ArtikelDecember 31, 2005 2:20 am

Kombinasi Rumput Gajah King Grass (Pennisetum purpureum cv. King Grass) dan Areuy bulu (Pueraria phaseoloides) di desa Cimahi, kec. Caringin, kab. Garut.
Kombinasi Rumput Gajah King Grass dan
Areuy bulu (Pueraria phaseoloides) di desa Cimahi, kec. Caringin, kab. Garut.

Tulisan ini diadaptasi dan di sesuaikan untuk konsumsi publik dari publikasi internal “Manglayang Agribusiness Cooperative, ANALISA PENANAMAN RUMPUT GAJAH DI CIJAYANA, Juni 2005 “.

UPDATE: 5/1/2006
Tambahan beberapa gambar kultivar Taiwan dan King Grass. Ralat photo caption, gambar rumput Taiwan tertukar dengan rumput Africa.

Pengantar

Pennisetum purpureum Schumach.
Nama daerah: Elephant grass, napier grass (Inggris), Herbe d’éléphant, fausse canne à sucre (Prancis), Rumput Gajah (Indonesia, Malaysia), Buntot-pusa (Tagalog, Filipina), Handalawi (Bokil), Lagoli (Bagobo), Ya-nepia (Thailand), Co’ duôi voi (Vietnam), pasto elefante (Spanyol)

Asal-usul dan persebaran geografi: Berasal dari Afrika tropika, kemudian menyebar dan diperkenalkan ke daerah daerah tropika di dunia, dan tumbuh alami di seluruh Asia Tenggara yang bercurah hujan melebihi 1.000 mm dan tidak ada musim panas yang panjang. Dikembangkan terus menerus dengan berbagai silangan sehingga menghasilkan banyak kultivar, terutama di Amerika, Philippine dan India.

Rumput gajah merupakan keluarga rumput rumputan (graminae ) yang telah dikenal manfaatnya sebagai pakan ternak pemamah biak (Ruminansia) yang alamiah di Asia Tenggara. Rumput ini biasanya dipanen dengan cara membabat seluruh pohonnya lalu diberikan langsung (cut and carry) sebagai pakan hijauan untuk kerbau dan sapi, atau dapat juga dijadikan persediaan pakan melalui proses pengawetan pakan hijauan dengan cara silase dan hay. Selain itu rumput gajah juga bisa dimanfaatkan sebagai mulsa tanah yang baik.
Di Indonesia sendiri, rumput gajah merupakan tanaman hijauan utama pakan ternak. Penanaman dan introduksi nya dianjurkan oleh banyak pihak.

Deskripsi dan Sifat Rumput Gajah

Nilai pakan rumput gajah dipengaruhi oleh perbandingan (rasio) jumlah daun terhadap batang dan umurnya. Kandungan nitrogen dari hasil panen yang diadakan secara teratur berkisar antara 2-4% Protein Kasar (CP; Crude Protein) selalu diatas 7% untuk varietas Taiwan, semakin tua CP semakin menurun)
Pada daun muda nilai ketercernaan (TDN) diperkirakan mencapai 70%, tetapi angka ini menurun cukup drastis pada usia tua hingga 55%. Batang-batangnya kurang begitu disukai ternak (karena keras) kecuali yang masih muda dan mengandung cukup banyak air.

Rumput ini secara umum merupakan tanaman tahunan yang berdiri tegak, berakar dalam, dan tinggi dengan rimpang yang pendek. Tinggi batang dapat mencapai 2-4 meter (bahkan mencapai 6-7 meter), dengan diameter batang dapat mencapai lebih dari 3 cm dan terdiri sampai 20 ruas / buku. Tumbuh berbentuk rumpun dengan lebar rumpun hingga 1 meter. Pelepah daun gundul hingga berbulu pendek; helai daun bergaris dengan dasar yang lebar, ujungnya runcing.

baca seluruh artikel >>>

ArtikelDecember 30, 2005 2:46 pm

Rest for a while, broken front axle shaft
Odong odong sedang beristirahat, rusak as roda depan
(Rest for a while, broken front axle shaft)

Bagi masyarakat pesisir Jawa Barat selatan, terutama di sepanjang pantai Ranca Buaya sampai Cidaun, nama Odong odong memang terkenal. Tua muda besar kecil pasti pernah melihat bahkan merasakan nikmatnya menumpang odong odong. Ya, Toyota Land Cruiser tipe FJ40 lansiran tahun 60 sampai 70-an ini memang merupakan salah satu alat transportasi utama di sana selain ojeg motor dan rakit getek :) .
Kondisi jalan yang seluruhnya adalah pantai berpasir, melintasi muara sungai, naik turun gunung membuat transportasi barang dan orang dalam jumlah banyak hanya dapat dilakukan oleh kendaraan four-wheel-drive.
Peran odong odong dalam kehidupan agrikultur dan perdagangan di kalangan masyarakat pesisir Garut memang tidak bisa di remehkan.

Percaya atau tidak, kendaraan ini terkadang dimuati sampai 2 ton. Mulai kayu gelondonongan, hasil bumi sampai orang dan hewan ternak. Karena kondisi alam yang ganas dan pemakaian yang demikian berat, usia kendaraan kendaraan tersebut paling hanya 1 sampai 2 tahun. Setelah 2 tahun pemakaian, hanya ada 2 alternatif bagi para pejuang tersebut, jadi besi tua atau perbaikan besar besaran.

Dengan kondisi jauh dari kota dan toko spare part, para pemilik odong odong harus ekstra kreatif dalam mengakali kendaraan kesayangan mereka agar selalu siap sedia setiap hari bekerja. Apa saja kreatifitas mereka tersebut ? Mari kita lihat lebih dekat.

baca seluruh artikel >>>

Artikel 1:41 am

Seperti kata pepatah, “tak kenal maka tak sayang”, kami mencoba memberikan alternatif literatur berbahasa Indonesia bagi para pembaca sekalian yang ingin lebih mengenal dan menyayangi yogurt (atau yoghurt), sebuah produk olahan dari susu yang sudah terkenal di manca negara, karena lezat dan menyehatkan.

Tulisan yang merupakan bagian pertama ini adalah mengenai sejarah dan perkembangan yogurt.

Semoga berguna.

ScrapbookDecember 24, 2005 1:45 am

Menarik mencermati tulisan di harian umum Pikiran Rakyat beberapa waktu lalu mengenai rencana pengembangan keju rakyat di Jawa Barat khususnya daerah Bandung dan sekitarnya. Sayang artikel tersebut tidak berhasil penulis temukan versi onlinenya, tapi jangan khawatir, anda dapat membacanya salinannya disini.

Kami sama sekali gelap mengenai praktek pembuatan keju ini, meskipun sebetulnya sudah lama kami ingin mencoba membuatnya. Nah dalam kebutaan ini kami membuka buka internet untuk mencari informasi mengenai proses pembuatan keju. Kaitannya dengan artikel tersebut diatas, ada beberapa poin menarik yang kami cermati.

    1. Disebutkan pada tulisan tersebut bahwa dalam waktu dekat Dinas Peternakan Jawa Barat akan segera memperkenalkan teknologi tepat guna pembuatan keju kepada kalangan peternak rakyat.
    Pada paragraf berikutnya disebutkan pula bahwa tujuan kegiatan ini adalah agar peternak sapi perah memperoleh pendapatan yang lebih baik dan memasyarakatkan konsumsi keju dengan memunculkan produk yang harganya lebih terjangkau.
  • Keju seperti apa dan dari jenis yang mana yang akan di produksi dan menjadi unggulan keju rakyat ?
    Ada banyak sekali jenis keju, ada sementara media yang menyebut angka 700 jenis keju yang ada di dunia. Ada tulisan lain yang menyebutkan 3000 jenis. Sedangkan kita tahu penggunaan berbagai macam keju tersebut bisa berbeda beda, karena tekstur, rasa dan karakteristik setiap jenis keju tentu berbeda.
    Okelah, tidak masalah, ambil saja 1 atau 2 jenis keju yang cocok dengan lidah melayu, mudah diproses, tahan lama, dan terutama tidak sulit memasarkannya.
    Tapi tetap, kita harus berhati hati dalam melakukan pemilihan jenis keju yang akan di kembangkan ini.
  • Memperoleh pendapatan yang lebih baik.
    Menurut kami agak terlalu optimis (kami memang pesimistik hehe). Studi literatur menyebutkan mengenai pengembangan keju di kota Malang yang disebut Kemal (Keju Malang). Beritanya cukup menyedihkan, karena setelah beroperasi selama 6 tahun, produksi harian Kemal hanya berkisar 5 - 10 kg keju / hari (artikel tahun 2001, mudah mudahan sekarang sudah berkembang lebih pesat).
  • Memasyarakatkan konsumsi keju.
    Menteri pertanian kita belum lama ini menyebutkan konsumsi susu (ingat, susu, bukan keju) hanya 7 liter/kapita/tahun. Jauh dibawah India yang 30 liter/kapita/tahun, meskipun unggul diatas Cina yang “hanya” 5 liter/kapita/tahun.
  • Membuat produk dengan harga lebih terjangkau.
    Kami agak sangsi bahwa inisiatif ini akan memberikan kualitas yang sama dengan keju produksi pabrikan besar. Lebih murah ? mungkin. Kualitas ? nampaknya perlu pengkajian lebih lanjut.

Kami sama sekali tidak anti gerakan atau kebijakan seperti ini, yang jelas jelas sangat baik untuk dikembangkan. Yang sering kami lamunkan adalah jangan sampai kebijakan ini disalah gunakan, diputuskan secara gegabah, tidak melalui riset, penelitian dan percobaan pada skala kecil terlebih dahulu, yang (biasanya; kata nenek moyang kami) berujung pada kegagalan.

Keju merupakan barang baru bagi sebagian besar peternak kita, penulis sempat bertanya pada teman peternak, apakah pernah makan keju ?, jawabnya, kalau kejo sih sering. Kejo dalam bahasa sunda adalah nasi :)
    2. Yang juga menjadi ganjalan di benak penulis adalah ketersediaan rennet. Rennet (atau enzimnya sering disebut juga rennin atau chymosin) adalah zat yang digunakan untuk menggumpalkan susu pada proses awal pembuatan keju.
    Industri yang sustainable semestinya adalah sebuah industri yang bisa mandiri. Mandiri dalam proses bisnis dan produksi termasuk bahan baku. Rennet sepengetahuan kami masih sulit didapatkan dan belum di produksi di Indonesia, kalaupun ada belum secara luas.

    baca seluruh artikel >>>

Artikel, ScrapbookDecember 17, 2005 12:19 am

Livestock Feed Proximate Analysis Lookup Table adalah sebuah tabel analisis kandungan nutrisi beberapa bahan pakan ternak yang kami kompilasi dan berasal dari berbagai sumber, ada yang bersumber dari buku/literatur dalam negri, ada juga yang hasil analisis orang bule. Tabel ini kami buat dengan maksud untuk memudahkan kami sendiri dalam melakukan pencarian data kandungan nutrisi (terutama protein kasar) dari beberapa jenis pakan ternak yang populer dan sering digunakan di Indonesia. Ohya, tabel ini dibuat lebih mengacu pada bahan bahan pakan ternak sapi.

Pun demikian, mohon jangan mengandalkan data data yang ada di tabel ini untuk kegiatan yang serius. Silahkan cross-check dulu dengan data sumber lainnya, dan apabila anda menemukan kesalahan pada tabel kompilasi ini, kalau tidak keberatan, beritahu kami agar dapat di revisi :)

Ada dua kategori yang kami kompilasi, yang pertama adalah hijauan pakan ternak dan yang kedua adalah limbah pertanian dan bahan mineral. Kami juga sertakan estimasi harga dari masing masing bahan per awal tahun 2005.

Tabel kompilasi ini masih jauh dari lengkap (jadi, ehm, tolong bantu lengkapi). Bila ada yang memerlukan versi spreadsheet (Ms. Excel), dapat menghubungi kami.

Download tabel kompilasi analisis proksimat pakan ternak.

baca seluruh artikel >>>

PotretDecember 11, 2005 10:54 pm

Kumbang dan Jatropha
Kumbang dan Jatropha

Apa hubungannya ? Rasanya ngga ada :) . Tapi baiklah kita ada-ada kan saja..
Kumbang dan berbagai serangga lain tentu membantu penyerbukan dan perkembangbiakan tanaman, setidaknya demikian yang kita pelajari di sekolah :) .

Foto ini sebetulnya diambil karena iseng belaka, kombinasi warna yang cantik, kumbang merah yang bertengger diatas daun Jarak pagar. Begitu pikir saya. Hal lain baru terpikir ketika sedang mencari tulisan sebagai pendukung foto. Dalam kasus pohon Jarak pagar (Jatropha curcas L) yang sekarang sedang ramai dibicarakan (dan ditanam) karena publikasi yang gencar mengenai manfaat dan penggunaannya sebagai bahan baku biodiesel, kumbang atau lebah, selain sebagai pembantu penyerbukan jenis kumbang heteroptera seperti yang tampak di gambar diatas boleh jadi merupakan hama penyakit.

Ada sementara publikasi yang menyebutkan bahwa jarak pagar cenderung tidak terkena serangan hama karena seluruh bagian tanaman mengandung racun, atau publikasi lain yang menyebutkan jarak pagar sama sekali tidak memiliki hama.

Hati hati, publikasi seperti ini terkadang bisa menyesatkan. Apalagi dengan adanya inisiatif penanaman si Physic nut ini besar besaran oleh berbagai pihak secara monokultur, dikhawatirkan pertumbuhan hama juga dapat meningkat, yang akhirnya sangat mungkin menyerang tanaman produktif lain. Kita tentu tidak lupa dengan kasus Lamtorogung dan kutu loncat beberapa tahun yang lalu bukan ?

Literatur yang saya baca (sekilas) ternyata menyebutkan sekurangnya 13 jenis organisme penganggu tanaman Jarak pagar.
Peringatan serupa juga ternyata sudah dilontarkan oleh pengajar IPB.

Ada literatur lain yang membahas mengenai hal ini namun saya tidak berhasil menemukan versi online-nya “Grimm, C. 1999, Evaluation of damage to physic nut (Jatropha curcas) by true bugs: Entomologia Experimentalis et Applicata.

Tapi bagaimanapun, biodiesel sungguh menarik hati.. kapan ya ada kesempatan membuat sendiri biodiesel skala rumahan ? Ada yang tertarik untuk bersama sama mencoba ?

ArtikelDecember 1, 2005 1:00 pm

Kompor alkohol generik
Kompor alkohol generik.

Jangan dikira bahwa kami ingin menyaingi program pemerintah Jawa Barat yang ingin menggalakkan penggunaan batu bara seperti dicanangkan kemarin ini oleh bapak Gubernur :)
Walaupun dalam hati kecil, kami sebenarnya kurang tertarik dengan rencana pemerintah menggunakan batu bara sebagai pengganti bahan bakar minyak di rumah tangga karena berbagai alasan, baik teknis maupun kesehatan.

Cerita bermula pada saat melakukan pencarian desain burner untuk biogas, kami cukup surprise karena ternyata inisiatif pembuatan dan desain kompor atau tungku dengan bahan bakar alternatif sudah banyak sekali dilakukan baik oleh para hobiis maupun LSM di luar negeri.

Salah satu yang menarik perhatian adalah desain kompor berbahan bakar alkohol yang dibuat dari kaleng bekas minuman ringan (soft drink). Di sekitar kita banyak sekali limbah bekas kaleng minuman ringan ini , yang sebetulnya masih bisa kita manfaatkan untuk sesuatu yang cukup berguna (well, saingan dengan para pemulung, menurut informasi harga kaleng bekas ini di tingkat pemulung ternyata sekitar Rp. 10.000,- / kilogram!)

Kami melihat bahwa desain kompor alkohol ini (jenisnya disebut Top Burner Alcohol Stove) sama dengan yang digunakan kompor yang sering dipakai oleh para pencinta alam dan pendaki gunung, Trangia. Keduanya mengambil prinsip dasar yang sama, hanya bedanya Trangia menggunakan bantuan semacam sumbu yang kemungkinan terbuat dari asbestos.

Membuatnya sama sekali tidak sulit, hanya dibutuhkan sedikit kesabaran dan bahan serta alat yang tersedia di sekitar kita. Dan soal fungsional, dari percobaan kami dapat mendidihkan (98C) 0.5 liter air dalam waktu 18 menit dan hanya menghabiskan sekitar 20ml spirtus bakar. Kurang lebih sama bahkan cenderung lebih irit dalam bahan bakar daripada Trangia.
Selain itu, kompor alkohol ini juga simple dan ringkas, dapat dikantongi bila anda sedang melakukan perjalanan alam bebas, alkohol nya selain berfungsi sebagai bahan bakar, dapat juga digunakan untuk antiseptic dan pencuci luka apabila mengalami kecelakaan ringan dalam perjalanan. Keunggulan lain, bahan bakar alkohol ini bersih, tidak mengeluarkan bau dan polusi serta termasuk bahan bakar yang renewable (terbarui). Kekurangannya ? tentu saja ada :) , storage dan handling dari bahan bakar cair yang kadang kadang ribet dan harga alkohol yang masih mahal (sekitar Rp. 6000 - 7000 / liter).

Mengacuhkan hal tersebut, mengapa kita tidak mulai saja mencoba membuat kompor alkohol generik ini ? Gampang kok!.

Catatan:
Kami juga sedang iseng membuat varian lain, yaitu side burner pressurized alcohol stove, yang dari sisi desain juga menarik dan teoritis akan lebih irit lagi bahan bakarnya dan beberapa modifikasi lain.

Unique visitor stumbled upon this site since 27 Dec 2005: people(s)