Proksimat Pakan Ternak dan Serba Serbi Konsentrat
Livestock Feed Proximate Analysis Lookup Table adalah sebuah tabel analisis kandungan nutrisi beberapa bahan pakan ternak yang kami kompilasi dan berasal dari berbagai sumber, ada yang bersumber dari buku/literatur dalam negri, ada juga yang hasil analisis orang bule. Tabel ini kami buat dengan maksud untuk memudahkan kami sendiri dalam melakukan pencarian data kandungan nutrisi (terutama protein kasar) dari beberapa jenis pakan ternak yang populer dan sering digunakan di Indonesia. Ohya, tabel ini dibuat lebih mengacu pada bahan bahan pakan ternak sapi.
Pun demikian, mohon jangan mengandalkan data data yang ada di tabel ini untuk kegiatan yang serius. Silahkan cross-check dulu dengan data sumber lainnya, dan apabila anda menemukan kesalahan pada tabel kompilasi ini, kalau tidak keberatan, beritahu kami agar dapat di revisi
Ada dua kategori yang kami kompilasi, yang pertama adalah hijauan pakan ternak dan yang kedua adalah limbah pertanian dan bahan mineral. Kami juga sertakan estimasi harga dari masing masing bahan per awal tahun 2005.
Tabel kompilasi ini masih jauh dari lengkap (jadi, ehm, tolong bantu lengkapi). Bila ada yang memerlukan versi spreadsheet (Ms. Excel), dapat menghubungi kami.
Download tabel kompilasi analisis proksimat pakan ternak.
Sebetulnya tabel ini iseng kami bikin ketika sedang ngoprek mengenai komposisi dan pembuatan pakan ternak konsentrat dan menu pakan sapi. Dulu kami pernah berniat membuat pakan konsentrat ternak sapi sendiri, kenapa ? Alasan yang pertama kualitas. Kualitas pakan yang ada dari koperasi setempat (kami anggota koperasi peternak sapi perah) tidak bisa dibilang bagus. Yang kedua, ya pingin dong coba bikin sendiri konsentrat tuh kayak gimana
Belakangan, baru kami sadari bahwa ternyata membuat pakan ternak (yang sebagian besar berasal dari residu pertanian) itu ngga mudah. Banyak kendala yang kami temui. Misalnya, kontinuitas dan ketersediaan bahan baku. Seperti di ketahui main ingredients dari pakan ternak, khususnya sapi adalah dedak/bekatul, persentasenya bisa lebih dari 50%. Nah kendala kami sebagai peternak pemula dan modal dengkul
adalah mendapatkan dedak dengan kualitas baik dan harga bersaing. Sebagian besar heuleur (rice hull; dimana dedak merupakan limbah dari proses dekortikasi beras padi) ternyata telah terikat kontrak dengan bandar atau supplier besar, termasuk para koperasi itu sendiri, sehingga untuk mendapatkan dedak harus bersaing dengan pemodal yang lebih kuat dan memang bermain di bidang itu. Itu satu.
Yang kedua, ketersediaan. Jumlah dedak yang tersedia sangat tergantung pada musim panen padi. Sehingga pada musim non-panen, dedak bisa menjadi barang langka. Harganya juga fluktuatif, berkisar Rp. 450 - 550 pada musim panen, sampai 700 - 900 rupiah / kg pada musim paceklik. Sekarang setelah kenaikan BBM, harga bisa mencapai 1000 - 1100 rupiah di beberapa rice hull.
Yang ketiga, kapasitas. Bahan baku konsentrat tentu tidak hanya dedak, kami kemudian mengetahui bahwa konsentrat yang dinilai cukup baik mengandung setidaknya 5 - 11 jenis bahan baku. Keanekaragaman bahan ini disamping sebagai pengkayaan unsur dan nutrisi, juga sebagai semacam kompensasi apabila harga dan ketersediaan barang fluktuatif. Misalnya disaat dedak paceklik dan mahal, feed company bisa merubah komposisi bahan baku dengan mengurangi penggunaan dedak dan mensubtitusi dengan bahan baku lain yang berharga lebih murah atau ketersediaannya cukup. Memang hal seperti ini bisa mengakibatkan kualitas pakan yang dihasilkan juga ikut naik turun. Tapi justru disini seni membuat pakan ternak kan ?
. Nah dengan keanekaragaman tersebut, menurut hitungan sederhana kami, kapasitas yang dibutuhkan untuk mengolah sendiri pakan ternak minimal adalah sekira 30 ton / bulan. Untuk kami, 30 ton adalah skala yang terlalu besar
. Kenapa 30 ton ? Kapasitas angkut truk medium adalah 4 - 5 ton, sehingga apabila formula pakan konsentrat mengandung sekurangnya 6 unsur, total bahan baku adalah sekitar 30 ton. Mungkin anda bertanya, mengapa tidak mengangkut ke enam unsur tersebut sedikit sedikit saja, sehingga muat dalam 1 truk, sehingga kita dapat membuat hanya 5 ton / bulan ?.
Alasan pertama, harga. Anda beli 5 kwintal dedak, harganya akan berbeda bila membeli 1 truk kapasitas 5 ton.
Selain itu yang lebih krusial, tidak ada one-stop-shoppingg dalam dunia bahan baku pertanian. Jadi mungkin anda harus membeli dedak di daerah Subang, kemudian membeli ongok (ampas singkong) kering dari Tasik, Mollases dari Cirebon dan sebagainya. So, in short, concentrate feed making is not our world
. Setidaknya belum
Jadi, setelah mencoba membuat dalam skala kecil sekali (sekitar 1 ton), kami kembali lagi pada pola lama, membeli pakan konsentrat jadi dari koperasi setempat atau supplier lain yang kualitas barangnya lebih baik. Menyelesaikan masalah ? tidak juga.
Kiriman terkadang terlambat sampai berhari hari, alasannya banyak, kendaraan rusak, stok habis, dsb. Akhirnya produksi susu sapi merosot.
Nah alasan ini (dan banyak alasan lain) yang menyebabkan kami tidak menyukai penggunaan pakan konsentrat. Setidaknya dengan pola dan kinerja koperasi atau supplier yang demikian menyebabkan banyak peternak merugi.
Kesimpulannya ? kami bercita cita Manglayang Farm dapat mandiri dalam penyediaan pakan. Kami tidak ingin demikian tergantung pada pakan konsentrat. Itulah sebabnya kami sekarang cukup rajin menanam dan mengumpulkan berbagai macam tanaman dan hijauan pakan ternak, terutama berbagai jenis rumput dan leguminosae. Berharap di masa yang akan datang, kami dapat mengurangi penggunaan konsentrat dan berkonsentrasi pada pembuatan dan penataan kebun rumput sebagai sumber serat, dan legume sebagai sumber protein nabati. Entah kapan bisa terrealisasi, tapi rasanya bukan tidak mungkin.
Toh jaman dulu juga sapi makan rumput, bukan makan bekatul kan ?



ini emailnya
Comment by eva — January 25, 2006 @ 10:05 am
Berapa nilai nutrisi standar yang harus dipenuhi dalam pembuatan konsentrat ini? thanx
Comment by wawan — March 14, 2006 @ 12:02 am
Sebetulnya tidak terlalu tinggi mas (dibanding pakan unggas).
Dinas Peternakan secara garis besar merekomendasikan PK 18% TDN 75% untuk sapi pedet dibawah 4 bulan, PK 16%, TDN 70% untuk pedet 4 bulan sampai 2 tahun. Sapi perah dewasa non-produktif 15%, TDN 65%, sapi perah produktif 16-17%, TDN 70%.
Lebih lengkapnya bisa mengacu pada tabel kebutuhan pakan yang dikeluarkan NRC (National Research Council).
Comment by mang Layang — March 14, 2006 @ 9:45 am
Kang bagaimana cara menghitung TDN nya?
Comment by Asep — March 16, 2006 @ 11:32 pm
TDN dihasilkan dari analisis laboratorium. Kalau untuk formula pakan, kalikan saja nilai TDN suatu bahan pakan dengan persentase bahan pakan tersebut terhadap jumlah keseluruhan bahan pakan yang digunakan. Nanti hasil perkalian TDN masing masing bahan pakan dijumlahkan.
Maaf kalau salah ya, bila ada yang mau koreksi silahkan
Comment by mang Layang — March 24, 2006 @ 8:06 pm
>>>Kami tidak ingin demikian tergantung pada pakan konsentrat. Itulah sebabnya kami sekarang cukup rajin menanam dan mengumpulkan berbagai macam tanaman dan hijauan pakan ternak, terutama berbagai jenis rumput dan leguminosae>>
Kang.. kalo boleh tahu tanaman dan hijauan apa yg sedang ditanam disana dan baik utk ternak sapi?.. tks atas infonya
Comment by indra — April 5, 2006 @ 3:35 pm
#6 Kang Indra,
Kalo diamati, ternak punya insting sendiri untuk menentukan dia bisa makan atau tidak, jadi kami seringkali mencobakan berbagai jenis tanaman.
Rumput yang kami tanam kebanyakan sudah disinggung dalam artikel disini, diantaranya adalah rumput gajah, African star grass, Setaria lampungensis, Paspalum dilatatum, Panicum maximum dan beberapa jenis lain. Sedangkan legum, baik dari jenis legum pohon/semak ataupun legum rambat diantaranya adalah Kaliandra, Gamal, Lamtoro, beberapa jenis Orok orok (Crotalaria sp), Pueraria phaseoloides, Clitoria sp, Arachis pintoi dsb. Dari keluarga sereal kami juga sedang coba menanam berbagai jenis Shorgum.
Selain itu juga ada tanaman lain seperti nangka, pepaya, melinjo, murbei, ketela (pohon dan rambat), pisang dsb yang bisa untuk pakan ternak.
Yang ingin dicapai adalah keanekaragaman, biar meriah gitu
Comment by mang Layang — April 5, 2006 @ 8:38 pm
Alu kang.. saya mau menanyakan standar nutrisi yang terdapat didalam bahan baku untuk pakan konsentrat sapi perah seperti Pollard, bungkil kelapa, ampas kecap, ampas kacang, ampas cokelat, dedak, onggok.. saya sebetulnya belum begitu mengerti,mohon bantuannya!thx..
Comment by fauzi — April 16, 2006 @ 2:06 pm
#8 Untuk komposisi nutrisi, sebagian besar komposisi bahan pakan yang ditanyakan sudah ada di dalam tabel yang dibicarakan pada artikel diatas kang. Bagian mana yang kurang jelas ?
Comment by mang Layang — April 16, 2006 @ 3:37 pm
saya membutuhkan informasi tentang pakan hijauan yang berumur pendek, hasil melimpah, nutrisi pakan tinggi, palabalitas tinggi(khususnya kambing dan domba),dan tahan berbagai jenis tanah sampai tanah berstruktur pasir berbatu
Comment by aditya pria — April 17, 2006 @ 1:34 pm
apa ransum tambahan untuk peternakan yang di beri pakan jerami olahan ditambah molases?…….
Comment by saeful anwar — April 27, 2006 @ 7:00 pm
#11 Jerami amoniasi kang ? biasanya selain molasses ditambah juga urea.
Comment by mang Layang — April 30, 2006 @ 12:07 pm
kang bisa ndak kalo saya minta bibit tanaman rumput seperti yang disebutkan pada komentar #7 diatas. dimana sih kang alamat manglayang farm?
Comment by aditya pria — May 6, 2006 @ 9:33 am
#13 Kang Aditya, bisa saja kang. Hanya koleksi rumput yg agak banyak bukan di Manglayang tapi di Cijayana Garut.
Kalau akang atau siapapun perlu bibit rumput, terutama varian rumput gajah dalam jumlah banyak, misalnya untuk penanaman area, bisa kontak ke BIB Lembang. Mereka bisa provide sampe truk-an
Selain macam macam rumput Gajah, ada juga African Star Grass dan Perrenial Ryegrass.
Comment by mang Layang — May 8, 2006 @ 7:48 am
#13 Manglayang letaknya di kaki gunung Manglayang, Cilengkrang, Ujung Berung. Kalau mau berkunjung sambil jalan jalan menghirup udara pegunungan kami akan senang sekali kang, kontak aja via japri.
Comment by mang Layang — May 8, 2006 @ 7:52 am
bagaemanah sih perkembangan ternak yang di beri pakan jerami amoniasi,apakah sama pertumbuhanya dibandingkan dengan ternak yang diberi makan hijauan/rumput,apakah kambing juga bisa diberi pakan jerami….? makasi
Comment by didi supriadi — May 11, 2006 @ 6:21 pm
Boleh ngomentari kang?
Saya sering membuat jerami amonisasi disaat musim kemarau untuk menggantikan pakan hijauan, ternyata palabilitasnya cukup bagus dan pertumbuhan saya lihat tidak jauh berbeda dengan yang dikasih hijauan, dengan pakan penguat yang saya produksi sendiri.
Comment by IS Lembang — May 14, 2006 @ 1:30 pm
makasih komentarnya kang is.saya akan mulai usaha peternakan kambing,didaerah sayah adalah sentra pertanian jadi saya berpikir alangkah baiknya kalau limbah pertanian itu digunakan sebage pakan ternak.kang Is kalau boleh saya tau apa sih pakan penguat yang kang IS produk?,dan kalau produk kang IS sudah dipasarkan dimana saya bisa mendapatnya.?
Comment by didi supriadi — May 16, 2006 @ 5:38 pm
Kang didi dimana lokasinya? saya buat Konsentrat (udah dites dilab)dan complete feed, kebetulan saya punya cukup banyak bahan bakunya, kalo akang mau mencoba mangga kang, hubungi aja no 081321011001
Comment by IS Lembang — May 18, 2006 @ 3:41 pm
Jerami amoniasi kami juga belum pernah mencobanya, dan sangat tertarik untuk mulai bikin. Barangkali kang IS bisa sharing cara caranya ?
Menurut kami yang perlu diperhatikan adalah jerami amoniasi miskin mineral, sehingga perlu ditambahkan asupan mineral yang cukup bagi kebutuhan ternak, selain itu sediaan air bagi ternak. Karena jerami amoniasi kandungan airnya relatif kecil, sekitar 20 - 30 % saja, berbeda dengan ternak yang diberi rumput segar dimana kandungan airnya berada di kisaran 80 - 85 %.
Comment by mang Layang — May 24, 2006 @ 8:05 pm
tabel hasil proksimat kok gak bs diDownload
Comment by aat — May 28, 2006 @ 9:44 pm
mo menanyakan harga-harga kebutuhan untuk pangadaan pabrik pakan sapi perah (Konsentrat)seperti mesin-mesin yang digunakan :
1. Hammer mill
2.Mixer
3.dll, yang memang dibutuhkan untuk pengadaannya!?
terima kasih
Comment by fauzi tahir — May 30, 2006 @ 5:30 pm
Halo..
mo nanya nih!?untuk kelayakan usaha pengadaan pabrik pakan sapi perah (konsentrat)?
lalu untuk pakan konsentrat itu, barapa bahan baku sih yang biasa digunakan/standarnya?
kemudian, ada ga sih standar kandungan (dari mana?)yang terdapat di pakan konsentrat seperti : BK, TDN, PK, SK, Ca, P, L
terima kasih….
Comment by fauzi — May 30, 2006 @ 5:36 pm
Berdasarkan pengalaman saya beternak sapi, jerami amonisasi saya berikan disaat kesukaran memperoleh hijauan segar saja kang
Biasanya jerami padi kering kurang lebih 100 kg dicampur dengan urea 4 kg yang sudah ditambah air 100 liter dan molase untuk palabilitasnya , simpan dibak (atau ditempat yang kedap udara) disiram air larutan tersebut lapis perlapis sampai merata, lalu ditutup plastik. Didiamkan selama kurang lebih seminggu untuk proses amonisasi dan sampai jerami tersebut benar benar lunak. Agar ternak tidak terkejut karena perubahan makanan, pemberiannya saya lakukan secara bertahap sedikit demi sedikit untuk menggantikan peran hijauan (pemberiannya saya batasi sampai taraf 75% BK hijauan agar tidak menimbulkan efek negatif) .Mengingat kandungan nutrisinya tidak terlalu tinggi pemberian pada ternak masih disertai pemberian hijauan dan konsentrat. Yang biasa saya berikan perbandingannya: jerami amonisasi 60 %, hijauan 20 % dan konsentrat 20 %. Semoga bermanfaat kang
Comment by IS Lembang — May 31, 2006 @ 1:01 am
Berapa kadar nutrisi yang ada dalam daun alpokat?Saya amat membutuhkannya, terimakasih banyak!!!
Comment by Ahmad wijaya — June 3, 2006 @ 10:57 pm
#21 Maaf kang, server yang kami gunakan untuk meng-host (free server) di akuisisi oleh perusahaan lain, jadinya semua file kami ndak jelas keberadaanya. Sedang kami tangani, mudah mudahan dalam waktu dekat sudah bisa diakses lagi. Trims laporannya.
Comment by mang Layang — June 6, 2006 @ 11:31 am
#22 Di Internet saya lihat banyak yang menyediakan kang, mungkin bisa googling. Salah satunya tokomesin.com
(kami tidak berafiliasi dengan perusahaan perusahaan tersebut, data ini disajikan hanya sebagai penyebaran informasi.)
Comment by mang Layang — June 6, 2006 @ 11:35 am
#23 Variasi bahan baku sangat tergantung pada hasil akhir kualitas konsentrat yang ingin dicapai kang, namun harap diingat, semakin bervariasi belum tentu kualitas makin baik ya..
Data kandungan nutrisi ini banyak sekali dan semuanya hanya data berdasarkan sample specimen yang diperiksa pada saat itu. Jadi memang sebaiknya data data tsb (seperti data yang ada di situs ini) hanya digunakan sebagai panduan dan mempermudah kalkulasi diatas kertas, bukan sebagai panduan dalam produksi.
Untuk lebih pastinya anda harus melakukan lagi tes proksimat dari masing masing bahan yang digunakan.
Comment by mang Layang — June 6, 2006 @ 11:41 am
#25 Hati hati kang, daun (dan beberapa bagian tanaman) alpukat mengandung semacam zat racun yang bernama Dopamine, meskipun masih menjadi perdebatan, beberapa studi menunjukkan pemberian daun (atau kulit batang) alpukat dapat mengakibatkan ternak ruminansia (sapi, domba) menderita mastitis. Bahkan pemberian salah satu varietas dapat menyebabkan kelinci yang diujicoba mati dalam 24 jam.
Seperti kita tahu, bagian buah alpokat (kulit buah, biji) juga dapat digunakan sebagai pestisida. Jadi sebaiknya kumpulkan data dan kaji baik baik dahulu sebelum memberikan suatu menu baru pada ternak.
http://www.hort.purdue.edu/newcrop/morton/avocado_ars.html
Comment by mang Layang — June 6, 2006 @ 11:47 am
kang saya mo nanya..
bahan apa saja yang biasa akang gunakan dalam konsentrat sapi perah…
pernah ga buat urea mollases block? bisa diajari cara buatnya ndak?
kira-kira menurut akang mana yang palatabilitasnya lebih tinggi antara jerami amoniasi atau silage? trims
Comment by dini — July 20, 2006 @ 4:06 pm
#30 Teh Dini, dulu sempat coba kalo ndak salah 8 item ya.. bahan yang dipakai dedak, ampas kecap, bungkil kapuk, bungkil kelapa, corn fiber, garam, kapur, kulit coklat, mineral mix, mollase, onggok, dan tepung ikan.. setidaknya itu yang bisa kami dapatkan di sekitar Manglayang Farm.
Kayaknya kang IS Lembang (lihat posting #19 dan #24) cukup ahli dibidang ini.
Kami pernah coba bikin UMB, ada juga yang bilang UMMB (urea, molasses, mineral block) bahkan UMMMB (M satu lagi adalah Medicated). Nanti ya kalo sempat saya sharing mengenai pengalaman kami.. sayangnya dulu tidak sempat di dokumentasikan
.
.
.
Palatable rasanya lebih disukai silase ya.. oh ya kami juga sedang mencobakan beberapa macam silase.. jagung, sorghum bicolor, sorghum vulgare, bahkan legume silage.. sejauh ini sih yang baik yang kombinasi ya.. kayaknya si sapi happy banget tuh ma’em nya
Duh belum sempet bikin cerita lagi nih.. masih fokus ke Yogya, dan sekarang Pangandaran
The world is getting old.. be prepared.
Comment by mang Layang — July 20, 2006 @ 8:54 pm
saya mau tanya.Adakah orang yang mau membeli dedak dalam jumlah besar
Comment by khandy — August 23, 2006 @ 1:04 am
file analisa proximat
Comment by YOGHURT — August 25, 2006 @ 11:46 am
Kang, kalau saya mau lihat daftar pakan jadi untuk itik dimana ya ??? Mohon pencerahannya, saya sedang coba buat peternakan itik petelur.
Comment by Hari Murti — September 27, 2006 @ 9:12 am
Gini lho…Saya disuruh membuat data bahan kering oleh dosen saya di IPB tetapi ada beberapa data yang dipegang oleh dosen tersebut sehingga saya tidak mengetahui berapa jumlah bahan kering yang ada pada feses domba dan sample rumput yang telah dikeringkan…Saya disuruh membuat estimasi bahan kering terhadap bahan tersebut. Bagaimana membuat estimasi tersebut???Trus kira-kira perkiraan bahan kering untuk feses domba dan rumput berapa persen yaa????harap dibales dengan cepat…Thanx
Comment by amir — October 10, 2006 @ 10:25 am
#35 Kang Amir, menentukan bahan kering dengan sederhana bisa dilakukan dengan teknik memeras. Kami coba sampaikan dalam tulisan http://manglayang.blogsome.com/2006/10/17/estimasi-bahan-kering-secara-sederhana-dengan-teknik-peras/
Comment by manglayang — October 17, 2006 @ 9:00 pm
#32 dedak sudah merupakan komoditas dan bahan baku utama pakan ternak, rasanya bila di dekat tempat anda banyak pengusaha ternak, tidak sulit memasarkan dedak..
#34 Maaf kang Hari, saya tidak mengetahuinya. Barangkali rekan2 lain ada yang bisa kasih masukan..
Comment by manglayang — October 18, 2006 @ 2:43 am
Saya mau tanya, berapa hari waktu tersingkat dalam proses amonisasi jerami? seperti apa tanda bahwa jerami telah mengalami amonisasi dan dapat diberikan pada sapi?
Comment by santo — October 24, 2006 @ 3:06 pm
Waktu tersingkat antara 21 hari sampai 1 bulan. Warnanya agak kekuningan dan baunya harum khas fermentasi. Kami sedang tulis ulang dokumen mengenai amoniasi dari Dinas Peternakan, mudah-mudahan dlm waktu dekat bisa disampaikan disini agar lebih detail.
Comment by manglayang — November 2, 2006 @ 7:49 pm
#39 Terima kasih manglayang, kami tunggu artikelnya.
Comment by santo — November 11, 2006 @ 5:32 pm
Kang gimana sih cara bikin konsentrat untuk sapi perah, biar hasilnya banyak? Bahannya apa saja dan ukurannya berapa banyak masing masing bahan tersebut? Terimakasih
Comment by andi — November 16, 2006 @ 9:25 am
Kang Andi,
Untuk sapi perah ato potong saya ada info suplemen/nutrisi organik yang bisa meningkatkan produktivitas susu dan daging, namanya VITERNA-NASA. Ada peternak di Lembang yang meningkat susu sapi dari 12 lt/hari menjadi 15 lt/hari dengan TS dari 11,6 % menjadi 12 %. Kalo perlu info detail silakan kontak /email: komala_1972@yahoo.com
Salam,
Comment by dede — November 24, 2006 @ 10:51 am
kang, ari bahan baku Molases teh kumaha, sareng sabaraha takaranana? nuhun
Comment by hanura — December 15, 2006 @ 1:47 pm
#43 Molases atau tetes tebu merupakan by-product/limbah dari proses pembuatan gula tebu. Bentuknya mirip kecap, coklat emas kehitaman, kental dan larut dalam air. Merupakan sumber karbohidrat dan mineral, selain digunakan dalam UMB (urea mollases block) juga dapat ditambahkan pada konsentrat karena wanginya membuat nafsu makan ternak meningkat. Komposisi dalam pakan konsentrat dibawah 3%, biasanya 1.5%.
Comment by manglayang — December 15, 2006 @ 3:19 pm
Nuhun pjelsnana ttg molases, dimana pribados tiasa milarina, bahan baku jerami srng urea tos siap. sareng upami teu kaabotan obat hama kangge
Tnm Audonium/ kamboja jepang naon?
Comment by hanura — December 19, 2006 @ 3:07 pm
kang, ning teu aya waleran , abdi peryogi molases kasaha nya milari? sareng pribados ngembangkeun Lengkeng pingpong nu di okulasi sareng lokal n hasil ok, Audonium/kamboja jepang kena serang hama kumaha ngatasina, diantos
Comment by agrahan — January 5, 2007 @ 10:50 am
Maap kang Agra, nuju rada pakepuk
. Perlu berapa kg ? kalau sedikit di tempat saya masih ada sisa. Kalo banyak, perlu bongkar catetan dulu ya.. mangga japrian aja via email.
Adenium diulas cukup lengkap di TRUBUS edisi terakhir (desember-januari).
Comment by manglayang — January 9, 2007 @ 9:21 pm
saya ingin info serba serbi jerami jagung. pernah buat amoniasi, silase and hay jerami jagung? bagi info cara buat dan kandungan gizinya dong…..
Comment by Titik — January 16, 2007 @ 9:42 am
#48 Mudah-mudahan di lain kesempatan kami bisa mengkompilasi artikel mengenai silase ini. Sebetulnya di Internet cukup banyak juga, salah satunya di: http://www.pustaka-deptan.go.id/agritech/ntbr0111.pdf
Comment by manglayang — January 21, 2007 @ 4:46 pm
tolong beri tahu komposisis untuk membuat konsentrat termasuk persen2 kadar yang diperlukan.
Comment by restu songko wilis — January 29, 2007 @ 3:56 pm
Dari tabel komposisi proksimat, anda tentukan bahan2 apa saja yang tersedia di lokasi anda, juga tentukan harganya. Dari situ baru atur komposisi.. sebagai gambaran, komposisi konsentrat yang kami gunakan sebagian besar adalah dedak, ampas singkong/onggok dan bungkil kelapa. Karena ini yang relatif murah dan tersedia.
Komposisinya ? selain tergantung ketersediaan dan harga, yang bapak perlukan adalah panduan, misalnya untuk sapi perah produksi, protein sebaiknya sekian, untuk sapi potong sekian. Nanti dari situ di oprek-oprek formulanya, biar nutrisi tetap terjaga, ekonomis juga tercapai. Misalnya (hanya sebagai panduan):
ampas kecap 12%, bungkil kapuk 9%, bungkil kelapa 12.5%, jagung giling 12%, Dedak 28%, Garam 1%, Kapur 1%, Mineral 1.5%, Mollase 2%, Onggok 18%, Tepung ikan 1%.
Comment by manglayang — February 10, 2007 @ 5:09 pm
its ok
Comment by teguh — March 9, 2007 @ 2:24 pm
kang gimana cara nya ngolah limbah kelapa sawit untuk jadi pakankomersil
Comment by Dona — July 6, 2007 @ 7:47 am
#53 kami kurang hapal detilnya, namun dulu pernah pakai bungkil kelapa sawit untuk pakan sapi.
Prinsipnya bisa digunakan asal hati-hati, karena dalam bungkil ada pecahan kulit yang keras dan dapat melukai usus ternak. Mungkin dengan digiling halus bisa hancur..
Comment by manglayang — July 21, 2007 @ 7:08 pm
saya buat konsentrat protein dari teripang. tujuanya adalah untuk pangan. tapi ternyata tidak memenuhi standar. apakah konentrat protein sudah banyak digunakan? contoh dan standarnya bagaimana?
Comment by rina — July 21, 2007 @ 8:55 pm
aya buat konsentrat protein dari teripang. tujuanya adalah untuk pangan. tapi ternyata tidak memenuhi standar. apakah konsentrat protein hewani sudah banyak digunakan untuk pakan? contoh dan standarnya bagaimana?
Comment by rina — July 21, 2007 @ 8:57 pm
konsentrat protein hewani biasanya digunakan untuk hewan ternak apa saja?
Comment by rina — July 21, 2007 @ 9:00 pm
#55 - #57 konsentrat hewani biasanya pada hewan non-ruminansia.. misalnya unggas atau ikan.
Comment by manglayang — August 1, 2007 @ 1:42 pm
saya mau bertanya, bagaimana caranya melakukan analisis (metode) kandungan nutrisi (terutama protein dan karbohidrat) untuk pakan ternak?
terima kasih
Comment by dwi — August 2, 2007 @ 9:40 am
sebenarnya berapa sih nilai gizi ideal (protein, karbohidrat, energi, vitamin, dll untuk ternak kambing perah?
Comment by retha — September 20, 2007 @ 4:10 pm
kang, saya mau tanya, apa kepanjangan tiap singkatan yang ada di tabel Livestock Feed Proximate Analysis Lookup Table, itu udah lengkap kandungan yang ada dalam bahan tersebut, kalau belum lengkap, tolong dilengkapi, karena tabel tersebut cukup efisien untuk menyusun konsentrat atau makanan yang diberikan pada sapi terutama untuk org awam.terima kasih.
Comment by harry — September 25, 2007 @ 10:24 am
salam kenal saya, mau ikut nimbrung bleh kan kang tentng masalah peternakan di negara kita ini.
Comment by amat nuryanto — October 24, 2007 @ 1:19 pm
punten saya butuh bantuan segala hal tentang cara beternak sapi perah yang baik.
Comment by hakim — October 25, 2007 @ 12:44 pm
kang saya mau tanya? di rumah saya pernah pelihara sapi potong dari anakan sampai dewasa dengan sistem penggemukan, tiap hari sapi kami saya kasih makan kulit tempe (kedelai)sebagai makanan tambahan dan rumput gajah sebagai hijauannya, ketika sapi kami berumur kurang lebih 2 tahun tiba2 terserang penyakit “ngosrong” atau seperti habis kepanasan dan nafsu makannya berkurang sehingga berat badannya menjadi menurun, akhirnya sapi kami jual, yang kedua induknya yang sedang bunting bisa melahirkan anak jantan, dalam selang 1 minggu pedet kami mati gejalanya sama kaya sapi kami yang habis kami jual, terus setelah mati anaknya beberapa minggu kemudian induknya mempunyai gejala “ngosrong” yang sama. Yang saya mau tanyakan apakah bungkil tempe dari kedelai yang saya bikin pakan tambahan tadi bisa menimbulkan penyakit yang diderita sapi kami, soalnya sebelum kami menggunakan bungkil tempe, sapi kami tidak pernah menderita sakit seperti itu. Sebelum kami memakai bahan pakan tambahan kulit tempe kami pakai bungkil ketela pohon. Dan hal itu pun tidak berdampak apa2 pada sapi kami, akan tetapi jika dibandingkan pertumbuhannya memang lebih cepat memakai kulit tempe sebagai pakan tambahan. Akhirnya kami sekarang menggannti pakan tambahan kami dengan ampas ketela pohon lagi. Tetapi kambing etawah kami yang di kasih makan kulit tempe tidak terserang penyakit yang sama, cuma sapi kami yang tidak kuat apakah akang punya solusinya mengenai hal itu terimakasih.
Comment by amat nuryanto — October 25, 2007 @ 1:16 pm
Salam kenal, saya ingin mendapatkan tabel kandungan gizi konsentrat sapi perah, kira-kira sya bisa mendownloadnya dimana?
Comment by Aslam — October 31, 2007 @ 5:41 am
saya pusing niiiih.. Bahan baku konsentrat seperti pollard, bungkil, onggok makin mahal aja..bahan apa ya yang murah tapi tetap bisa naikin weight gain..Tolongin atuuuh..
Comment by Deedee — November 4, 2007 @ 12:37 pm
tolong dong mang , info pakan ternak sapi dari bahan kuli buah coklatnya,,,?
Comment by ivan billy — November 5, 2007 @ 1:21 pm
kang sy orang kuningan jawa barat nih mau naya bisa engga kambing sama domba dikasih makan olahan dari permentasi antara lain urea jerami padi sama molases atou tetes tebu.hatur nuhun sateacana di antos jawabana.
Comment by heri — November 12, 2007 @ 2:29 pm
kang sakali dei ah bade naros urea nu diango kange permen tasiteh urea kange pupuk sanes.nuhun ahhh
Comment by heri — November 12, 2007 @ 2:34 pm
#68 & #69
Kang heri, betul kang urea yang digunakan adalah urea yang biasa untuk pupuk. Banyak penelitian mengenai jerami amoniasi untuk kambing/domba dan hasilnya kami baca2 bagus tuh kang. Bisa diberikan lebih dari 40% total ransum. Seomga sukses kang.
Comment by mang Layang — November 13, 2007 @ 4:47 pm
dengan hormat, saya bertanya bagaimana cara penyajian konsentrat pedet sapi perah. ditinjau dari kandungan nutrisi, pengolahan sampai perhitungan produktifitas. atas jawaban anda saya ucapkan terima kasih.
Comment by kristian kurniawan — December 13, 2007 @ 10:53 am
kang, apakah hay dari rumput gajah yamh diamoniasi disukai oleh domba?
Comment by nursamsi — January 5, 2008 @ 6:31 pm
butuh tentang ndf.. hatur nuhun
Comment by ennuy — January 20, 2008 @ 7:25 am
dengan hormat,saya bertanya tentang NRC dan sistem produksi sapi potong dari salah satu perusahaan,.hatur nuhun ya…
Comment by MoZa'06 — April 10, 2008 @ 11:23 am
Saya meyediakan Bahan Baku Pakan ternak untuk sapi, kambing, dan kerbau seperti Dedak,Tumpi Jagung, Bungkil Kopra, Mineral, Ongok (ampas tapioka) Kering dan Basah, Ampas Tahu, Ampas Kacang Kedele, Ampas Bir, Kulit Ari Kopi, Kulit Ari Coklat, Laut, Garam, Molase
telah di Uji di Balai Pengujian Sarana Produksi Peternakan
Kemasan Karung Plastik 40 Kg
mungkin ada teman teman yang berminat? atau kerjasama
trims
Iwanspn@gmail.com
02292498274
Comment by Wawa — April 14, 2008 @ 11:20 pm
#75 silahkan bila berminat posting saja di milis berkebun, sertakan data harga detail setiap item dan analisis proksimatnya sebagai informasi juga untuk rekan2 yang lain. Terima kasih.
Comment by manglayang — April 15, 2008 @ 1:14 am
Saya meyediakan Bahan Baku Pakan ternak untuk sapi, kambing, dan kerbau seperti Dedak,Tumpi Jagung, Bungkil Kopra, Mineral, Ongok (ampas tapioka) Kering dan Basah, Ampas Tahu, Ampas Kacang Kedele, Ampas Bir, Kulit Ari Kopi, Kulit Ari Coklat, Laut, Garam, Molase
telah di Uji di Balai Pengujian Sarana Produksi Peternakan
Kemasan Karung Plastik 40 Kg
mungkin ada teman teman yang berminat? atau kerjasama
trims
Iwanspn@gmail.com
02292498273
Comment by Wawa — April 28, 2008 @ 11:41 pm
terimakasih atas info tentang biogas yang masih membingungkan saya pada uraian yang telah terpublikasikan pembuatan burner biogas tdk teruraikan secara jelas cara pembuatannya. kalau tidak keberatan tolong diuraikan cara pembuatan kompor yang digunakan untuk biogas. apakah kompor gas elpiji bisa digunakan untuk kompor biogas
Comment by didik adi setiawan — April 29, 2008 @ 11:00 am
#78 kompor / burner elpiji tidak bisa / kurang baik digunakan pada biogas karena biogas tekanannya rendah. Untuk burner biogas yang sederhana, gunakan saja pipa ledeng dengan bentuk “L” / knee. Ukuran bisa dicoba 1/2″ atau 3/4″. Di ujung pipa tambahkan pecahan genting untuk menyebarkan api. Silahkan dicoba.
Comment by manglayang — May 4, 2008 @ 11:39 pm
Pak.., saya dengar ampas kecap bisa digunakan untuk makan ternak (sapi,kambing,dsb) bagaimana cara prosesnya jadi makanan ternak, Saya punya banyak stok ampas kecap mungkin rekan - rekan ada yang ingin kerjasama.thanks
Comment by roni saputra — May 7, 2008 @ 2:07 pm
Bagi produsen pakan ternak yang butuh molase (tetes tebu) saya punya stock banyakhasil produksi pabrik Gula di area Cirebon, harga kompetitif, silahkan hub saya 085694208103/021 94560151
Comment by Balky Guntala — May 10, 2008 @ 11:43 am
Bagi produsen pakan ternak yang butuh molase (tetes tebu) saya punya stock banyakhasil produksi pabrik Gula di area Cirebon, harga kompetitif, silahkan hub saya 085694208103/021 94560151 atau e-mail balkyguntala@yahoo.co.id
Comment by Balky Guntala — May 10, 2008 @ 11:46 am
maaf saya mau tanya,apakah urea bisa dijadikan bahan campuran dalam pembuatan konsentrat( untuk pakan kambing)
Comment by Bram — May 15, 2008 @ 8:19 pm
Maaf satu lagi, adakah yang tau dimana saya bisa mendapatkan probiotik starbio
Comment by Bram — May 15, 2008 @ 8:22 pm
tanya.. biogas yang dari bahan jerami kira2 instalasinya gimana ya.. terimakasih
Comment by cingkarabala — May 31, 2008 @ 1:43 pm
Kang Is, bade terang. Dupi pengaruh hijauan tebon jagung yg dipanen beserta bonggol mudanya dan dibuat silase, terhadap perkembangan badan sapi potong, bagaimana..?. Punten masukannya. Nuhun
Comment by Edot — June 3, 2008 @ 12:45 am
mailiss ini sangat bagus untuk membantu masyarakat dari keterpurukan ekonomi yang berkepanjangan, dengan berduskusi berbagai bidang khususnya peternkan akan meningkatkan wawasan masyarakat dibidang kewirausahaan. Dengan demikian akan membuka peluang usaha baru bagi masyarakat yang berminat. thakns for all.
Comment by haryono — June 9, 2008 @ 11:28 am
mau tanya mas,bagaimana mencampur pakan untuk induk sapi potong (di daerah saya jerami berlimpah). matur nuwun.
Comment by anto — June 10, 2008 @ 2:33 pm
mo nanya neh…,,
tw perbandingan sapi perah produktif dan sapi perah non produktif g??????harusnya berapa banding berapa siih???
thanx banged yaaaaak…..
Comment by oi — June 13, 2008 @ 12:19 pm
investasi sapi perah apa prospeknya bagus …dan yang pertama harus dilakukan apa?bagaimana cara beli sapi yang baik tolong dibantu yach masih baru kalo punya dana 10 jt di malang dapat sapi berapa? dan kapan kembalinya modal tersebut? thank’s
Comment by rustika — June 16, 2008 @ 8:33 am
saya mohon bantuan literatur tanaman shorgum
Comment by constantino xavier caldas — June 20, 2008 @ 7:29 am
Mohon informasi limbah rumah potong Hewan (isi rumen)apakah bisa dipakai untuk pakan ternak?
Comment by donny Lantang — June 20, 2008 @ 10:11 am
aslm. manglayang farm, saya pernah berkunjung di manglayang dari poltek jember?mau tanya nih, cara pengawetan jerami debagai pakan ternak bagaimana?trimksih
Comment by wijaya — June 23, 2008 @ 9:40 am
mas…
mineral yang dimaksud buat konsentrat itu contohnya apa (nama kampungnya apaan) dan dimana bisa didapat serta kapur yang dimaksud itu apa kapur pertanian,kapur buat cat rumah atau kapur khusus,mohon penjelasannya soalnya saya sangat awam dengan bahan2 tersebut.
Comment by rein — June 29, 2008 @ 12:15 pm
tolong dong email aku di fatihul.ulum@gmail.com
info info tentang tehni9s pemeliharaan sapi perah
Comment by fatihul.ulum — July 21, 2008 @ 11:28 pm
kami cuba bididaya sapi perah tapi mau beli sapi dimana
Comment by arif — August 3, 2008 @ 10:28 pm
Saya sedang mengembangkan sapi perah. Mungkin ada yang berminat untuk kerja sama bisa hub saya lewat email atau sms (0321)6200987.Saya di Jombang Jawa Timur. Kami butuh pakan sapi , mungkin ada yang bisa suply.
Comment by SAPTO ARNOWO — August 11, 2008 @ 1:24 pm
Saya sedang mengembangkan sapi perah. Mungkin ada yang berminat untuk kerja sama bisa hub saya lewat email atau sms (0321)6200987.Saya di Jombang Jawa Timur. Kami butuh pakan sapi , mungkin ada yang bisa suply.
Comment by SAPTO ARNOWO — August 11, 2008 @ 1:26 pm
kang kalo domba dikasi amoniasi jerami padi bisa? efeknya gmna?nuhun
Comment by taufik — August 15, 2008 @ 12:43 am
dan gmna contoh formulasi amoniasi jerami u domba?pernah saya denger katanya kalo u domba bisa berakibat bloat, ada cara u nanggulanginya kang ?
Comment by taufik — August 15, 2008 @ 1:17 am
sy dpt info ttg ransum pakan ternak sapi didalamnya ada urea. Kira2 bagaimana efeknya terhadap ternak? dan apa fungsi urea dlm ransum?
Comment by lia — August 21, 2008 @ 3:08 pm
Minta analisa tebon jagung terbaru….. trima kasih
Comment by Dr.eko budi santoso SPt — August 25, 2008 @ 11:58 am
Minta analisa tebon jagung terbaru….. trima kasih
Comment by Dr.eko budi santoso SPt — August 25, 2008 @ 11:59 am
mohon dari rekan rekan ,penggunaan kotoran sapi ,untuk apa yg paling effektif.
dan sekalian systim permesinan nya ,klu memang harus melalui prosses permesinan untuk prosses produksinya
Comment by k.sitanggang — September 1, 2008 @ 12:23 am
kalo bisa saya minta artikel mengenai kandungan gizi pada bahan pangan daging. tolong juga enzim-enzim yang terdapat dalam bahan pangan, kalo bisa dikirim ke email saya. makasih.
Comment by dian — September 3, 2008 @ 9:58 pm
Salam kenal,,
Saya sedang penelitian mengenai kambing peranakan etawah.
tolongin saya dunk,, berapa ya kebutuhan nutrisi kambing peranakan etawah (PE)?
energi, protein, Ca, P, Cu, TDN, SK, dll..
Saya hendak menyusun ransum komplit berdasarkan kebutuhan nutrisinya..
makaciii..
Tlg dijawab ya.
Comment by Idha — September 5, 2008 @ 8:47 pm
Salam kenal. Kami mempunyai stok Calf Milk Replacer (susu pengganti indukan) bagi pedet dalam cukup banyak. Bila ada rekan-rekan membutuhkannya, kami bersedia untuk memenuhinya. Hubungi saja email kami di surya.ramadhan@lycos.com. Thx di tunggu ya….
Comment by Surya Ramadhan — September 22, 2008 @ 6:34 am
Mas, saya mau tanya..apa bisa grass hay atau sejenis alfalfa hay dan timothy hay bisa diganti dengan rumput gajah Hay??
apa kandungan nutrisinya sama?
Comment by Shirley — October 3, 2008 @ 1:08 pm
mas, karena urea lagi ngilang di pasar, apa yang bisa dipakai buat amonisasi jerami? tks.
Comment by ntonk — October 13, 2008 @ 2:27 pm
saya pengen belajar beternak sapi pedaging.mohon dikirim artikel2 dan pencerahan kang..daerah saya cukup dingin,beternak apa saja yang cocok..
thanks..ari
Comment by ari — October 15, 2008 @ 6:10 pm
Tolong dikasih tau bagaimana cara proses pembuatan pakan ternak sapi dan kambing, dan sekaligus komposisi bahan-bahan yang digunakan.
Terimakasih.
Comment by Luqman — October 25, 2008 @ 8:09 pm
calf management salah satu factor dominant dalam usaha sapi perah. Mohon informasi/data mortalitas, pertumbuhan pedet sampai umur 12 minggu, apemberian pertama milk replacer. Berapa temperatur optimal untuk newly born calf. Tks.
Comment by Petrus Sitepu — November 19, 2008 @ 10:26 am
#112 temperatur untuk susu pengganti suam-suam kuku pak, sedekat mungkin dengan suhu tubuh pedet. Untuk pembesaran pedet, barangkali ini bisa membantu: http://manglayang.blogsome.com/2006/03/14/poster-manajamen-pembesaran-sapi-muda/
Comment by mang Layang — November 20, 2008 @ 12:23 pm
Saya mw tanya,apa gunanya konsentrat untuk sapi perah? adakah kaitannya dengan produksi susunya???
Comment by Gabby — November 27, 2008 @ 12:00 pm
Saya setuju dengan pendapat anda bahwa dahulu sapi hanya makan hijauan yang beragam, konsentrat adalah solusi dari teknologi terkini sebagai siasat dari kondisi sulitnya pakan hijauan, saat ini saya pelihara domba garut pakannya ya hijauan saja dengan ragam ( rumput berbagai jenis, daun berbagai pohon Ok
Bila punya informasi kita saling berbagi semoga kita terbebas dari import daging YES
Comment by Teddy S Sofyan — November 27, 2008 @ 3:45 pm
Kang Tolong dong bikin proposal padang penggembalaan dengan daya tampung awal 1.000 ekor ternak sapi bali
Comment by Dadir, S.Pt — December 3, 2008 @ 8:12 pm
salam kenal kepada yang terhormat semuanya..?
saya berkeininginan untuk mengetahui bagaimana memelihara ternak sapi..
mohon penjelasan..?
rencana saya akan memelihara sapi dari sedikit yang dikarenakan modal yang kurang.. terima kasih sebelumnya.. aku tunggu ya
Comment by agus widodo — December 15, 2008 @ 5:29 pm
Buat teman-teman yg lagi butuh Tepung Ikan untuk pakan ikan untuk campuran formulasi pakan ternak atau ikan bisa kontak kami langsung di 0888 5456171
Kami produksi sendiri dg spesifikasi sbb:
Kekeringan: 10~12%
Protein: 35~45%
Harga: Rp.3,300/kg prangko Perak Surabaya (on board)
Produk capacity : 3~4 ton per hari
Kami juga melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.
Demikian penawaran dari kami atas perhatian dan kerjasamnya diucapkan terima kasih.
Regards,
SUPENO
Tuban, JATIM
Comment by supeno — December 16, 2008 @ 8:24 am
hallo sobat……
tolg donk apa beda pakan jadi dan pakan kosentrat????tolg banget ni……trims
Comment by very farm — January 6, 2009 @ 7:27 am
halo slm kenal bang………..
tlg……………donk
aku bingung apa yang membedakan pakan kosentrat dan pakan jadi?? tolong teman2
Comment by very farm — January 7, 2009 @ 6:59 am
butuh mineral untuk campuran pakan , bisa hubungi 0342-7733626. harga bersaing, mutu nggak usah khawatir.
Comment by hadi — January 14, 2009 @ 9:54 am
PT. TOBASURIMI INDONUSANTARA Menawarkan beberapa produk bahan baku pakan ternak Ayam, yg semua bahan baku dari beberapa yg kami tawarkan di produksi sendiri, sehingga bahan baku dapat terjamin kualitasnya. Beberapa bahan baku yang kami tawarkan adalah:
1)Tepung ikan (Fish Meal)
Protein 55-56% Rp 6750,-/Kg, Protein 58% Rp 7.300,-/Kg, Protein 60-62 Rp 7.800,-/Kg
2)Tepung daging (MBM)
3)Bunkil kedelai (SBM)
4)Jagung
5)Dicalcium Phospat (DCP)
6)Choline cloride
7)DDGS
Untuk informasi dan pemesanan Hubungi: Arie Utama, SE / Tlp:021.99976723
PT. TOBA SURIMI INDONUSANTARA juga melayani pengiriman ke seluruh Indonesia.
Demikian penawaran dari kami atas perhatian dan kerjasamanya saya ucapkan terima kasih.
Comment by Arie Utama — January 27, 2009 @ 2:06 pm
saya pengen belajar ternak sapi,minta info dari A-Z tentang ternak sapi.daerah saya di Blora.trims
Comment by piping — February 21, 2009 @ 8:31 pm
Mang terima kasih, artikel Mang SANGAT BAGUS dan sangat bermanfaat bagi bangsa Indonesia yg sedang mau bangkit untuk bisa mandiri dalam pertanian terpadu, semoga Mang Layang semakin makmur dan sukses.
Darlan
Comment by Darlan — February 25, 2009 @ 7:14 pm
mau nanya kang, saya habis coba bikin jerami amoniasi. secara fisik, jerami yang dihasilkan udah lumayan bagus, dalam artian jerami jadi lembek dan tidak kasar seperti saat berupa jerami kering. tapi yang jadi masalah, para sapi kok nggak terlalu suka ya…? mungkin karena bau amonia yang kuat, sehingga palabilitas jadi buruk kang..?kira2 gimana caranya ya, agar palabilitas jerami amoniasi bisa bagus…?
terima kasih infonya dari para sesepuh…
Comment by liby — March 12, 2009 @ 8:16 pm
kang saya ragu tuk menekuni bisnis ternak dombateh dikarenakan ketersediaan pakan? bagaimana solusinya?
Comment by encep gunaepi — April 2, 2009 @ 4:11 pm
saya berasal dari riau tepatnya di kabupaten indragiri hulu.
saya mempunyai kebun yang lumayan cukup luas, dan saya mencari investor yang mau diajak kerjasama di bidang ternak sapi masalah pembagian hasil nanti bisa dibicarakan
dan bagi yang berminat silakan email ke agus.suprastyo@yahoo.co.id
thanks
Comment by agus — April 18, 2009 @ 7:29 pm
Mohon informasi tentang pemakaian ampas bir sebagai pakan sapi perah, apa baik dan buruknya utk jangka panjang? Apa beda bungkil kedelai lokal dan bungkil kedelai import?.
Comment by Reni Azurita — April 27, 2009 @ 9:56 am
Mohon informasi juga apa ada wadah online untuk konsultasi kesehatan dan reproduksi sapi perah?.Thanks.
Comment by Reni Azurita — April 27, 2009 @ 10:00 am
mau tanya.
TDN, BK, dan lainnya itu kepanjangannya apa yah??
makasih..
Comment by wahyu — May 4, 2009 @ 4:20 pm
Salam kenal untuk semua…
Mohon infonya pa untuk sapi brahman.
~pada usia berapa masa perkembangan aktifnya?
Sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasih atas perhatian-nya…
Salam…
Comment by fadila — May 11, 2009 @ 12:08 am
trims bgt infonya
Comment by 4vinza — May 18, 2009 @ 1:12 pm
berapa persentase penggunaan urea dalam pakan lengkap ruminansia
Comment by yong — August 5, 2009 @ 8:11 am
wahh kisahnya menarik bgt.. aku bole tanya2?
aku juga baru mendirikan peternakan sapi.. skrg utk konsentrat sangat bergantung ama koperasi, kalo dia telad uda deh.. sapi2ku bete =p..
mohon diajarkan bikin konsentrat tuh bagaimana?
terima kasih yahh.. ^^
Comment by lance — September 14, 2009 @ 4:12 pm
Salam Kenal,
Saya ingin menawarkan kepada rekan2 yg bergerak di bidang peternak sapi
perah/sapi potong yg mungkin membutuhkan pasokan bahan baku pakan ternak dari
AMPAS KECAP
Untuk stock kami punya kurang lebih 60 ton/bulan.Untuk Harga bisa di NEGO…
Bagi yang menginginkan info lebih lanjut atau ingin mendapatkan sample, dapat
menghubungi saya :
Wien
wiendyn@gmail.com
085640023900
Comment by Wien — October 12, 2009 @ 3:18 pm
slm sy trsdia bhn2:jgunggling,ddak,gatot,jnggel jgung,klit kcang,k.kopi,polardgndum,mlase,gram,kpur.bgm komposi2ny agar efektif tuk sapi potong
Comment by armand lmjang — October 25, 2009 @ 7:31 pm
slm sy trsdia bhn2:jgunggling,ddak,gatot,jnggel jgung,klit kcang,k.kopi,polardgndum,mlase,gram,kpur.bgm komposi2ny agar efektif tuk sapi potong
Comment by armand lmjang — October 25, 2009 @ 7:33 pm
Maaf kang numpang tanya saya donlot tabelnya gak bisa tolong kirim ke imel saya aja ya trima kasih banyak kang,
Comment by Fanani — October 26, 2009 @ 12:05 pm
sekali lagi minta bantuannya kang, saya dapet rumus mengitung BETN dan TDN trus saya coba menghitung sendiri hasilnya kok jauh dari hasil uji laborat di brawijaya ya… mohon saya dibantu caranya sekaligus contohnya. kirim ke imel saya ya….
Comment by Fanani — November 4, 2009 @ 8:52 am