BeritaNovember 3, 2005 11:59 pm
Indonesian Center for Agricultural Library and Technology Dissemination (ICALTD) dikutip dari situsnya adalah perpustakaan biologi dan pertanian tertua di Indonesia. Perpustakaan ini pertama kali berdiri pada Mei 1842, diawali oleh pembelian 25 judul buku yang dimiliki oleh Jacques Pierot, yang dianjurkan oleh J.K Hasskarl, asisten di Hortulanus Land Plantentuin dan M. Diard, anggota dari Natuurkundige Commissie.
Pada awal kemunculannya, perpustakaan ini menjadi bagian dari Bogor Botanical Garden yang memberikan dukungan terhadap akses para botanis Belanda terhadap literatur keilmuan. Pada 1850, secara formal institusi ini bernama Bibliotheek ’s Land Plantentuin te Buitenzorg. Bagaimanapun, dalam perjalan hidupnya, beberapa kali perpustakaan ini berganti nama dan fungsi.
Baru sejak Maret 2000, surat keputusan Menteri Pertanian No. 160/Kpts/OT.210/3/2000 secara resmi menyatakan nama resmi dari perpustakaan ini yaitu “Pusat Perpustakaan dan Penyebaran Teknologi Pertanian” atau yang dalam bahasa Inggris adalah Indonesia Center for Agricultural Library and Technology Dissemination.
Visi dan Misi dari ICALTD tahun 2005-2009 ini sungguh mulia, “Menjadi pusat dokumentasi dan informasi pertanian nasional terdepan berbasis teknologi“, sedangkan misinya yaitu “Mengelola, mendokumentasikan, dan memperluas penyebaran informasi IPTEK pertanian melalui pemanfaatan TI, peningkatan akses informasi, publikasi, promosi, pengembangan pedoman teknis, pengembangan profesionalisme pengelola informasi, serta peningkatan kerjasama pertukaran informasi dan kompetensi dengan lembaga sejenis, LSM, dan swasta.”
Melalui penelusuran singkat terlihat bahwa situs ini memiliki organisasi isi yang baik dan cukup padat. Selain memuat berbagai publikasi online dan jurnal teknologi pertanian, di situs tersebut juga kita dapat membaca tulisan yang dimasukkan pada submenu Agritech mengenai berbagai teknologi budi daya mulai dari peternakan, perikanan, tanaman pangan, hortikultura, perkebunan, tanah dan agroklimat, sosial ekonomi, teknologi paska panen, pertanian umum sampai mesin mesin pertanian.
Cukup banyak, tapi tentu masih kurang, mengingat lembaga ini berdiri sejak 1842
Sayangnya beberapa submenu dan link artikel masih dead-link. Mudah mudahan di masa yang akan datang, tulisan online-nya bisa terus diperbanyak.
Link: