ProdukJune 13, 2009 11:33 am

Bekerja sama dengan penangkar benih di beberapa kawasan, kami menyediakan berbagai macam bibit pohon kayu keras. Benih yang tersedia baik biji maupun anakan berdasarkan pesanan dan ketersediaan sesuai musim. Benih ini ditujukan kepada para kolektor tanaman kayu, peneliti, pemilik kebun yang ingin menghijaukan lahannya maupun program penanaman dan penghijauan di berbagai daerah.

Tidak semua benih yang daftarnya dapat dilihat pada tulisan di bawah ini tersedia stoknya. Untuk konfirmasi dan pemesanan silahkan menghubungi kami terlebih dahulu.

baca seluruh artikel >>>

Artikel, ScrapbookApril 17, 2009 12:54 pm
Kotak Inkubator
From Alat Pengeram Telur Sederhana

 

Artikel kali ini menceritakan tentang percobaan pembuatan alat pengeram telur sangat sederhana. Kami memerlukan alat ini untuk mencoba menetaskan telur burung Merak hijau (Pavo muticus).

Alat pengeram/ penetas telur atau egg incubator bertenaga listrik ini cukup sederhana dan mudah dibuat. Namun kami juga belum tahu apakah inkubator ini sukses menetaskan telur atau tidak karena penetasan telur itu ternyata memiliki beberapa faktor yang menentukan. Namun setidaknya prinsip-prinsip dasar penetasan telur coba kami terapkan pada alat sederhana ini dengan harapan kami bisa mulai belajar mengenai soal penetasan telur.

Artikel ini sekadar sebagai dokumentasi kegiatan yang telah dilakukan. Ada beberapa kekurangan dalam disain yang mudah-mudahan dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian yang sedang mencari informasi pembuatan pengeram. Hati-hati bila anda ingin membuatnya karena perangkat ini terhubung langsung dengan jala-jala listrik rumah yang bila tersetrum tentu rasanya tidak menyenangkan:)

Selamat membaca.

baca seluruh artikel >>>

BeritaDecember 16, 2008 7:36 pm

Apakah Masigit Kareumbi?

Masigit - Kareumbi adalah nama wilayah yang meliputi beberapa gunung disebelah utara Cicalengka, Jawa Barat yang termasuk ke dalam wilayah administrasi tiga kabupaten yaitu kabupaten Bandung, kabupaten Garut dan kabupaten Sumedang. Melalui surat keputsan  Menteri Pertanian, No 297/Kpts/Um/5/1976 tanggal 15 Mei 1976 kawasan seluas 12.420,70 Ha ini telah ditunjuk sebagai Taman Buru Gunung Masigit Kareumbi (TBMK).
Sejak akhir 2008, berdasarkan surat keputusan bersama antara Balai Besar Konservasi dan Sumber Daya Alam, BKSDA Jabar dan Perhimpunan Penempuh Rimba dan Pendaki Gunung, Wanadri, TBMK dikelola secara kemitraan. Untuk keperluan pengaturan dan administrasi, maka dibentuklah tim yang disebut tim Manajemen Pengelola Kawasan Konservasi Masigit Kareumbi.

Kenapa Masigit Kareumbi?

Kawasan Masigit Kareumbi merupakan hulu dan mata air dari beberapa anak sungai yang bermuara ke sungai Citarum. Sungai Citarum sendiri adalah sungai besar yang berhulu di gunung Wayang, kabupaten Bandung. Aliran Citarum membelah kota Bandung dan bermuara di Muaragembong, Bekasi. Sungai dengan panjang 269 km ini menjadi sungai yang sangat penting, tidak saja bagi Jawa Barat namun juga nasional. Citarum memiliki peran yang kritis. Tiga PLTA besar, Jatiluhur, Cirata dan Saguling mengandalkan sungai ini untuk kelangsungan pembangkit listriknya. Demikian juga sekira 11 juta jiwa yang berdiam di sepanjang DAS Citarum.
Tidak berlebihan kiranya bila dikatakan bahwa terdegradasinya kawasan Masigit Kareumbi memiliki peran terhadap terjadinya berbagai bencana di kawasan ini sekitar sungai Citarum.

Apa itu Wali Pohon?

Kegiatan Wali Pohon Masigit Kareumbi membuka ruang kepada publik dan khalayak umum untuk dapat berperan aktif dalam kegiatan konservasi lingkungan di wilayah ini sebagai orang tua asuh dari pohon yang ditanam. Selayaknya orang tua asuh maka berkewajiban untuk membiayai setiap pohon yang menjadi anaknya, sampai pohon dapat hidup mandiri.

Untuk informasi lebih lengkap, silahkan unduh beberapa dokumen Wali Pohon Masigit - Kareumbi.

 

ScrapbookNovember 20, 2008 1:25 pm


Poster Standar Pemberian Pakan Sapi Perah 

 Poster Standar Pemberian Pakan Sapi Perah (1024x654 pixels)

 

Pakan menurut kami menempati urutan tertinggi dalam prioritas kehidupan ternak. Makanan sehat maka badan kuat (dan produksi pun diharapkan tinggi). Sehingga biaya pakan merupakan komponen biaya terbesar dalam perawatan ternak. Pengalaman kami komposisi biaya pakan dari seluruh biaya pemeliharaan seringkali bisa lebih dari 70%.

Poster ini, sama dengan poster sebelumnya, Poster Manajemen Pembesaran Sapi Perah Muda, juga bersumber dari publikasi hasil kerjasama Dinas Peternakan Jawa Barat dan JICA. 

ProdukOctober 15, 2008 1:03 pm

Bekerja sama dengan Kelompok Petani Pembibit di sekitar Gunung Kareumbi-Masigit saat ini kami tengah melakukan pembibitan beberapa jenis tanaman / pohon kayu.
Selain untuk kebutuhan penghijauan dan penanaman hutan rakyat di sekitar lokasi, bibit pohon ini juga dapat dibeli oleh masyarakat umum yang membutuhkan.

Untuk tahun ini baru sekitar 20 jenis pohon yang mulai kami bibitkan dan mudah-mudahan pada musim hujan yang sedang kita jelang ini, semua tanaman sudah siap tanam.

Mohon diperhatikan bahwa semua bibit yang disediakan ini berasal dari pembibitan masyarakat dan TIDAK DISERTIFIKASI. Berikut daftar tanaman yang ada di kebun pembibitan Kareumbi.

1.  Manglid (Manglietia glauca)
2.  Surian (Toona sureni)       
3.  Pinus (Pine merkusii)
4.  Puspa  (Scima wallichii)
5.  Kopi Kate / Kartika (Coffee arabica var. Kartika)
6.  Kopi Robusta (Cofee robusta)
7.  Alpukat (Persea americana)
8.  Kawung / aren / enau (Arenga pinnata)
9.  Salam (Eugenia polyantha)
10. Rasamala (Altingia excelsa)
11. Mahoni (Swietenia macrophylla)
12. Jati Putih (Gmelina arborea)
13. Afrika / Misobsis (Maesopsis eminii)
14. Tisuk (Hibiscus macrophyllus)
15. Pohon Kayu Rimba campuran

Daftar pohon beserta update gambar dan keterangan lain bisa dilihat di:
http://manglayang.blogsome.com/bibit-pohon-kareumbi-2008/

Bagi rekan-rekan yang akan melakukan penanaman pohon / penghijauan dan sekiranya membutuhkan bibit-bibit tanaman diatas dapat menghubungi kami.

 

ArtikelApril 15, 2008 1:04 am

Pengantar dari pengasuh Manglayang Farm Online

Tulisan ini dikirimkan melalui email ke alamat pengasuh, dan pesan beliau mohon namanya disamarkan saja apabila tulisan ini akan dimuat di blog atau milis. Tulisan ini sudah mengalami penyuntingan beberapa tanda baca dan kesalahan ketik (walaupun tidak menghilangkan semua kesalahan ketik).

Selamat membaca dan silahkan tuliskan komentar anda untuk opini ini.
 

SURAT PEMBACA: Konsep Pertanian Organik vs. Pabrikasi Pupuk Organik
oleh anonymous

Ketika membaca artikel kompos di blog Manglayang, saya teringat diskusi ngalor ngidul beberapa waktu lalu bersama seseorang yang merupakan teman sekaligus guru. Tidak terasa jari-jari menari diatas kibord komputer usang, menuliskan apa yang ada di kepala.

Tulisan ini sama sekali bukan bermaksud melakukan black campaign pada penjual atau pengusaha pupuk organik tapi hanya sekedar melontarkan opini dan pendapat pribadi.

Mari kita mulai saja.
baca seluruh artikel >>>

ArtikelOctober 21, 2007 9:06 pm

Pengantar dari Manglayang Farm Online

Seri artikel Teknologi Kompos yang cukup komprehensif ini dibuat oleh Kang Dardjat Kardin pada tahun 2005 dan merupakan seri dokumen Pelatihan Pertanian Berkelanjutan yang mengungkap teknologi dan cara pembuatan kompos dengan skala farm/kebun yang mengarah pada unit produksi kompos sebagai bisnis.

Meskipun demikian pada dasarnya prinsip-prinsip komposting adalah sama, sehingga prinsip dan teknologi yang dituliskan disini dapat juga diaplikasikan pada pembuatan kompos skala rumah tangga maupun skala yang lebih besar/pabrikan. Perbedaan signifikan hanya pada unsur kerumitan proses dan kuantitas serta ketersediaan bahan baku. Selamat membaca dan membuat kompos :)

Disclaimer

Editing, penyesuaian dokumen untuk format online, publikasi, gambar dan foto oleh Manglayang Farm Online. Naskah dipublikasikan atas seijin pemilik tulisan. Reduplikasi, redistribusi dan republikasi diperbolehkan selama mencantumkan pemilik artikel dan sumbernya.

Teknologi Kompos oleh Dardjat Kardin

update terakhir: 23 Oktober 2007 11:04 WIB

  1. Humus Sebagai Teladan Sumber Bahan Organik
  2. Teknologi Kompos
  3. Metoda Pembuatan Kompos
  4. Kunci Proses Pembuatan Kompos
  5. Standarisasi Pembuatan Kompos
  6. Ciri-Ciri Kompos Jadi
  7. Penyimpanan Kompos
  8. Keunggulan dan Kekurangan Kompos
  9. Pembuatan Kompos Yang Sederhana dan Praktis
    Penyiapan Bahan
    Penyiapan Alat
    Penyusunan Bahan Baku
    Mencampur Kompos
    Mengukur Temperatur
    Membalik Kompos
    Penyaringan
  10. Aktivator Kompos
  11. Contoh Jadwal Kegiatan Proses Pembuatan Kompos
  12. Cara Pemakaian dan Menghitung Kebutuhan Kompos

 Dardjat Kardin adalah praktisi pertanian berkelanjutan. Tinggal di Bandung.

BeritaSeptember 18, 2007 10:30 am

Satu perusahaan di Ohio, Amerika yang mengkhususkan diri pada bidang nano dan bioteknologi bernama NanoLogix, dalam siaran pers yang dirilis hari ini menyatakan bahwa mereka telah berhasil "membujuk" kelompok mikroorganisme tertentu untuk menghasilkan hidrogen. Hidrogen yang dihasilkan tersebut pada gilirannya digunakan untuk menghasilkan listrik. Mereka menyebut sistem ini Bioreaktor Hidrogen.

Hidrogen yang dihasilkan oleh mikroba tersebut menggerakan sebuah generator berkapasitas 5.5 kW yang telah dimodifikasi sedemikian rupa sehingga dapat menerima hidrogen sebagai asupan bahan bakarnya. Listrik tersebut kemudian digunakan untuk menyalakan rangkaian lampu 100 watt.

Harry Diz, Kepala Departemen NanoLogix menyatakan "Sepengetahuan kami, ini adalah pertama kali dalam sejarah, bahwa listrik dihasilkan oleh gas hidrogen yang didapatkan dari bakteria yang mencerna air limbah".

Air limbah yang mengandung gula itu berasal dari sebuah pabrik agar-agar. Walaupun perusahaan tersebut tidak merinci bagaimana proses bekerja sistem reaktor hidrogen biologi tersebut, namun tentu saja prestasi ini merupakan sebuah catatan tersendiri dalam dunia energi dan mikoorganisme.

Semakin membuka mata kita, bahwa dunia mikroorganisme masih sangat luas untuk di eksplorasi.

Lihat video dari YouTube mengenai hidrogen bioreaktor.

ArtikelMay 2, 2007 10:28 pm

Seri ketiga artikel tentang yogurt ini merupakan lanjutan dari seri sebelumnya. Bila belum membacanya silahkan tengok dahulu dokumen tersebut agar kita mengerti apa dan bagaimana si susu fermentasi ini. Bagian 1 tentang sejarah yogurt dan Bagian 2 tentang mikrobiologi pada susu.

Kali ini Mamang mencoba menuliskan pengalaman membuat yogurt. Langkah-langkah yang dilakukan disini hanya merupakan panduan umum saja, kita dapat (dan seharusnya) melakukan improvisasi sendiri tergantung selera. Percobaan pembuatan yogurt ini dilakukan sekitar akhir tahun 2005 dan baru sekarang sempat di dokumentasikan dalam artikel, jadi mohon maaf bila ada tulisan yang kurang akurat dan foto-foto juga tidak lengkap menggambarkan setiap langkah.

Kritik/tanggapan silahkan dilayangkan.

Yogurt Bagian 3: Yuk bikin Yogurt!

Copyright (c) 2007 Manglayang Farm.
Permission is granted to copy, distribute and/or modify this document under the terms of the GNU Free Documentation License, Version 1.2 or any later version published by the Free Software Foundation; with no Invariant Sections, no Front-Cover Texts, and no Back-Cover Texts.

Author: Mang Layang

Pendahuluan

Membuat yogurt bukanlah pengetahuan yang rumit dan sulit, tidak seperti bikin roket atau pesawat terbang J. Yang kita butuhkan hanya sedikit kesabaran dan kemauan untuk terus mencoba. Biar gak terlalu panjang, yuk kita ikutin ceritanya.

Alat dan Bahan

Apa saja sih yang dibutuhkan untuk membuat Yogurt ?. Alat-alatnya sama sekali ngga rumit dan sebagian besar bisa kita pinjam dari dapur di rumah kita. Tapi jangan lupa setelahnya dibersihkan ya, bisa diamuk sama Ibu kalo engga.

baca seluruh artikel >>>

ArtikelApril 2, 2007 10:21 pm

Daun Kudzu

Daun Ranum Kudzu

Tidak terasa sudah 3 bulan lebih kami tidak menulis lagi di blog Manglayang ini. Maaf bukan melupakan para pembaca setia Manglayang Farm Online, namun karena terbatasnya waktu dan kesempatan untuk menulis, selain juga bingung memilih bahan-bahan tulisan yang demikian banyak :) . Baiklah, tulisan kali ini akan bercerita sedikit mengenai kunjungan kami ke satu daerah di kaki Gunung Parang, Plered Kabupaten Purwakarta untuk melihat percobaan  pengembangan tanaman Kudzu (Pueraria montana var. lobata) .

SEJARAH KUDZU

Nama Kudzu ini mungkin agak asing terdengar di telinga kita, ya Kudzu merupakan tanaman merambat tahunan yang berasal dari daerah selatan Jepang dan China. Masuk pertama kali ke Amerika Serikat dari Jepang pada tahun 1876 karena dibawa oleh pemerintah Jepang yang sedang membuat taman di Philladelphia, Pennysylvania sebagai penghargaan untuk ulang tahun Amerika yang ke-100 tahun (The Amazing Story of Kudzu).
baca seluruh artikel >>>

Unique visitor stumbled upon this site since 27 Dec 2005: people(s)