagi butuh rumput gajah di sekitar area sukabumi, untuk pakan ternak kalo ada sy pingin contack person nya.thanks salam kenal
Comment by Nanang purwantoro — June 10, 2009 @ 7:46 pm
Saya mo tanya apakah Rumput Gajah itu = Axonopus Compressus. Klo sama dimana saya bisa beli bibitnya di daerah Jakarta? Thanks
Comment by Vivi — June 15, 2009 @ 10:47 am
Saya mau tanya, kalau kita pelihara sapi kereman sebanyak 20 ekor, berapa luas tanah yang disiapkan untuk rumput gajah, agar mencukupi makanan 20 ekor sapi tersebut ???
Comment by Adhit — August 26, 2009 @ 9:06 am
saya ingin bertanya, adakah rumput gajah ni sesuai ditanam di kawasan tanah bekas sawah padi?
Comment by felix — November 7, 2009 @ 11:25 am
Saya mau tanya, kalau kita pelihara sapi ali sebanyak 20 ekor, berapa luas tanah yang disiapkan untuk rumput gajah, agar mencukupi makanan 20 ekor sapi tersebut dalam setahn???
Comment by phaink — November 20, 2009 @ 10:47 pm
#53 A. compressus itu rumput gajah taman yang pendek2 itu. Di toko penyedia tanaman hias biasanya ada.
#54 & 56 Tidak ada jawaban yang pasti pak, semuanya tergantung produktivitas rumput di lahan bapak. Coba saja tanami 100m2 kemudian hitung produksi rumput selama sekian bulan. Kalo pengalaman kami yang sudah sudah sih satu hektar paling 1-3 ekor.
#55 bisa pak, tapi tidak boleh tergenang. Varietas Taiwan lebih baik bila ditanam di tempat yang basah, tapi tetap tidak boleh tergenang.
Comment by manglayang — November 21, 2009 @ 11:30 am
PAKAN TWERNAK YANG ASLI DALAM NEGRI INI ADAKAN YANG PRODUKDUKTIFNYA SAMA KAYA SEMUA RUMPUT TERSEBUT, KENAPA GAK PAKAI ITU AJA
Comment by POKOKE — November 30, 2009 @ 10:54 pm
Sy berencana mau ternak kambing (pengemukan). jenis rumput apa yg paling baik buat kambing?. kalau kita punya lahan 1ha brp ideal kambing yg dipelihara? selain rumput di lhn tsb tanaman apa lg yg bisa dikombinasikan buat pakan kambing? trma ksh
Comment by nurman — December 11, 2009 @ 10:22 pm
axonopus compressus saya tiba-tiba kering semua, akar seperti dimakan rayap, padahal dua minggu belakangan seger banget. tiap hari juga disiram. kenapa ya??
Comment by nora — December 23, 2009 @ 9:33 am