Publikasi #5 - October 2005 -Infrastruktur Pembangkit Biogas
Ketika seseorang berbicara mengenai biogas, biasanya yang dimaksud adalah gas yang dihasilkan oleh proses biologis yang anaerob (tanpa bersentuhan dengan oksigen bebas) yang terdiri dari kombinasi methane (CH4), karbon dioksida (CO2), Air dalam bentuk uap (H20), dan beberapa gas lain seperti hidrogen sulfida (H2S), gas nitrogen (N2), gas hidrogen (H2) dan jenis gas lainnya dalam jumlah kecil.
Secara lebih singkat, biogas dapat diartikan sebagai “gas yang diproduksi oleh makhluk hidup”.
Publikasi kali ini adalah mengenai persiapan instalasi dan pemasangan infrastruktur pembangkit biogas, yang memanfaatkan kotoran sapi sebagai bahan baku proses.
Artikel terbagi menjadi empat bagian.
PART 1 - Pendahuluan
PART 2 - Pembangkit Biogas
PART 3 - Menggelembungkan Pembangkit
PART 4 - Pembuatan Alat Penunjang Pembangkit Biogas
Selamat membaca.



mana atuh kelanjutan cerita mengenai biogas ini ? Kalo ingin berkunjung untuk liat apa boleh ??
Comment by Adung — December 14, 2005 @ 10:38 am
Wah maaf, instalasi biogasnya lagi diobrak abrik dulu, setelah kemaren kena longsor hujan pertama:(. Tapi nanti kalau ada perkembangan lain pasti kami update.
Mau ke kebun ? Boleh atuh kang Adung, mangga kontak aja via email.
Comment by Manglayang — December 15, 2005 @ 11:08 pm
saya sangat tertarik dengan gas bio yang anda buat. dimana saya bisa mendapatkan buku mengenai pembuatan gas bio?
terima kasih.
Comment by reza wicaksono — July 17, 2006 @ 9:17 pm
Saya tunggu inovasi terbarunya tentang Biogas, dari sisi biaya pembuatannya memakai polyethilene lebih murah, tapi untuk perawatannya kelihatannya susah.
Comment by Agoestia — August 9, 2006 @ 7:48 am
wah kalo boleh usul nih, gimana kalo hasil dari biogas tsb disublimasi (atau apa namanya gw nggak tahu:)) biar jadi cairan seperti spirtus, jadi kompornya nggak usah berhubungan langsung dg pembangkitnya…mungkin bisa lihat referensi di pabrik gula yg juga memproduksi spirtus… (eh, tapi kalo emang udah inovasi Manglayang udah berwujud cairan. gw jadi malu??? hehehe))
Comment by irham — November 3, 2006 @ 9:56 pm
#5 upaya-upaya mencairkan gas bio memang dapat dilakukan, hanya sayangnya sampai saat ini belum ditemukan cara yang ekonomis. Kalau mau sih, tanki penampung biogas yang ukuran 2000 liter itu aja di gotong-gotong ke dapur tetangga hehe.
Akan lebih feasible (dan memang sudah ada yang melakukan) untuk mengalirkan gas tersebut dan menjadikannya bahan bakar untuk pembangkit/generator yang menghasilkan listrik. Untuk skala besar, listrik ini yang dijual ke perusahaan listrik atau ke rumah-rumah.
Comment by manglayang — November 5, 2006 @ 11:16 am
wah mang layang, boleh tahu dunk gimana caranya biar gas itu dijadikan bahan bakar untuk pembangkit/generator? caranya gimana? apa perlu dinamo yg besar ya, terus dihubungin ma gas tersebut kayak di PLTU mungkin? atau gimana? jelasin dunk. thanx be 4…
Comment by irham — November 6, 2006 @ 10:18 pm
#7 Garis besarnya, biogas dapat digunakan sebagai bahan bakar mesin pembakaran dalam (Internal Combustion Engine) seperti kita temui pada mesin2 motor atau mobil. Baik mesin 2 langkah, 4 langkah ataupun mesin diesel dapat menggunakan biogas, tentu dengan beberapa modifikasi terutama pada sistem bahan bakar.
Dari situ mesin akan memutarkan dinamo yang menghasilkan listrik. Ya, prinsipnya sama dengan PLTU (uap) atau PLTD (diesel).. yang berbeda hanya tenaga pembangkitnya. Rasanya sekarang di pasaran sudah tersedia generator set kecil yang berbahan bakar biogas.. tempo hari lihat iklannya produk dari China.
Comment by manglayang — November 9, 2006 @ 4:39 am
we ini baru sering teknologi tentang biogas yang bagus
biar kami masyarakat awam bisa mencoba melakukan hal seperti artikel di atas
di daerah kami yakni bali
mana kelanjutannya ?????
Comment by wayan sutarsa — November 20, 2006 @ 3:59 pm
mang, kapan2 kalo ada waktu kasih tau juga dunk cara pembuatan kertas merang? sepertinya jg bs membantu petani di desa2 terutama yg punya mesin selipan…
thanks
Comment by irham — November 25, 2006 @ 5:35 pm
tolonh beri tahu saya bagai mana cara membuat biogas dengan detail dan disertakan gambarnya.
Comment by ALAMSYAH — April 19, 2007 @ 4:15 pm
#8 Sementara ini belum ada kelanjutannya Bli, ada 4 artikel mengenai biogas.
#10 wah Mamang belum bisa membuat kertas merang.. nanti coba2 dulu ya.
#11 lho kang, itu artikel biogas kan sudah 4 bagian, lengkap dengan gambar dan penjelasan. Semoga sukses.
Comment by manglayang — May 6, 2007 @ 11:00 am
top..banget, tapi info harga plastiknya kok gak ada?
Comment by sofwan — August 20, 2007 @ 7:58 pm
#13 Wah terlupa nampaknya. Plastik tempo hari waktu kita beli masih Rp. 15.000 / kg. Maaf catatan detil bill of materialnya tidak kami simpan
Comment by manglayang — August 25, 2007 @ 10:57 pm
Sae pisan! Hatur nuhun buat artikelnya. Sangat bagus buat membantu masyarakat dan pemerintah dalam mengembangkan energi terbarukan dan mengurangi konsumsi fossil fuel….
Comment by Fitria — August 31, 2007 @ 2:32 pm
bisa pake kotoran manusia? pabrik kami berpegawai 7000 orang yang sering ke toilet.
Comment by Achmad Marendes — November 24, 2007 @ 10:48 am
#16 Di China memang banyak instalasi biogas yang berbahan bakar kotoran manusia.. di Rwanda, ada penjara yang juga mengolah “hajat” para tahanan untuk dijadikan biogas
. Bagaimana.. apa pabrik pak Achmad mau jadi pabrik pertama di Indonesia yang sebagian kebutuhan energinya disumbang oleh para karyawan ? waah, bapak harus kasih insentif lebih pada karyawannya kalau jadi hehe.
Comment by mang Layang — November 27, 2007 @ 10:41 pm
wuiih bagus bangget neh artikel
kang kira kira bisa gak ya kalo untuk di refil seperti gas elpiji?
mohon jawabannya ya kang
terima kasih
Comment by eljahkim — December 8, 2007 @ 8:31 pm
assalamu’alaykum wr wb..anda nih tinggal di sekitar kaki gunung manglayang ato gmn? Kok namanya manglayang

*
“Nyasar” ke blog ini dari blog Pa Tio setelah googling keyword Terakorp
Sy salah satu anggota Pustena Salman ITB yang kemaren2 sempet membahas masalah Biogas ini..ada alumni yang bekerja di sebuah perkebunan gitu di Karawang klo ga salah. Nah, kami sempet berdiskusi tuh klo mo dimanfaatin sisa-sisa perkebunannya yang lumayan banyak per hari nya bisa ga? Dengan biaya ekonomis dan tentu efisien. Soalnya anda sepertinya expert di bidang ini. Nuhun informasi dan artikelnya. Sy link ke blog sy ya. Oya, jawabannya…bisa dikasih ke blog ato email sy? Soalnya sy ga men-trackback ini.Thnx *maaf kepanjangan..alertnya bkn ga dibaca tapi,g ngerti
Comment by esa — December 18, 2007 @ 1:25 pm
Pak Boss Manglayang yth,
Boss menindak ulang usaha saya untuk berkunjung ke Manglayang Farm, kemungkinan sangat besar saya awal Februari akan ke Bandung lagi. Mudah2-an tidak kena hambatan lagi.
Terimakasih dan salam hormat.
TONY_SAPI http://tonysapi.multiply.com
Comment by tony_sapi — January 23, 2008 @ 11:21 am
tolong kalau bisa saya dikirimi cara pembuatan biogas dari kotoran sapi secara rinci (step by step) dengan poin-poin, sekalian gambarnya y..trima kasih.
Comment by enggar — February 1, 2008 @ 7:47 am
Kang aku ada pertanyaan, seandainya di kota besar dengan limbah septitank yang demikian besar dimanfaatkan sebagai biogas bisa nggak sih ?? Atau sebetulnya bisa cuma nggak tega ajah (baca=jijik. Padahal kan itu dah gak ada hubungannya kali. Btw kang kalu ada skala yang besar untuk biodisel tawarin donk ke kantorku. karena konsumsi solar kita gede bangaaaaaaaaaaaaaaaaet loh setahunnya. Siapa yang berminat boleh ya kirim e-mail ke aku siapa tahu kita bisa nyumbang buat bumi.
Comment by adolf — February 8, 2008 @ 11:04 am
klo mo tanya2 tentang biogas secara langsung tu gmn??
via email bisa g ?klo bisa alamatnya apa?
model penampungan selain yang ada di artikel apa j???bentuknya seperti apa?
tolong jelasin n sertain gambarnya y!!!!
plis!!!
Comment by ai adrian — February 8, 2008 @ 11:47 am
#21 Di artikel ini sebetulnya sudah tercakup langkah2nya.
#22 Bisa tapi bukan masalah tega, tapi masalah collectingnya yang repot. Kalau saja kota2 besar kita punya saluran septitank/drainase yang terintegrasi seperti di negara lain, harusnya lebih mudah. Di inggris saya baca tahun 1800an, lampu2 jalan itu pakai biogas..
#23 ya bisa via japri, lihat halaman Contact Us. Atau via milis berkebun.
Comment by manglayang — February 8, 2008 @ 10:38 pm
bagus artikelnya…
sangat membantu..
tapi apabisa ya biogas dikemas sedimikian rupa sehingga mudah dipindahkan / dipasarkan??
misalnya dimasukkan dalam tabung, seperti elpiji???
Comment by haryadi — April 10, 2008 @ 2:42 pm
Sebelumnya saya ucapkan terima kasih dan salam kenal
Saya terbantu dengan mendapatkan artikel tentang biogas ini, mohon doanya agar bisa merealisasikan
selanjutnya, saya ingin berkunjung ke perkebunan anda (mumpung sedang di Bandung) mohon informasi untuk menuju ke arah sana
Terima kasih
Comment by Faozi — April 11, 2008 @ 10:50 am
mang, mo numpang tanya…
kalo biogas itu mo di kemas kaya elpiji itu gimana??
bisa ga ya??
kalo bisa kan enak bisa di distribuiin….
Comment by haryadi — April 13, 2008 @ 6:56 pm
#25 & 27 dari literatur yang sempat kami baca sih katanya bisa saja, hanya sulit/mahal untuk di kemas dengan kompak seperti tabung gas. Jangan2 biaya pengemasannya lebih mahal daripada gasnya.
#26 senang membaca bahwa artikel biogas bisa bermanfaat. Semoga sukses pak! dan kalau ada ide/masukan dari sisi developnya silahkan di posting disini atau di milis. Ingin berkunjung bisa saja, silahkan japri.
Comment by manglayang — April 13, 2008 @ 9:01 pm
artikelnya lengkap buanget.
makasih banyak…
Comment by mybenjeng — April 26, 2008 @ 10:02 am
Saya sangat tertarik dengan riset ini namun saya butuh informasi selengkapnya tentang konstruksi pembuatan septicktank rumah tangga menjadi sumber energi sebagai pengganti mitan maupun Lpg,Saya sangat berharap mendapat jawabannya mengingat saat ini BBM naik terus dan kita mau tidak mau haru s membelinya,kalaupun tinja dirumah bisa kita gunakan sebagai BBM akan sangat berguna karena kita tak harus beli ! Terima kasih atas sumbangsih anda selama ini,Thanks semoga sukses,SAYA TUNGGU INFORMASI ANDA
Comment by Achmad Mirza — June 4, 2008 @ 1:21 am
Kotoran manusia bisa digunakan sebagai bahan baku biogas. Tetapi menurut perhitungan kami, dibutuhkan setidaknya 100 KK untuk menyamai volume kotoran manusia dengan volume kotoran 1 ekor sapi perah. Optimasi yang biasa telah kami lakukan untuk biodigester plastik adalah 100 kg an kotoran sapi per minggu untuk 1 biodigester yang menghasilkan biogas yang mampu menyala selama 4 - 5 jam sehari. Setara dengan 1,5 liter minyak tanah perhari. 100 kg kotoran sapi ini cukup dipenuhi dari 1 ekor sapi perah atau 2 ekor sapi pedaging. Teman2 bisa lihat foto2 mengenai biogas di http://ypbb.terranet.or.id
Salam
Comment by Yono — July 1, 2008 @ 10:54 pm
trima ksih Manglayang!
Comment by feri — July 5, 2008 @ 12:33 pm
saya adalah orang awam yang sedang mempelajari biogas..setelah membaca di manglayang..saya semakin tertarik dengan pembuatan biogas…tetapi ada yang ingin saya tanyakan:
1 apakah biogas dapat digunakan pada kompor gas biasa(menggunakan gas elpiji)?
2 Apakah biogas dapat dijadikan bisnis yang menjanjikan?
terima kasih sebelumnya….semoga manglayang farm semakin maju…
Comment by falaah — July 21, 2008 @ 1:20 pm
INFORMASI TEKNOLOGI YANG SANGAT BERGUNA BAGI ORANG BANYAK…
Comment by gede — July 21, 2008 @ 3:29 pm
mohon informasi lebih detail tentang energi biogas ke alamat yud_gkm@yahoo.com
thank you
Comment by YUDI — July 26, 2008 @ 10:03 am
Trimakasih atas artikelnya tentang pembuatan Biogas,saya berusaha menerapkannya tetapi untuk cari bahan penampungannya(Plastiknya) masih susah dicari,apa saya bisa pesan plastiknya,trimakasih.
Comment by Hendrik Sumadriyanto — September 5, 2008 @ 10:27 am
mang, maksih ya . informasinya sangat mambantu .
Comment by Yuniar Zhafira — October 12, 2008 @ 4:24 pm
Hebat, artikelnya cukup lengkap. Saya tinggal di kota dan ingin buat biogas dari selulosa (sayur mayur, buah-buahan, biji-bijian, dan lain-lain) yang banyak bertebaran sebagai sampah di pasar-pasar. Tapi saya butuh starter biogas tanpa harus menggunakan kotoran siapapun. Setahu saya bakteri penghasil biogas adalah methanobacterium dan keluarganya. Tolong dong kasi tahu dimana mendapatkan starter biogas tanpa menggunakan kotoran.
Comment by masterstr007 — October 17, 2008 @ 11:58 am
mang, kenapa untuk menghasilkan gas yang optimal kotoran sapi bukankan bahan baku yang ideal, trus bagi kita yg tinggal di perkotaan apakah bisa menggunakan bahan baku sampah organik spt bekas sayur mayur nasi bekas dll, jika bisa berapa perbadingan dengan airnya dan setiap hari membutuhkan berapa Kg bahan baku untuk menghasilkan 3M kubik gas, terima kasih atas jawabannya semoga saya yang di perkotaan dapat memanfaatkan teknologi biogas ini
Comment by Ratno — October 30, 2008 @ 9:40 am
mang, saya tinggal di perkotaan yang tidak mungkin menggunakan kotoran sapi, apakah sampah organik rumah tangga seperti sayur mayur, bekas nasi, dll dapat digunakan sebagai bahan baku biogas, jika bisa berapa kebutuhan bahan baku dan air yang dibutuhkan per hari untuk menghasilkan 2 M kubik gas, terima kasih atas jawabannya
Comment by Ratno — October 30, 2008 @ 9:47 am
terima kasih atas artikel yang anda muat,
kami sangat terbantu untuk mengerjakan tugas kami,…
Comment by mukti — January 17, 2009 @ 7:00 pm
Wah, edun sae pisan pak artikel ttg Biogas, abi bade tumaros naha tina kotoran ayam pedaging nu tos dicampur huut kasar tiasa dibuat Biogas, kaleresan abi gaduh peternakan ayam RAS. Badrian di Garut.
Diantos waleran nana. Assalamualaykum.
Comment by Badrian — June 13, 2009 @ 1:57 pm
mang,klo pake ampas tahu cara pengolahan mjd biogasx gmn?
thanks
Comment by ria — August 20, 2009 @ 1:46 pm
bolehkah saya diberi tahu cara memasukkan gas kdalam tabung. oh y, yang membutuhkan biaya mahal itu alatnya atau proses memasukan k dalam tabungnya dan butuh biaya berapa, walaupun mahal, mungkin dengan memahaminya akan ada solusinya. terimakasih^^
Comment by sanjaya — October 1, 2009 @ 8:52 pm
Mau nanya mang sy kan penjual rujak bìsa nga kulit dan sìsa buahnya di jadikan bahan biogas,gimana kalau di cåmpur ampas kelapa di tempat sy bnyak ampas kelapa kebuang siasia.makasih mang jwbanya.
Comment by Zacky — December 17, 2009 @ 12:07 pm
Keren, manglayang farm bagus-bagus artikelnya, terima kasih sudah banyak memberi wawasan tentang dunia peternakan ,,,,
Comment by Nanda — December 19, 2009 @ 6:12 pm