Canola adalah tanaman sub-tropis yang merupakan keturunan dan merupakan variasi genetik dari tanaman Rapeseed. Jenis tanaman ini ditanam untuk diambil bijinya sebagai bahan minyak sayur (vegetable oil), bahan baku pakan ternak, maupun biodiesel.
Canola di budidayakan pertama kali di Canada (itulah asal nama Canola, Canadian Oil) oleh Keith Downey dan Baldur Stefansson di tahun 1970.
Minyak Rapeseed mulai diproduksi pada abad ke sembilan belas sebagai sumber bahan baku pelumas mesin uap. Sayangnya karena kandungan glucosinolate yang tinggi, rasanya tidak enak. Minyak rapeseed ini ditenggarai juga sebagai penyebab masalah jantung dikarenakan kandungan asam erusik (erucic acid) yang tinggi, bagaimanapun, di kemudian hari para peneliti menemukan bahwa gejala yang sama juga ditunjukkan oleh tikus tikus percobaan di laboratorium ketika diberikan minyak lain dalam jumlah yang sama.
Canola di kembangkan untuk mengurangi tingkat glucosinolate dan asam erusik sehingga didapatkan minyak yang dapat dimakan.
Saat ini minyak canola sudah banyak terdapat di supermarket supermarket di kota besar.
Tanaman canola yang ada di gambar diatas tersebut penulis coba tanam dari biji yang didapat secara kebetulan di sebuah toko pakan hewan (Poultry Shop). Penanaman dilakukan di daerah Bandung pada ketinggian sekitar 710m dpl. Usia ketika mulai berbunga adalah sekitar 120 hari.
Nampaknya daun Canola ini sangat disenangi oleh ternak kelinci dan ulat (grapyak?). Terbukti, beberapa koleksi canola penulis hancur lebur di makan ulat dan kelinci
.
Menurut data NRC, biji canola mengandung 20.5% protein (dry basis) dan bahan kering 89.9%.




lebih baik lagi adalah pengembangan tanaman jarak pagar atau tanaman yang menghasilkan biji atau buah yang mengandung protein tinggi dan asam lemak, karena dasawarsa ini mulai berkembang teknologi biodiesel, yang dapat menggantikan atau pencampur bahan bakar solar, disamping bahan bakar biodiesel lebih murah juga ramah lingkungan. Saya harap dengan banyak kemajuan Indonesia, maka penggunaan bahan bakar fosil akan dikurangi dan tergantikan dengan bahan bakar yang renewable (terbaharui) yaitu dari bahan baku biomass (tanaman, biji, buah dll).
Comment by cahyo putro wijayanto — November 30, 2005 @ 7:49 pm
Di indonesia, dimana yang banyak terdapat tanaman canola?. Trims. (Saya adalah pemerhati perunggasan, terutama bidang pakannya)
Comment by Atik Mulyawan — March 31, 2006 @ 4:22 pm
Sepengetahuan kami Canola/rapeseed tidak ditanam di Indonesia, kalaupun ada (seperti yang kami coba tanam) bukan dengan tujuan budi daya pak. Mohon maaf kalau salah. Pengamatan kami, canola ini punya kemampuan tumbuh yang cukup baik, setelah sebelumnya digunduli oleh kelinci, sekarang terlihat hijau lagi.. musuh utamanya adalah ulat daun, kalau sudah ada ulat ini dan tidak diobati, wah ditanggung habis. Ohya, Canola yang saya tanam di halaman belakang ternyata mampu juga menghasilkan polong dan biji. Cukup menarik juga.
Terima kasih telah mengunjungi situs ini pak Atik.
Tanaman lain yang punya potensi adalah Sorghum (Sorghum bicolor), kami sedang mencoba tanam juga.
Comment by mang Layang — March 31, 2006 @ 7:34 pm
kang bolehkah saya meminta sedikit gambaran tentang tanaman canola tersebut, saya tertarik sekali dengan hasil guna tanaman tersebut selain untuk tanaman pakan hijauan juga bagus untuk membuat minyak biji canola dan saya ingin mendapatkan bibitnya….. pernah saya cari di beberapa petshop yang biasanya tersedia beberapa jenis canola sedang kosong di kota saya…..kalo boleh saya tahu alamat manglayang farm dimana yah….saya di purwokerto kang
Comment by aditya pria — November 28, 2006 @ 2:34 pm
Mungkin sebaiknya menghubungi dinas/departemen pertanian dulu ya kang bila ingin mengintroduksi jenis tanaman baru, saya ndak apal apa Canola sudah “boleh” ditanam untuk produksi.. khawatirnya introduksi bibit baru (apalagi yang tidak tersertifikasi) juga dapat mengintroduksi hama baru
. Tapi kalau sekedar ingin mencoba saja, insyaa allah besok-besok saya sempat, saya mampir ke toko yang menjual bibit, manatau masih ada stok.
Comment by manglayang — November 29, 2006 @ 1:20 am
terima kasih atas keterangannya, ini sangat membantu bagi saya…. saya akan coba konfirmasikan ke dinas pertanian…..
Comment by aditya pria — November 29, 2006 @ 7:25 am
Bapak/Ibu bisa tidak diberitahu bibit ataupun biji Canola untuk mendapatkannya. Kalau boleh tahu harga bibit atau biji Canola berapa? tolong beritahu dan mohon perhatiannya. Thanx
Comment by yanut estrada — February 17, 2008 @ 5:11 pm
#7 dulu harganya 10rb - 15rb per kg biji, tapi nampaknya bukan benih untuk ditanam, melainkan untuk pakan burung pak. Kami mendapatkannya di toko makanan burung di Bandung, tapi tempo hari cek sudah tidak sedia.. maaf tidak bisa bantu banyak.
Comment by manglayang — February 17, 2008 @ 6:12 pm
aku pernah penelitian canola varietas HYOLA lumayan bagus pertumbuhan dan hasilnya. bibitnya aku dapat dahulu (1998) dari prof. unus suriawiria (ITB)sayang hasilnya ndak boleh disebarkan dulu, makanya hasilnya saya hancurkan takut dampaknya.
Comment by hay's — June 3, 2008 @ 7:52 pm
Sepertinya proyeksi Canola ke depan sangat menarik, mengingat perusahaan sekelas Cargill yang menguasai perdagangan bahan baku di dunia mengembangkan tanaman ini di Aberdeen, pastinya ke depan tanaman ini di proyeksikan sebagai tanaman Food, Feed dan Fuel. thanks.
Comment by fauzan latief — July 17, 2008 @ 7:56 am