Sustainable Poultry Production
Peternakan unggas yang berkelanjutan, mungkin begitu kira kira artinya dalam bahasa kita. Ketika sedang browsing, penulis mampir disebuah situs yang cukup asik mengenai sustainable agriculture.
Ya, kata kata sustainable belakangan ini memang sedang trend, apalagi setelah semakin di populerkan oleh bapak Presiden kita.
Bukan kebetulan bahwa ada kabar yang beredar (entah burung entah bukan) bahwa Jawa Barat ingin menerapkan sebuah sistem peternakan berkonsep keluarga (family farming). Dan rasanya salah satu peternakan yang tidak membutuhkan lahan terlalu luas sehingga cocok untuk keluarga Indonesia dan menghasilkan produk yang dapat langsung dinikmati adalah beternak unggas, khususnya ayam.
Satu konsep yang termasuk baru di Amerika adalah konsep yang dikembangkan oleh Joel Salatin pada sekitar 1990, seorang petani peternak dari Lembah Shenandoah, Virginia. Konsep tersebut adalah pastured poultry. Yang apabila di-Indonesiakan kurang lebih berarti beternak ayam sistem gembala.
Sesungguhnya di Indonesia sendiri ide konsep ini sama sekali tidak baru (untuk ini kita boleh berbangga), kita dapat melihat bahwa di daerah daerah pedesaan, ayam dipelihara dengan cara dilepas begitu saja sehingga dapat mencari makan sendiri.
Konsep yang dikembangkan Salatin juga kurang lebih sama, namun ada beberapa model konsep yang cukup menarik untuk kita perhatikan pada peternakan ayam alternatif ini.
Konsep PASTURED POULTRY PENS - Ternak dikurung dalam sebuah kandang portable, biasanya berukuran 3m x 3,5m x 0,6m, yang tidak berlantai. Kandang ini biasanya dipindah tempat setiap hari, sehingga ternak mendapatkan makanan segar, baik rumput dan hijauan lain, cacing maupun serangga dari padang gembala. Sembari menyebarkan pupuk kandang yang menyuburkan tanah.
Konsep NET RANGE atau DAY RANGE - Mengurung ternak pada sebuah rumah kandang, biasanya berstruktur gelung / hoop, yang dapat dipindah tempatkan, dimana rumah kandang tersebut dikelilingi oleh jaring yang membagi area tersebut menjadi beberapa paddock / lapak. Peternak memindahkan kawanan ternak dari satu lapak ke lapak yang lain. Mirip sekali dengan konsep Rotational Grazing pada ternak sapi.
Konsep alternatif lainnya adalah YARDING, FREE RANGE, dan CHICKEN TRACTOR. Tentu masih banyak alternatif lain yang dapat dikembangkan tentunya sesuai dengan imajinasi si peternak.
Ingin tau lebih lanjut ?. Silahkan mengunjungi situs mengenai konsep konsep peternakan unggas yang berkelanjutan tersebut.



menarik sekali ulasannya, yang belum disentuh selain perlu produksi yang berkelanjutan juga perlu tanggung jawab sosial. ingat kasus flu burung, yang berpeluang terkena tidak hanya pekerja peternakan tetapi masyarakat sekitarnya. jadi peternak juga harus aware soal2 beginian. nice works
Comment by pelantjong maja — March 18, 2008 @ 1:58 pm