Inisiatif Pengembangan Keju Rakyat di Jawa Barat
Menarik mencermati tulisan di harian umum Pikiran Rakyat beberapa waktu lalu mengenai rencana pengembangan keju rakyat di Jawa Barat khususnya daerah Bandung dan sekitarnya. Sayang artikel tersebut tidak berhasil penulis temukan versi onlinenya, tapi jangan khawatir, anda dapat membacanya salinannya disini.
Kami sama sekali gelap mengenai praktek pembuatan keju ini, meskipun sebetulnya sudah lama kami ingin mencoba membuatnya. Nah dalam kebutaan ini kami membuka buka internet untuk mencari informasi mengenai proses pembuatan keju. Kaitannya dengan artikel tersebut diatas, ada beberapa poin menarik yang kami cermati.
-
1. Disebutkan pada tulisan tersebut bahwa dalam waktu dekat Dinas Peternakan Jawa Barat akan segera memperkenalkan teknologi tepat guna pembuatan keju kepada kalangan peternak rakyat.
Pada paragraf berikutnya disebutkan pula bahwa tujuan kegiatan ini adalah agar peternak sapi perah memperoleh pendapatan yang lebih baik dan memasyarakatkan konsumsi keju dengan memunculkan produk yang harganya lebih terjangkau.
- Keju seperti apa dan dari jenis yang mana yang akan di produksi dan menjadi unggulan keju rakyat ?
Ada banyak sekali jenis keju, ada sementara media yang menyebut angka 700 jenis keju yang ada di dunia. Ada tulisan lain yang menyebutkan 3000 jenis. Sedangkan kita tahu penggunaan berbagai macam keju tersebut bisa berbeda beda, karena tekstur, rasa dan karakteristik setiap jenis keju tentu berbeda.
Okelah, tidak masalah, ambil saja 1 atau 2 jenis keju yang cocok dengan lidah melayu, mudah diproses, tahan lama, dan terutama tidak sulit memasarkannya.
Tapi tetap, kita harus berhati hati dalam melakukan pemilihan jenis keju yang akan di kembangkan ini. - Memperoleh pendapatan yang lebih baik.
Menurut kami agak terlalu optimis (kami memang pesimistik hehe). Studi literatur menyebutkan mengenai pengembangan keju di kota Malang yang disebut Kemal (Keju Malang). Beritanya cukup menyedihkan, karena setelah beroperasi selama 6 tahun, produksi harian Kemal hanya berkisar 5 - 10 kg keju / hari (artikel tahun 2001, mudah mudahan sekarang sudah berkembang lebih pesat). - Memasyarakatkan konsumsi keju.
Menteri pertanian kita belum lama ini menyebutkan konsumsi susu (ingat, susu, bukan keju) hanya 7 liter/kapita/tahun. Jauh dibawah India yang 30 liter/kapita/tahun, meskipun unggul diatas Cina yang “hanya” 5 liter/kapita/tahun. - Membuat produk dengan harga lebih terjangkau.
Kami agak sangsi bahwa inisiatif ini akan memberikan kualitas yang sama dengan keju produksi pabrikan besar. Lebih murah ? mungkin. Kualitas ? nampaknya perlu pengkajian lebih lanjut.
Keju merupakan barang baru bagi sebagian besar peternak kita, penulis sempat bertanya pada teman peternak, apakah pernah makan keju ?, jawabnya, kalau kejo sih sering. Kejo dalam bahasa sunda adalah nasiKami sama sekali tidak anti gerakan atau kebijakan seperti ini, yang jelas jelas sangat baik untuk dikembangkan. Yang sering kami lamunkan adalah jangan sampai kebijakan ini disalah gunakan, diputuskan secara gegabah, tidak melalui riset, penelitian dan percobaan pada skala kecil terlebih dahulu, yang (biasanya; kata nenek moyang kami) berujung pada kegagalan.
-
2. Yang juga menjadi ganjalan di benak penulis adalah ketersediaan rennet. Rennet (atau enzimnya sering disebut juga rennin atau chymosin) adalah zat yang digunakan untuk menggumpalkan susu pada proses awal pembuatan keju.
- Animal Rennet, biasanya enzim didapat dari dinding perut keempat (abomasum) anak sapi yang masih menyusui. Namun hati hati, ada juga yang diambil dari perut babi, disebut pepsin, yang bagi kita penduduk Indonesia yang mayoritas beragama Iislam, tentu produk keju yang dihasilkan menjadi tidak layak konsumsi alias haram.
Untuk rennet bersumber dari hewan ini sulit di produksi di Indonesia, mengingat konsumsi daging anak sapi (veal) masih sangat terbatas, sehingga ketersediaan rennetnya pun rasanya sulit. - Vegetable Rennet, adalah enzim yang bersumber dari tanaman. Keju yang di proses dengan menggunakan enzim dari tanaman Cynara ini cocok bagi orang orang yang anti produk turunan hewan alias vegetarian. Cynara adalah genus dari sekitar 10 spesies tanaman semak berduri tahunan dari famili Asteraceae yang aslinya berasal dari Mediterranean, baratlaut Afrika dan kepulauan Canary. Di tempat asalnya tanaman ini kebanyakan dianggap sebagai gulma. Spesies yang sering digunakan dalam pembuatan keju adalah Cynara cardunculus dan Cynara humilis. Mengingat bukan tanaman asli Indonesia, mungkin rennet jenis ini juga tidak bisa (dengan segera) diproduksi di sini.
Ada yang punya bibit Cynara ??, boleh di kirim kepada kami
- Microbial rennet, adalah enzim yang di hasilkan dari hasil aktifitas mikroorganisme cendawan Mucor miehei atau sering disebut juga Rhizomucor miehei. Namun gosipnya, beberapa produk microbial rennet yang tersedia secara komersial diduga merupakan hasil rekayasa genetik untuk meningkatkan produksi dan efisiensi, sehingga masih ada pro dan kontra dalam penggunaanya terutama bila digunakan pada budi daya organik di luar negeri yang memang ketat aturannya.
Industri yang sustainable semestinya adalah sebuah industri yang bisa mandiri. Mandiri dalam proses bisnis dan produksi termasuk bahan baku. Rennet sepengetahuan kami masih sulit didapatkan dan belum di produksi di Indonesia, kalaupun ada belum secara luas.
Ada 3 jenis rennet yang umum digunakan dalam pembuatan keju.
Walaupun demikian, rasanya microbial rennet inilah yang paling mungkin untuk segera dikembangkan di Indonesia sebagai pendukung kegiatan pengembangan keju rakyat. Apabila menggunakan rennet dari hewan maupun tanaman, tentu kita masih harus mengimpor.
Apapun, kami tetap mendukung inisiatif ini. Yuk kita bikin keju yang baik dan sehat !.



terimakasih
Comment by susi marti astari — February 14, 2006 @ 12:38 pm
apakah perlu rangsum tambahan/kosentrat untuk peternakan kambing yang di beri ransum jerami olahan yang diberi molases.apa ransum tambahan untuk peternakan sayah ?..terimakasih
Comment by saeful anwar — April 27, 2006 @ 6:52 pm
saya pengen ikut trainingnya dong
Comment by wildan — March 23, 2007 @ 10:02 pm
tolong kasih penjelasan tentang pembuatan keju tahap demi tahap sampai penyimpanannya dan menghasilkan keju yang berkualitas
“TERIMA KASIH”
Comment by sigit — June 5, 2007 @ 11:20 pm
say bersama teman saya punya rencana untuk membuat usaha keju dan kami punya rencana untuk membuat laboratorium keju mengacu pada SNI tapi kami kesulitan untuk mendapatkan info tentang higiene dan SNI…….Dimana kami dapat mendapatkan informasi yang sedetil-detilnya tentang keju dan higiennya???apa kami bisa dapat info dimana saja pabrik2 industri keju di indonesia???terimakasih…..saya mempunyai keinginan untuk usaha keju tapi kami sulit mendapatkan informasinya di jogja…..
Comment by RYA — July 21, 2007 @ 2:20 pm
Untuk SNI coba ke Badan Standardisasi Nasional (BSN)
Gedung Manggala Wanabakti, Blok IV lantai 3-4
Jl. Gatot Subroto, Senayan
Telp : 021-5747043
Fax : 021-5747045
Jakarta 10270
Info Pabrik Keju mungkin bisa ditanyakan ke Dinas Perindustrian-Perdagangan atau Dinas Pertanian - Peternakan di Kota anda. Yang kami tahu di Sukabumi, Jawa Barat ada pabrik bernama Natura Gouda, di Desa Sasagaran, Bukit Baros. Kontak:
CV. Bukit Baros Cempaka
Jl. Slamet Riyadi No. 7
Jakarta Timur
DKI Jakarta 13150
Telp : 62 (021) 8583985 / 8580515
Selain itu juga ada PT. Kraft Ultrajaya
Jl Raya Cimareme No 131
Padalarang, Bandung, 40552
Tlp: (022) 6654610
Fax: (022) 6654612
PO BOX: 1230 Bandung 400012
Semoga membantu.
Comment by manglayang — July 21, 2007 @ 7:03 pm
saya pengen bisa buat keju sendiri,tapi saya ngga tau caranya,bisa minta tolong beri tau tata cara pembuatan keju beserta bahan dan alat apa saja yang dibutuh kan dalam pembuatan keju.mohon untuk dibalas di e-mail saya yang sudah tertera saya tunggu lho.terima kasih
Comment by noe — August 28, 2007 @ 10:18 pm
Saya ingin belajar beternak sapi perah,dimana dapat saya peroleh informasi dan kursusnya dsb yang diperlukan.Terima kasih.
Comment by R.Kurniawan — September 8, 2007 @ 8:47 pm
#7 coba lihat posting nomor #6
#8 Posisinya dimana pak ? coba kontak ke dinas peternakan setempat..
Comment by manglayang — September 15, 2007 @ 11:45 am
Memang industri perkejuan di Indonesia kurang berkembang.Seandainya ada workshop ttg keju saya tolong diberitahu ya? Saya bisa buat keju dan skrg saya baru penelitian ttg keju dari susu kambing ettawa. Jangan kawatir membuat keju itu sgtlah mudah lagian saya tidak memakai enzim yg tlh disebutkan diatas.salam saya, mhs Fak.Peternakn UGM
Comment by Inda — March 18, 2008 @ 8:32 am
KeJu TErbuat dari susu
Keju bukan terbuat dari Singkong
tau kah anda……………….?
keju rasanya Asin
tapi klu
Comment by minarthi — April 13, 2008 @ 10:50 am
Hai..
mohon info dimana sy bisa trainning membuat keju dari susu kambing ?
Thnk,s
Comment by indrayasa — May 2, 2008 @ 4:14 pm
mohon info pembuatan kejunya.sekira ada training mohon infonya.terima kasih
Comment by adrian — June 24, 2008 @ 8:13 pm
tolong kasih tw bahan dan cara membuat keju sendiri dengan biaya yang terjangkau
Comment by terez — July 23, 2008 @ 7:18 pm
kalo ada yg punya makalah proses pembuatan keju baik secara manual atau masal, tolong dong dishare ke pejoeang_45@yahoo.com, makasih banget kalo ada yg mo nolong…..???
Comment by pejoeang_45 — August 9, 2008 @ 10:09 pm
Microbial coagulant rennet (bahan koagulasi keju)
Microbial coagulant range derived from a fermentation process of the fungus Rhizomucor Miehei, vegetarian / kosher and HALAL.
No Stripe No Tablet Price
1 stripe 10 150000
5 stripe 50 650000
10 stripe 100 1000000
1 tablet bisa digunakan untuk koagulasi 50 liter susu.
Contact hilda.yulianita@yahoo.com, terima pengiriman ke seluruh Indonesia
Comment by hilda — May 18, 2009 @ 8:23 pm
pengen tau dimana bisa membeli rennet
Comment by Parlin — June 13, 2009 @ 11:07 am
saya ingin membuat keju dengan bantuan enzim lipase/esterase guna tugas penelitian saya. Mohon bantuan tentang info tata cara pembuatan keju skala home industri. Atas bantuannya terimakasih banyak
Salam
Comment by wahyu — July 15, 2009 @ 2:44 pm
Sepengetahuan saya, keju bisa dibuat dengan berbagai penggumpal (dg enzim, BAL, atau dengan pengasaman langsung). Mmg hasilnya akan sedikit berbeda dengan keju rennet, namun banyak menfaat jika menggunakan penggumpal lain. Salah satunya kita bisa mandiri dan biaya produksi yang relatif lebih rendah. Yang harus dipahami adalah prinsip pembuatan keju, maka insya Allah kita bisa cari pengganti rennet! Saya juga sedang penelitian tentang hal tersebut, hehe. Mari berjuang! =D
Comment by Diana Puspita Dewi — July 30, 2009 @ 1:16 pm
terimakasih informasinya.
artikelnya bagus..
Comment by rera — October 16, 2009 @ 8:48 am
mohon bantuannya..baru sempat browsing pula…kebetulan penelitian saya jga tentang keju..prinsip pemanfaatannya kurang lebih sama..membuat keju bisa jadi satu hal yang nurah. mudah, dan cepat…saya rasa cukup potensial dikemabngkan diindonesia..
Comment by meirina — October 18, 2009 @ 9:29 pm