Apa hubungannya ? Rasanya ngga ada
. Tapi baiklah kita ada-ada kan saja..
Kumbang dan berbagai serangga lain tentu membantu penyerbukan dan perkembangbiakan tanaman, setidaknya demikian yang kita pelajari di sekolah
.
Foto ini sebetulnya diambil karena iseng belaka, kombinasi warna yang cantik, kumbang merah yang bertengger diatas daun Jarak pagar. Begitu pikir saya. Hal lain baru terpikir ketika sedang mencari tulisan sebagai pendukung foto. Dalam kasus pohon Jarak pagar (Jatropha curcas L) yang sekarang sedang ramai dibicarakan (dan ditanam) karena publikasi yang gencar mengenai manfaat dan penggunaannya sebagai bahan baku biodiesel, kumbang atau lebah, selain sebagai pembantu penyerbukan jenis kumbang heteroptera seperti yang tampak di gambar diatas boleh jadi merupakan hama penyakit.
Ada sementara publikasi yang menyebutkan bahwa jarak pagar cenderung tidak terkena serangan hama karena seluruh bagian tanaman mengandung racun, atau publikasi lain yang menyebutkan jarak pagar sama sekali tidak memiliki hama.
Hati hati, publikasi seperti ini terkadang bisa menyesatkan. Apalagi dengan adanya inisiatif penanaman si Physic nut ini besar besaran oleh berbagai pihak secara monokultur, dikhawatirkan pertumbuhan hama juga dapat meningkat, yang akhirnya sangat mungkin menyerang tanaman produktif lain. Kita tentu tidak lupa dengan kasus Lamtorogung dan kutu loncat beberapa tahun yang lalu bukan ?
Literatur yang saya baca (sekilas) ternyata menyebutkan sekurangnya 13 jenis organisme penganggu tanaman Jarak pagar.
Peringatan serupa juga ternyata sudah dilontarkan oleh pengajar IPB.
Ada literatur lain yang membahas mengenai hal ini namun saya tidak berhasil menemukan versi online-nya “Grimm, C. 1999, Evaluation of damage to physic nut (Jatropha curcas) by true bugs: Entomologia Experimentalis et Applicata.”
Tapi bagaimanapun, biodiesel sungguh menarik hati.. kapan ya ada kesempatan membuat sendiri biodiesel skala rumahan ? Ada yang tertarik untuk bersama sama mencoba ?




tahun depan pasti banyak yang mencoba produksi skala perumahan. minimal untuk memenuhi kebutuhannya sendiri.termasuk saya.
sedangkan untuk komersil, permasalahan yang timbul adalah raw materialnya sendiri yang sampai sekarang belum ada dalam jumlah melimpah (minyak jaraknya sendiri). sehingga menjadi kendala dalam produksi skala rumahan. mau kerja 2 hari dalam seminggu ?
Comment by daniel — December 24, 2005 @ 10:12 am
Betul sekali, biji jarak pagar masih sulit didapat. Selain itu, methanol juga bukan barang yang murah dan tersedia dimana mana.
Tapi kenapa kita tidak mencoba bikin dari bahan yang banyak didapat saja ? Kami tertarik dengan limbah minyak goreng (WVO; Waste Vegetable Oil). Bayangan kami sih, setiap rumah tangga banyak menggunakan minyak untuk menggoreng, mungkin kualitas biodieselnya tidak begitu baik, tapi rasanya indah kalau nelayan bisa bikin biodiesel sendiri untuk mesin kapal mereka dari limbah minyak goreng (jelantah).
Btw, thanks for visiting us
Comment by Manglayang — December 24, 2005 @ 10:47 am
Dalam foto itu bukan kumbang (beetle) tetapi pianggang yang satu famili dengan kutu busuk yang biasa pada ksur tempat tidur.
Comment by Mohamed — October 7, 2007 @ 10:51 am
tolong saya donk!kalau punya info tentang kultivar jarak yang ada di indonesia, kirim ke hawa_ayoe@yahoo.com kalau bisa sekalian diskripsi tanamannya ya.tolong bgt ya n makasih
Comment by ayu sulistyowati — March 22, 2009 @ 2:43 pm
dalam foto itu bukan jenis kumbang, tapi jenis kepik yang dapat merusak bunga dan buah. dan kebetulan saya sedang penelitian mengenai serangga tersebut,so..kalau ada informasi mengenai literatur jarak, terutama hama jarak dan kepik yang ada di foto itu tolong kirimkan ke t_hafs@ymail.com.makasih..
makasih
Comment by hafsah — March 30, 2009 @ 2:45 pm
ups..sory alamat e-mail saya salah ketik.alamt e-mail yang benar adalah t_hafs@ymail.com
saya mohon bentuannya y..tolong kirim informasi apapun mengenai jarak. makasih
Comment by hafsah — March 30, 2009 @ 2:49 pm